
Rival mengambil dua cangkir kopi di meja memberikan pada Caca.
Caca meneguk sedikit kopi itu, rasanya beda dari yang pernah ia beli di cafe cafe lebih nikmat ditambah dengan cuaca yang memang nikmat bila sambil meminum secangkir kopi.
Caca memandang ke arah jendela melihat tirai masih menutup ruangan, mengingat kembali kejadian masa kecil nya. membuat bulu kuduk nya berdiri dengan sendirinya.
Caca mencoba menghapus kejadian itu, tapi tetap terbayang. Rival meraih pundaknya menenggelamkan kembali Caca pada dadanya.
Ada kebahagiaan tersendiri untuk Caca, di saat ia berusaha menghapus kejadian pahit di masa lalu ada orang yang di cintai nya memeluk Caca tanpa ingin melepaskan.
"Sudah yaa, jangan berfikir yang terlalu jauh" ucap rival mencoba menenangkan Caca
"Kak riko tadi menelpon ku. dia akan melanjutkan kuliah nya diluar negri. kak riko tidak ingin kau menemui nya dengan cuaca yang seperti ini. mohon maafkan kak riko ya" dengan sangat hati hati rival berkata, dia tahu Caca akan sedih mendengar kepergian Kakak nya kembali.
Ia hanya sempat beberapa kali bermain bersama saat Riko menghabiskan liburannya.
"Kak Riko" tangis Caca pecah di peluk kan rival.
Rival membiarkan Caca menangis, dengan seperti ini dia akan lebih tenang. rival hanya menciumi rambut Caca, sesekali mengelus punggung Caca
"Aku ingin kak Riko" Ucap Caca melepaskan pelukannya.
"Bagaimana jika liburan sekolah nanti kau menemui kak Riko, bukan kah sebentar lagi kita liburan"
Caca tersenyum kembali mendengar perkataan rival, memeluk rival kembali dengan wajah bahagia.
dan aku akan pergi bersama mu. setelah liburan aku akan menjalankan rencana ku satu persatu.
dengan yang pertama mengecewakan ayah mu dengan apa yang kau lakukan bersama ku.
Ketukan pintu terdengar saat mereka masih berpelukan. Caca langsung melepaskan pelukannya. beralih ke tempat tidur menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
rival berjalan menuju pintu, mendapati kepala security didepan pintu.
"maaf tuan menganggu, listrik padam tuan dan genset kita sedang ada masalah, daya cadangan tidak akan bertahan 1 jam kedepan"
Rival hanya menoleh ke arah Caca, lalu menutup pintu, berjalan mengikuti kepala security
"Lalu apa yang bisa kalian lakukan dengan kondisi seperti ini, saya sudah sering menjelaskan untuk slalu mengontrol genset agar tidak terjadi hal seperti ini" Semua security hanya tertunduk
__ADS_1
"Telpon orang di PLN untuk memperbaiki listrik yang rusak" lanjut rival
"Listrik sengaja di padamkan tuan mengingat kondisi cuaca yang akan memperparah listrik" ucap kepala security.
Rival hanya memasang wajah dingin, mendengar semua yang di katakan kepala security. mengambil ponsel nya lalu mencari kontak seseorang.
"kehotel sekarang" hanya itu yang terdengar, rival langsung menutup telponnya
"Dimana tempat penyimpanan genset nya"
kepala security tidak menjawab ia berjalan didepan membawa rival menuju tempat penyimpanan genset di ikuti beberapa orang dibelakang nya.
"Akan ada teman saya yang akan memperbaiki ini, telpon saya jika sudah selesai" Rival Langsung beranjak meninggalkan ruangan.
Rival menuju ruangan khusus, beberapa pelayan sudah memperhatikan nya, mengapa tuan rival slalu didalam bersama nona Caca
"mungkin tuan didalam untuk menemani Nona, terlebih lagi cuaca seperti ini pasti sangat membuat nona sedih" ucap salah satu pegawai hotel.
mereka hanya memandang satu sama lain, tidak berani untuk melanjutkan membicarakan nona muda nya.
Rival masuk dengan perlahan, mendapati Caca masih seperti yang terakhir ia lihat.
"Ca kau baik baik saja"
"Mungkin akan ada sedikit gangguan listrik, kau tak apa jika tanpa listrik" ucap rival membelai rambut Caca
"Aku tak apa" sahut Caca bangun dari tidurnya
"Seberapa parah gangguan listrik nya" lanjut Caca penasaran.
"PLN sengaja memadamkan listrik mengingat cuaca yang seperti ini"
"Baiklah aku akan tidur dengan nyaman tanpa penerangan" Caca
Caca berbaring kembali di atas tempat tidur nya, rival sibuk dengan ponselnya. sesekali rival melirik caca mendapati nya sedang memainkan ponsel nya juga.
ponsel rival berdering, rival menjawab beranjak dari duduk nya. rival tidak mengatakan apapun hanya mendengarkan seseorang yang sepertinya sedang menjelaskan di sana.
"Baik" hanya kata itu yang terdengar,
__ADS_1
berjalan menuju Caca duduk di sebelahnya.
"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku, mungkin lama. kau mau di temani pelayan?
Caca hanya berfikir apa yang akan di lakukan rival, berapa lamakah ia akan pergi meninggalkan dirinya sendiri.
"Tidak aku sendiri saja"
Rival berjalan menuju pintu keluar, menoleh Caca lalu kembali lagi. mencium lembut kening Caca.
"Maaf aku harus meninggalkan mu sendiri"
Caca hanya tersenyum kemudian memeluk rival
"Kembalilah sebelum aku tertidur"
Rival tersenyum lalu berjalan menuju pintu.
Caca menenggelamkan dirinya kembali pada kasur yang nyaman, sesekali melirik ponsel nya. tidak ada jaringan, seperti nya cuaca mempengaruhi segala nya.
meletakkan kembali ponsel nya di meja, mencoba memejamkan matanya
namun yang terbayang hanya wajah rival, berulang kali mencoba menghapus wajah itu tetapi tak kunjung berhasil.
Caca membayangkan betapa hangatnya pelukan rival, dia menginginkan pelukan itu tetapi sekarang hanya bisa membayangkan.
meraih kembali ponsel nya mengetik dengan cepat jarinya "Aku merindukan mu" Hanya sesingkat itu yang Caca katakan.
Rival masih di hotel, belum sampai satu jam rival meninggalkan caca tetapi Caca sudah mulai menggila ditinggalkan rival.
"Kau urus segala nya, aku tidak ikut bersamamu, Caca tak ingin aku tinggalkan.Aku ingin semua nya selesai malam ini" rival mencoba menjelaskan beberapa hal kepada teman nya, memastikan teman nya bisa ia percaya untuk menyelesaikan yang seharusnya rival sendiri yang menangani nya.
Rival menuju ke atas dimana Caca berada, menyuruh beberapa penjaga meninggalkan pintu yang menjaga Caca.
"Kalian boleh pergi"
"Baik tuan, kami permisi" para penjaga beranjak meninggalkan ruangan khusus itu. rival membuka pintu mendapati Caca yang masih di bawah selimut.
Tidak memainkan ponsel, tidak bergerak sama sekali saat mendengar seseorang memasuki ruangan.
__ADS_1
apakah dia tertidur
Rival perlahan melangkah menuju Caca, mengelus lembut kepala Caca, tidak ada pergerakan apapun. sepertinya caca memang tertidur