
Acara semakin panas saja. ditambah dengan berdatangan orang yang bukan teman sekolah Bella. Caca mengetahui orang orang yang satu sekolah dengan nya, meski tidak mengenalinya tapi Caca tahu wajah wajah yang bersekolah dengan nya. terlebih Caca sering di sapa oleh adik atau kakak kelas nya karna kecantikan Caca dan kepopuleran nama belakang nya, siapa yang tidak mengetahui ayah Caca, semua orang pasti akan ciut saat mendengar nama ayah Caca.
Rival yang masih di samping Caca, melupakan apa yang baru saja terjadi. Dan Caca yang semakin membeku tidak tahu apa yang ingin dia katakan pada rival dengan wajah nya yang masih merona karna malu. rival mengajak nya menuju makanan ringan lalu Caca hanya mengikuti rival dan tetap mengandeng tangan rival agar tidak jatuh saat menggunakan sepatu hak yang lumayan tinggi.
rival berhenti di tengah perjalanan, saat semua orang sedang berdansa. lalu membalikkan tubuh nya menatap wanita cantik yang kini di depan nya.
tanpa aba aba rival melakukan nya lagi, yaa menciumi bibir Caca lagi, dan Caca membuka selidiki mulut nya dan mulai membalas ciuman panas itu.
apa yang aku lakukan. aku membalas ciuman rival, tuhaan tolong akuuuu
Rival sudah berhenti tetapi Caca masih dalam pikiran nya. " Apakah kau menyukai nya" Tatap rival yang membuyarkan lamunan Caca. entah angin dari mana Caca menganggukkan kepala nya, Caca sadar pipinya pasti sudah sangat merah muda dan segera membenamkan di dada rival.
rival hanya tersenyum penuh kemenangan, waktu yang dia tunggu akhirnya datang jugaa.
__ADS_1
yeah aku mendapatkan mu, ini baru permulaan ca kamu akan bahagia bersamaku, aku janji. Dengan memeluk erat tubuh Caca.
Caca melepaskan pelukannya, ia mulai sadar apa yang terjadi. "Aku nggak bermaksud begitu" Sahutnya sambil menunduk
"Aku janji pasti akan slalu disamping kamu, aku nggak tau kalo nggak ada kamu waktu itu. mungkin sekarang aku ngga ada di sini mencium bibir mungil kamu" rival
caca makin merona saja pipinya " Sudah jangan terus menggodaku" Ucap Caca yang semakin menunduk
"Iya sayang, aku nggak bakal bikin merah pipi kamu lagi kok, tapi boleh yaa aku cium bibir mungil kamu lagi" Sahut rival sambi menyentuh dagu caca dan mencium nya kembali.
dia tidak bisa seenaknya menciumku, kurang ajar sekali. meski aku menyukai ciuman itu.
" katanya tadi suka kok sekarang aku nya di dorong" Rival melangkah selangkah lebih dekat bahkan tubuh mereka sudah menyatu, rival menatap kembali Caca dan Caca dengan kekuatan nya menatap rival juga
__ADS_1
"Percaya sama aku, aku akan menjaga kamu dengan nyawaku, tolong cintai aku seperti aku mencintaimu icha Riska putri" tanpa menyelesaikan kata kata nya Caca langsung mencium rival sama seperti pertama kali rival melakukan nya. Ciuman itu cukup panas dan yang terlama dari sebelumnya. tangan Caca melingkar di leher rival sedangkan rival melingkarkan tangan nya di pinggang Caca.
Caca melepaskan tangan nya " apakah kamu mencintaiku?" Ucap Caca membuat rival degdegan. Rival membelai rambut Caca dan semakin menarik tubuh Caca agar semakin dekat dengannya "Aku mencintaimu" Dibisikan di kuping Caca dengan lembut. membuat jantung Caca ingin copot rasanya.
Caca tidak mengetahui Nabila sudah berada di belakang nya di saat sebelum ciuma panas itu terjadi, Nabila hanya menelan ludah saat menyaksikan teman nya melakukan hal itu pertama kali di depan nya, dan yang lebih membuat Nabila tidak habis pikir Caca lah yang memulai ciuman itu.
se ingat Nabila dia pacaran dengan randy sudah hampir 2tahun jangan untuk melakukan hal itu cium pipi saja belum Nabila rasakan.
Caca yang memulai, apakah Caca bohong padaku soal perasaan nya. dia mengatakan bahwa tidak menyukai rival lalu sekarang dia mencium nya?
Pikiran Nabila pecah saat Caca menyentuh tangan nya " Apa yang kamu lakukan" tanya Caca
aku sudah seperti penjahat Saja ya berada di sini
__ADS_1
" tidak tidak aku hanya ingin mengajak mu pulang, ini sudah hampir pagi" Ucap nabila