Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Kedatangan matahari


__ADS_3

matahari menampakan dirinya perlahan keluar dari awan yang hitam. Caca ikut tersenyum saat matahari mulai menyinari jendela nya.


ia akan segera pulang pikir nya, rifal mendekap tubuh Caca menyenderkan kepala caca pada dadanya


sesekali mencium rambut Caca


"kau senang akan pulang" tanya rifal


Caca tidak menjawab hanya mendongakkan kepalanya lalu tersenyum


Dengan lembut rifal mencium bibir mungil Caca.


"Aku tak kan bisa menciummu lagi saat kita pulang" ucap rifal merebahkan tubuh Caca agar tidur di pangkuan nya


"Kau akan mendapatkan nya setiap saat" sahut Caca menyentuh bibir rifal


Rifal menggeser tubuh nya agar bisa mencium bibir Caca


ciuman lembut rifal membuat Caca tak ingin melepaskan nya. rasanya ingin setiap detik Caca di perlukan


dengan lembut oleh rifal.


rifal menurunkan tangan nya, menarik bagian bawah baju Caca


rifal hanya menyentuh nya, tidak ada aktivitas apapun yang rifal lakukan


tetapi Caca menginginkan nya seperti yang sudah berlalu, rifal selalu melakukan aktivitas di sela sela ciuman mereka


tapi mengapa sekarang rifal tidak memainkan nya


"apa kau hanya akan menyentuh nya" tanya Caca


Rifal hanya tersenyum lalu mencium nya lagi dan


mulai mengikuti keinginan Caca


mengapa aku selalu mengingatkan nya, lalu bagaimana jika rifal tidak bersamaku


Yang Caca pikirkan hanya bagaimana jika ia jauh dari rifal, padahal sebelumnya caca tidak menyukai rifal


caca hanya menganggap rifal adalah kakak nya seperti Kak Riko.


..


Matahari semakin menyinari kedua nya. rifal melepaskan ciumannya, mengangkat tubuh Caca dan menyenderkan nya lagi ke dada nya.


Rifal mengambil cangkir kopi nya lalu meneguk nya sampai habis.


"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku, kau akan disini atau mau jalan jalan ditaman"


"Aku ingin ke taman tapi bersamamu" jawab Caca dengan manja


"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu, setelah nya kita ke taman ya" jawab rifal lembut

__ADS_1


"Baiklah aku akan renang saja sambil menunggu mu bekerja"


Rifal tersenyum mencium lembut bibir Caca lalu bangkit dan membawa laptop nya keluar


"Aku akan menyusul mu ke kolam renang" mencium kening Caca lalu menghilang dibalik pintu


Caca berjalan menuju ruang ganti mencari setelan bawah, ia menemukan celana pendek lalu memakai nya dan segera keluar menuju kolam renang


membuka pintu kamar sudah ada dua lelaki yang menjaga nya.


"Selamat pagi Nona" sapa dari salah satu penjaga


Caca hanya tersenyum berjalan menuju kolam renang, lelaki itu mengikuti nya dari jarak yang aman.


Caca membalikkan tubuh nya " Aku ingin jus dan potongan buah, tolong sampaikan pada pelayanan untuk mengantar nya ke kolam renang"


"Baik nona" salah satu dari kedua itu berjalan menuju lift sedangkan yang satu nya mengikuti langkah Caca


..


matahari sudah meninggi membuat Caca ingin segera merasakan dingin nya saat berada di dalam air. caca beralih pada penjaga nya yang masih mengikuti dirinya


"Kau bisa pergi sekarang"


"Tidak nona, saya ditugaskan untuk menjaga nona" jawab penjaga itu dengan kepalanya yang tertunduk tidak berani memandang


"Apa kau akan melihat ku berenang, panggil pelayanan wanita saja" Caca meninggikan suaranya


"'Baik nona" lelaki itu segera pergi dari kolam renang


jangankan memandang tubuhmu nona melihat wajah mu saja kami tidak di izinkan oleh tuan rifal


Caca membuka baju nya hanya menggunakan bra yang untuk renang dan celana pendeknya,


tidak selang lama datang seorang pelayan membawa pesanan nya


menaruh nya di meja lalu berdiri disudut kolam renang.


"Kaki mu bisa seperti gajah jika berdiri terus, duduklah" ucap Caca mendekati makanan


Caca tidak naik dari kolam renang hanya duduk di pinggir kolam, lalu melahap potong buah


"Tidak nona saya berdiri saja" jawab pelayan wanita itu


"Kau mencoba menolak perintah ku" sahut caca menenggak minuman


"Tidak nona" segera duduk tidak jauh dari Caca


caca masuk kembali ke kolam renang, berenang dari tepi satu te tepi lain nya.


Rifal datang dengan dua gelas jus, melihat Caca yang masih berenang lalu menatap pelayan.


dengan cepat pelayan berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar

__ADS_1


Rifal menuju ruang ganti lalu melepaskan bajunya, kembali hanya menggunakan celana pendek


dadanya yang bidang dan putih begitu indah dilihat saat dibawa matahari


Caca menuju cemilan nya kembali, melihat pelayan sudah tidak ada, lalu ada dua gelas jus di meja.


mata nya menelusuri sekitar mendapati rifal yang sedang berjalan menuju nya


"Apa kau sudah selesai" tanya caca penasaran, mengapa rifal yang kembali secepat ini


"Tentu saja, aku tidak akan membiarkan bidadari ku berenang bersama pelayan"


Caca hanya tersenyum, lalu duduk di pinggir kolam menikmati potongan buah nya


..


Kolam renang khusus yang dibuat bukan untuk umum, hanya untuk keluarga Hermansyah saja.


Kadua insan itu hanya menghabiskan potongan buah nya sambil bercanda ria dibawah terik nya matahari.


"Kita tidak bisa pulang sekarang, jalanan longsor akibat hujan"


ucapan rifal membuat nya merenggut


."Bagaimana dengan helikopter" caca antusias dengan ide nya


"Jika cuaca seperti ini sampai sore, kemungkinan papamu akan mengirimkan helikopternya. tetapi dikota masih hujan kabut"


Caca merenggut kembali, ia tahu bahwa ayah nya tidak akan mengirimkan helikopter jika cuaca disana masih buruk.


Ia harus semalam lagi di siksa oleh rifal, meskipun tidak ingin jauh dari rifal tapi Caca tidak ingin dengan batin nya yang tidak terpuaskan


Rifal menarik nya turun untuk memasuki kolam renang, kedua nya bermain air seperti selayaknya seorang anak di dalam air


Caca lupa bahwa dirinya akan semalam lagi bersama rifal bahkan melupakan apa yang terjadi pada dirinya tertawa dengan lepas bersama rifal


Rifal menarik tubuh Caca lalu memeluknya, awan mulai mendung lagi, matahari mulai menghilangkan.


Caca tidak menyadari akan hal itu, ia memejamkan matanya di pelukan rifal


Rifal segera melepaskan pelukannya melihat awan yang sudah mulai mendung


"Ayo naik, hujan akan turun"


Caca menyadarinya matahari sudah lenyap dengan cepat, ia segera menaiki tangga kolam renang.


Rifal membawa nya ke ruang ganti, cacaa hanya menggunakan handuk lalu pergi menuju kamar nya di gendong dengan rifal.


penjaga di luar kolam hanya saling memandang


mengetahui cuaca yang buruk mengingat kan pada nona muda nya akan kejadian masa kecilnya


Rifal merebahkan tubuh Caca di sofa melepaskan handuknya " Kau baik baik saja"

__ADS_1


"Aku tidak apa apa, aku akan mengganti pakaian ku" Caca bangkit dari tidurnya berjalan menuju ruang ganti


rifal dengan cepat meraih remot lalu menutup jendela nya yang sudah di selimuti oleh kabut


__ADS_2