
**Caca masih membayangkan apa saja yang baru terjadi sepagi ini dan sepanjang hidupnya baru pertama kali diperlukan selayaknya orang yang sangat di cintai
aku menginginkan itu setiap hari, aku ingin rival di setiap saat, aku ingin terus memeluk rival, aku ingin terus di cium rival. aku ingin semua nya, ya aku ingin semua nya dan aku akan mendapatkan nya. rival sudah sangat mencintaiku.
Caca terus saja membayangkan kejadian tadi pagi sampai lupa rival sudah bosan duduk di sofa ingin segera memandang wajah cantik Caca
mengapa dia lama sekali, aku sudah tidak tahan ingin mencium nya, lalu memeluknya, lalu menggoda nya. ayolah cepat aku sudah bosan duduk disini, sedah sedari pagi aku nunggu kamu
Caca keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya
"bil masih ingat baju yang ingin aku beli tapi aku nggak jadi, tapi akhirnya kamu beli. boleh ya aku pakai sekarang?" Caca
"Baiklah, belum aku sentuh sekalipun. itukan beli nya pakai uang kamu, jadi pakai saja" jawab Nabila
"Baiklah aku akan menggantikan nya saat kita pergi belanja lagi yaa" sambil berlari menuju ruang ganti
"Bil gimana, apakah aku cantik?" Tanya Caca sambil memutar
"Cantik sekali tuan putri" sahut Nabila
Dress cantik yang minim begitu pas dikenakan di tubuh Caca dengan sedikit belahan dada membuat Caca terlihat lebih seksi.
"Bagaimana dengan rambutku, apakah seperti ini aja atau?"
Nabila langsung memotong ocehan Caca " Tidak tidak rambut kamu tolong jangan di apa apakah. akan terlihat seperti bi inem jika di ikat" sambil tertawa kecil
"Bilaaa" cemberut nya membuat siap saja gemas
"Harus berapa jam lagi rival menunggu mu, pergilah rival sudah tak tahan ingin menciummu" Goda Nabila sambil menjatuhkan badan nya ke atas kasur
"Apa kamu akan tidur lagi" tanya Caca heran
__ADS_1
"Tentu saja, aku sedang terluka. aku akan mengobati hatiku dengan tidur" ucapnya dengan nada sedih
"Maaf kan aku, baiklah aku akan pulang kesini lagi, boleh yaa, aku akan menemanimu hingga besok" Caca menemukan kata kata yang akan membuat Nabila gembira
"baiklah akan ku tunggu kepulangan mu, bersenang senang lah tuan putri" Nabila
Caca hanya tersenyum memastikan Nabila akan senang mendengar bahwa dia akan tidur bersama lagi dengan sahabat nya.
berjalan menuju ruang tamu berfikir akan kemana rival membawa nya.
ahh sudahlah yang penting dengan rival pasti menyenangkan
"Hai, Lama menunggu yaa" tanya Caca mengagetkan rival.
Rival bangun dari duduk nya dan memandang Caca " Mengapa kau begitu cantik" Membelai pipi Caca
"Kan aku sudah mengatakan nya, aku memang terlahir cantik, aaaa tapi baiklah aku tidak sedang menggoda mu, jadi jangan lakukan disini yaa," sambil mengedipkan matanya.
"Baiklah baiklah aku tidak akan menggodamu lagi, aku akan memulai nya jika aku menginginkan nya, bagaimana?" jawab Caca dengan menggoda lagi.
Rival Manarik nya ke tembok lalu mencium nya dengan gusar, sedikit ganas tapi nikmat begitu lah yang di pikiran Caca
Caca mencoba melepaskan ciumannya tetapi rival tidak membiarkan hal itu terjadi, kali ini memang kedua nya sudah mulai bisa mengatur nafas. ciuman ini cukup lama dari ciuman sebelumnya
Caca menikmati ciuman itu bahkan sampai lupa sedang berada dimana, mulai membalas ciuman rival dan semakin panas saja. rival mulai menurunkan tangan nya dari pinggang semakin turun dan Caca tidak menyadari hal itu dia hanya menikmati ciuman yang terlama ini
Rival melepaskan ciumannya dan menatap wajah Caca "Apakah kau akan menggodaku lagi, akan ku lakukan lebih dari ini"
"Baiklah baiklah di tempat lain saja ya jangan disini" goda Caca dengan tersenyum sangat menggoda
"Baiklah ayo" menarik tangan Caca munuju pintu keluar
__ADS_1
"Apakah kau membawa mobil" tanya Caca yang heran sudah terparkir mobil sport didepan nya
"Tentu saja, tidak mungkin aku membawa tuan putri panas panasan menggunakan motor" jawab nya sambil membukakan pintu mobil
"Aku sudah memikirkan akan naik motor dengan mu, sepanjang perjalanan memeluk erat kamu" goda nya kembali
"Kamu akan ku peluk sepanjang perjalanan, ayo masuklah" sahut rival
Mobil sudah melaju keluar komplek Caca hanya terdiam melihat sekeliling.
mobil sudah munuju jalan utama, rival mengentikan mobil nya di pinggir. jalan tidak begitu ramai.
ya memang seperti nya jalan ini tidak pernah ramai mungkin disini tidak terlalu banyak gedung jadi tidak banyak orang yang lewat sini
"Mengapa berhenti" menatap rival
"Bolehkah aku melakukan nya lagi, aku slalu saja menginginkan itu, terlebih lagi jika dekat mu" tatap rival seperti memohon
rival merubah duduk nya menghadap caca, kemudian menyentuh bahu Caca dan memeluknya
"Aku sudah lama sekali memendam rasa ini, sekarang bolehkah aku menumpahkan nya. Dan apakah kau mencintaiku juga"
deeeggg jantung Caca seperti disambar petir tanpa abaaba
jangan tanyakan itu aku tidak tahu, yang aku tahu aku bahagia dengan mu
Caca hanya terdiam bagaikan patung, wajah nya pucat, ada kekhawatiran diwajah cantik Caca
"Baiklah aku tidak akan memaksakan jika kamu tidak mencintaiku" mengatur duduk nya kembali seperti semula
"ya aku mencintaimu" jawab Caca sambil tertunduk**
__ADS_1