Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Mati lampu ( part 3 )


__ADS_3

Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 3 pagi, rifal masih dengan aktivitas nya. Caca hanya semakin tersiksa menahan gelora jiwa nya.


Caca bangkit dari tidurnya " Aku ingin minum"


dengan cepat rifal meraih ponsel di meja mencari keberadaan segelas air yang sudah di siapkan.


Caca meneguk nya sampai habis


"Aku ingin tidur, bisa kah kau menghentikan nya" Tatap caca


"Baiklah sayang, kau tidurlah" sambil memeluk caca


"Tapi boleh ya tanganku menyentuh nya, aku hanya menyentuh nya tidak akan memainkan nya"


"Baiklah"


Hanya beberapa menit saja Caca sudah terlelap, rifal memulai nya lagi. perlahan memutar nya dengan lembut. Caca mendesah


Caca berfikir itu hanya mimpi rifal pasti sudah terlelap juga.


Caca hanya mencium dada rifal lalu terlelap lagi dengan mimpi nikmat nya.


Rifal melepaskan tangan nya, mencoba memasukkan apa yang Caca harapan kan sedari tadi. hanya menggesekkan nya perlahan membuat beberapa kali cairan itu keluar, Caca hanya mendesah merasakan kenikmatan nya.


itu bagaikan mimpi untuk caca, rifal tak sampai memuaskan batin caca.


ia hanya akan membuat Caca sangat terangsang lalu melepaskan nya, dengan begitu akan semakin membuat nya tersiksa


Caca menyadari rifal telah memasukkan nya mencoba mengambil alih permainan nya. tenaga nya tak cukup untuk memuaskan dirinya, ia jatuh ke dada rifal


"Aku mohon jangan siksa aku seperti ini, hanya akan mati jika terus begini"


Rifal merebahkan tubuh Caca memeluk nya dengan lembut


"Aku tak ingin mengecewakan mu, bagaimana dengan masa depan mu, papamu, cita-citamu" Rifal menyentuh lembut pipi Caca menghapus air matanya.


Caca memeluk erat rifal, kesadarannya sudah kembali sepenuhnya

__ADS_1


"Terimakasih sudah memikirkan ku sejauh itu, jika kamu bukan lelaki baik, kau bukan hanya mengambil separuh hidupku tapi seluruhnya bahkan kau akan menghancurkan masa depanku. terimakasih"


mencium bibir rifal adalah ketenangan tersendiri untuk Caca. rifal membiarkan nya terlelap tanpa melakukan aktivitas apapun.


rifal sudah merasa cukup untuk menyiksa caca, masih banyak kesempatan untuk menyiksa nya lagi.


rifal pun terlelap memeluk Caca.


hujan yang masih mengguyur kota membuat sangat nyaman berada di atas kasur.


Caca bermimpi sangat tidak bisa digambarkan, batin nya yang tidak terpuaskan membuat dirinya terus menahan gejolak jiwa nya.


semakin memperkuat pelukannya, rifal beberapa kali mencium kepalanya.


beberapa kali Caca mendongak kepala nya, ingin mencari ketenangan dengan ciuman rifal tetapi rifal tidak menyadari nya.


Caca ******* lembut bibir rifal tetapi rifal tidak membalasnya, ia membiarkan apa yang di lakukan Caca.


bibir kedua nya masih bersentuhan Caca masih terlelap dengan mimpi yang tidak jelas, sementara rifal sudah merasa cukup istirahat untuk tubuhnya. membuka mata nya lalu mencium lembut bibir Caca yang masih menempel.


rifal mengigit bibir Caca terlalu kuat membuat Caca seolah merengek merasa sakit, tetapi rifal semakin ingin mengigit nya.


Caca menenggelamkan wajah nya pada dada rifal sehingga rifal tidak dapat bermain main lagi dengan bibir caca.


rifal menurunkan tangan nya membuat pembatas bagian bawah tubuh nya dengan tubuh Caca. tangan nya segera memasuki ruang kecil, mendapatkan apa yang ia inginkan.


caca mencoba menolak perlakuan rifal, ia semakin merapatkan kaki nya sehingga rifal tidak bisa memasukkan jari-jari nya.


kaki rifal mencoba membuka keki Caca, meskipun sudah berusaha keras akhirnya Caca menyerang.


rifal dengan cepat memasukkan jari nya dengan kasar ia bermain, bukan nikmat yang caca rasanya namun rasa sakit.


ya sangat sakit, berbeda dari sebelumnya rifal melakukannya dengan sangat lembut dan memiliki sensasi yang begitu nikmat.


Lalu sekarang mengapa sakit sekali


"Jika kau menolak ku, akan seperti ini rasanya. jangan pernah menolak ku" bisik rifal di telinga Caca

__ADS_1


Rifal menarik tangan nya, lalu melepas pelukan Caca.


Caca hanya terdiam, masih memikirkan apa yang di katakan rifal baru saja.


rifal bangkit dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi.


apa dia marah padaku.


Caca bangkit juga dari tidurnya, merasa sangat gelap sekali. ia meraba raba menuju pintu kamar mandi


"Rifal, aku tidak bisa melihat apapun"


Tidak membuka pintu, menunggu Jawaban dari dalam sana. tidak terdengar apapun, gemericik air pun tidak ada.


apa yang sedang rifal lakukan didalam sana


"rifal" mengetuk pintu lagi


"Aku masuk ya" jeglek membuka pintu yang tidak terkunci.


Caca tidak dapat melihat apapun sama seperti dikamar tidur nya, "Rifal" mencoba mencari keberadaan rifal


"Masuklah ke bak mandi"


Caca meraba sekitarnya menuju bak mandi. menyentuh bagian pinggir bak mandi lalu memasuki bak mandi.


mengarah menghadap rifal, lalu mencium bibir rifal.


tidak ada pergerakan apapun rifal bahkan tidak melingkarkan tangannya pada pinggang Caca.


Caca memeluk nya lembut, mencium rambut rifal beberapa kali


"Maafkan aku, aku tidak sedang menolak mu" tidak bergeming, Caca tidak mendapatkan respon apapun dari rifal.


masih memeluk nya dengan erat membiarkan rifal berhadapan dengan dada nya.


rifal melingkarkan tangannya pada pinggang Caca , Caca tersenyum gembira melihat respon rifal, melepaskan pelukannya nya lalu mencium lembut bibir rifal.

__ADS_1


__ADS_2