
Senin, 26 Oktober
Hari menjelang Magrib, Seorang mahasiswa yang juga bekerja sebagai kurir paket dan driver ojek online memutuskan beristirahat sejenak dan melaksanakan ibadah shalat di salah satu masjid pinggir jalan.
"Lumayan juga pemasukan pada hari ini..." gumam Rifan yang melepas masker dan atribut ojek online miliknya.
Rifan mengambil air wudhu, setelah itu ia masuk ke dalam masjid dan bergabung dalam shaf shalat magrib yang sudah dimulai itu.
"Assalamualaikum.."
saat sedang berdoa, tiba tiba ponsel miliknya berbunyi, ternyata ada orderan masuk dalam aplikasi yang belum ia nonaktifkan.
"Hmm... Lokasinya dekat sama rumah Marsel, nanti nebeng tinggal saja dulu disana selama semalam." gumam Rifan.
Ia kembali mengenakan masker dan atribut ojek online miliknya, lalu ia pergi ke warung makan ayam geprek Pak Tata yang berada di pusat kota.
Di perjalanan, ia tidak memikirkan apapun yang akan terjadi. yang ada dipikirannya kini bagaimana cara ia mengantarkan makanan itu ke sebuah desa yang konon terkenal angker.
"Desa Sukamurni, yoweslah.. lagian sudah biasa lewat sana.." gumamnya.
Setibanya di warung makan ayam geprek pak Tata, Rifan mengambil pesanan yang ada di resepsionis.
"Mas Rifandi Syahrian Ramadhani ya??" tanya kakak pelayan warung makan itu.
"Yap, empat puluh ribu ya??" tanya balik Rifan.
Pelayan itu menjawab, "Baik kak, oke terimakasih.."
Rifan membawa paket makanan itu, lalu ia pergi ke desa Sukamurni untuk mengantarkan ayam geprek itu.
__ADS_1
"Saatnya uji skill.." gumam Rifan.
Dengan mengendarai motor honda PCX miliknya, Rifan pergi ke desa itu dengan keberanian dan semangat tingkat tinggi.
"Ayo semangat!! penutupan narik hari ini!!" batin Rifan dalam hati.
Saat melintas di jalanan desa Sukamurni, Rifan melihat sebuah rumah tua yang sudah ditumbuhi rumput ilalang menjulang tinggi.
"Rumah siapa itu?? perasaan seseringnya lewat sini enggak liat itu rumah.." gumam Rifan.
Seorang wanita hamil sedang menunggu makanan pesanannya datang, ditemani suaminya ia duduk di teras rumah.
Rifan menghentikan motornya di depan rumah itu, "Sampai juga, jalan Gurame raya.. oke sip.."
"Mas, itu sudah datang!!" suami wanita itu menghampiri Rifan, lalu ia memberikan uang empat puluh lima ribu.
Rifan tersenyum, "Atas nama Bu Dahlia ya??"
Rifan mengangguk, "Baik pak, terimakasih.. kalau begitu saya pamit.. permisi.." ucap Rifan dengan sopan, lalu ia berpamitan.
Sesaat setelah ia pergi, saat menoleh ke spion ternyata ia terkejut karena disana hanya ada perkebunan singkong yang sangat rimbun.
"Lah?? kok uangnya jadi daun?? aduh... mungkin kelelahan jadinya keder begini.. yaudahlah langsung gas rumah Marselino saja." gumam Rifan yang menambah kecepatannya.
*********
Sesampainya di rumah Marselino, ia menghentikan motornya lalu menemui Wino untuk menceritakan apa yang baru ia alami.
"Assalamualaikum.. boleh langsung duduk tidak??" tanya Rifan.
__ADS_1
Marselino yang tadinya cemberut langsung tersenyum saat Rifan datang, "Waalaikumsallam.. silakan, ada apa?? kayaknya sedang ada masalah??" tanya balik Marselino.
Rifan menjawab, "Keder saya hari ini!!!"
"Lah?? kenapa?? coba cerita.. sebentar saya ambilkan minum dulu.." ucap Marselino yang berlari ke rumah utamanya yang sedang ada acara lamaran adiknya itu.
Dengan melalui jalur belakang, Marselino masuk ke dalam kamar adiknya yang dimana disana adiknya itu sedang dirias dan terdapat dus air mineral.
"Aaaaa!!!!" teriak tukang rias Bintang, hingga ia melompat dari jendela dan jatuh ke halaman rumah.
Tanpa pikir panjang, Marselino kembali menemui Rifan dengan membawa segelas air mineral dalam cup.
"Ada apa sih itu Sel??" tanya Rifan.
"Ini minumnya, tidak tahu.. saat saya masuk mereka sudah teriak.." jawab Marselino.
Rifan meminum air itu, lalu ia duduk dan mulai menceritakan apa yang baru saja ia alami.
"Begini, kan saya tadi antar makanan ke rumah di jalan Gurame raya.. nah sesaat setelah saya pergi dan orderan dibayar.. saya baru sadar kalau saya sedang berada di tengah perkebunan singkong. kalau enggak salah ada kubs juga.. dan juga uang yang bapak tadi berikan ternyata daun." jawab Rifan.
Marselino mengangguk, "Oh iya, mungkin karena kelelahan.. disamping itu.. sudah ada tiga ojol termasuk kamu yang sudah kena masalah yang kamu ceritakan tadi."
"Waduh, saya nebeng tinggal disini ya!! nanti besok pagi saya pulang lagi sekalian kerja." pinta Rifan.
Marselino tertawa, "Ngapain minta izin?? silakan saja kalau mau menginap disini.."
"Oke.. sekarang masuk yuk!! sumpah pengen istirahat hari ini!!" seru Rifan.
"Yaudah ayo.." jawab Marselino.
__ADS_1
***********
Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini...