
Rifal hanya melingkarkan tangannya tidak membalas ciuman caca. Caca hanya bermain sendiri disana.
"apa yang membuat mu begitu marah padaku" gerutu caca, cemberut dengan apa yang dilakukan nya sia sia
"
"Akuu"
"aku tidak akan menolak kamu lagi, aku janji" ucap Caca menatap mata rifal
"meskipun didepan umum" rifal menjawab
"Tapi" Caca memotong pembicaraan rifal
Caca tidak melanjutkan perkataannya ia terdiam, mengingat perkataan rifal jika ia menolak nya lagi
"Baiklah lakukan saja" ucap nya mencium bibir rifal
Rifal membalas ciuman Caca dengan lahap, sesekali mengigit bibir caca.
beralih ke area dada lalu menggigit nya dengan kuat membuat Caca mengerang keras.
Rifal melepaskan penutup lubang air bak mandi perlahan air hangat surut membuat sensasi dingin di tubuh kedua nya.
Rifal merebahkan tubuh Caca lalu melanjutkan aktivitasnya memulainya lagi dari ******* bibir Caca sesekali menggigit nya, lalu ke area kuping, leher, membuat beberapa tanda di sana,
lalu area dada, sangat lama beranda disana membuat hal yang sama seperti di leher.
menggigit nya,
bermain sangat kasar dengan lidah nya.
menuruni lidahnya dengan kasar. membasahi seluruh tubuh Caca dengan lidah nya.
sampai pada titik yang membuat Caca mengerang dengan keras, bermain sangat kasar disana, sesekali menggigit nya, mengulum nya, menyedotnya.
rasanya membuat Caca ingin meledak, sangat kasar permainan kali ini, berbeda dari biasanya.
mengapa dia melakukan nya sangat kasar, apa dia semarah itu padaku
Rifal menghentikan aktivitas nya, mengisi kembali bak mandi nya, lalu menarik Caca untuk memeluk nya.
"Jangan membuat ku marah, aku bahkan bisa membuat mu menangis darah"
Caca hanya mempererat pelukannya, mendengar ucapan rifal.
Rifal membiarkan nya terbenam dalam dada nya.
Caca terlelap di pelukan rifal, suhu air yang hangat dan pelukan yang hangat membuat nya nyaman dan terlelap.
rifal pun ikut terlelap rupa nya, dengan aktivitas yang cukup kasar membuat nya lelah.
sebelum terlelap rifal meraih ponsel nya, memeriksa apakah ada pesan masuk. lalu ia membaca pesan singkat dengan seksama
"Semua berjalan sesuai dengan semestinya tuan, nona tidak akan bisa pulang sampai Minggu depan" pesan singkat yang membuat rifal tersenyum jahat kembali
__ADS_1
kau memang akan menjadi milikku selamanya
Rifal terlelap dengan hati yang senang mengetahui dia tidak akan kembali dalam beberapa hari.
dengan begitu ia akan terus menyiksa Caca dengan senang hati.
..
Orang suruhan rifal sengaja membuat tanah longsor, jalan dipinggir tebing tidak akan cepat untuk bisa di perbaiki dengan cepat.
melalui akses udara tidak memungkinkan dengan cuaca yang buruk,
tidak ada jalan lain menuju kota selain jalan tersebut.
hal itu membuat Caca harus menginap beberapa hari di hotel.
manager hotel sudah menghubungi ayah caca, ayah Caca tidak begitu khawatir akan putri nya, mengetahui ada rifal yang menjaganya disana
beberapa kali ayah Caca menghubungi putri nya tetapi tidak ada jawaban. manager hotel memberi tahu jika jaringan pun ikut terkena masalah, akibat listrik yang padam dan cuaca yang buruk.
Kembali pada dua insan yang masih di bak mandi.
rifal mengetahui para pelayan pasti sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing, rifal bangkit lalu mengenakan pakaian.
merapikan tempat tidur seperti seharusnya, lalu keluar.
masuk ke kamar sebelah yang seharusnya di tiduri oleh rifal, membuka jendela lalu mengambil gelas di isi nya dengan kopi yang sudah tersedia, meneguk nya beberapa kali
lalu keluar dari kamar nya, mendapati dua pelayanan yang sudah berdiri di depan pintu
Para pelayan langsung bergegas pergi, rifal mengetuk pintu kamar mandi memastikan Caca sudah bangun
"Apa kau didalam" ucap rifal
tidak ada jawaban, tidak ada gemericik air juga.
rifal membuka pintu lalu masuk, mendapati Caca yang masih terlelap di bak mandi.
mendekati nya dengan perlahan, lalu membelai rambutnya
"Apa kau akan tidur seharian disini" bisik rifal
Caca seperti nya tidak menyadari keberadaan rifal, ia masih nyaman berada di bak mandi,
rifal mencium lembut bibir Caca,
lalu menggulung baju lengan nya, memasuki air mencari yang ia inginkan.
memainkan nya dengan lembut, seolah ini mimpi untuk Caca, ia mendesah.
mulai membuka mata nya mendapati rifal yang sudah berpakaian rapi di depan nya.
rifal mencium nya lagi lalu meninggalkan Caca.
membuka pintu kamar sudah ada dua pelayanan wanita yang membawa sarapan pagi nya.
__ADS_1
"selamat pagi tuan" sapa salah satu pegawai
Rifal hanya menundukkan kepalanya, membuka lebar pintu membiarkan pelayan masuk.
rifal berjalan menuju pintu kamar mandi
"Butuh berapa lama lagi kau berada disana, sarapan mu sudah tiba, cepatlah" ucap rifal membuat para pelayan saling bertatapan.
"kami permisi tuan" ucap pelayanan
"Baiklah" rifal masih dengan ekspresi wajah nya yang sangat dingin, tidak pernah tersenyum kepada siapapun.
Para pelayan hanya pernah melihat senyum rifal pada saat pertama kali Caca menjumpai nya saat bekerja, Caca datang bersama nabila dan Bella.
Rifal tersenyum menyambut kedatangan nona muda,
hanya pernah saat itu para pelayan melihat senyum rifal
..
Caca keluar dari pintu dengan handuk nya, rambut yang ia keringkan menggunakan handuk terlihat jenjang sekali leher Caca, terlihat ada cap merah disana.
tirai penutup jendela sudah terbuka, membuat ruangan tidak begitu gelap, namun cuaca di luar masih sama, gemercik hujan dan kabut yang tidak begitu tebal.
"apa kau tidak akan memakai pakaian mu" tanya rifal yang sudah duduk di meja makan
Caca membuka handuk nya, ia rupa nya sudah berpakaian hanya menggunakan baju yang minim tidak memakai celana
"Bagian ****** ku masih terasa sakit, jadi aku tidak menggunakan celana ku" ucap Caca menyembunyikan wajah nya yang merona
"Celana dalampun" goda rifal
membuat caca semakin merona
"Duduk lah, kau tak perlu malu lagi di depanku, aku sudah mengetahui setiap inci dari tubuhmu"
Caca duduk di sebelah rifal dia melihat menu makanan nya, tidak selera untuk memakan nya.
bangkit lagi dari duduk nya
"Aku hanya ingin meminum kopi buatan mu"
Rifal hanya menoleh ke arah Caca lalu bangkit dan berjalan menuju pintu.
kembali dalam beberapa menit, Caca sudah duduk di kursi dekat jendela, kabut sudah mulai hilang hujan pun sudah tidak turun lagi.
Caca melempar pandangan nya ke arah jendela, pikiran nya tidak ada yang pasti, Caca sendiri pun tidak mengerti apa yang ia pikirkan.
rifal menyentuh bahu Caca, membuat Caca menoleh. memberikan secangkir kopi untuk Caca. lalu meletakkan kopi nya sendiri dan berjalan lagi menuju pintu kamar.
sudah ada dua pelayan disana.
"masuklah" rifal membuka kan pintu.
merapikan sarapan yang tidak disentuh sama sekali lalu pelayan yang satu menuju ruang ganti manaruh beberapa pakaian hangat dan mengambil pakaian kotor Caca.
__ADS_1
berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Caca dan rifal yang sedang menikmati kopi nya