
Jam setengah tujuh pagi
Rinjani menunggu tukang ojek online, tak lama seorang wanita berusia 22 tahunan datang dengan menggunakan motor X ride miliknya.
"Assalamualaikum, Mbak Rinjani ya??" tanya wanita itu.
"Oh oke, bu Nita ya?? jalannya santai saja ya bu!!" perintah Rinjani.
Wanita itu menjawab, "Siap mbak, silakan dipakai dulu helmnya."
"Oke.." jawab Rinjani.
Wanita itu menancapkan gas motornya, selama di perjalanan terjadilah obrolan para ibu ibu yang tidak ada ujungnya.
"Beruntung banget jadi mbak Rinjani!!" gumam wanita itu.
Rinjani menjawab santai, "Hehe, biasalah dia juga sama kayak ibu.."
"Iya, kamu harus contoh tuh abangmu!! walaupun sudah bisa dapat uang dari channel youtubenya.. dia tetap kuliah dan bekerja seperti biasa."
Rinjani tersenyum, "Iya bu, saya juga mau kuliah di tempatnya abang saya.."
"Oh iya, dia kan terkenal bukan dengan cara instant. kalau tidak salah ada beberapa rekaman CCTV dia lagi diganggu sama makhluk halus.. tapi dia tetap professional dan tidak menghiraukan hantu itu. apa benar itu mbak??" tanya Wanita ojol itu.
Rinjani menjawab, "Iya, saya sama kayak dia.. awal mula sih tetap ya kayak manusia normal.. kaget terus kabur.. cuman kelamaan terbiasa akhirnya damai.. sudah diruqyah juga dan katanya aku sama abangku tidak boleh terlalu capek. nanti bisa mendapat efek lebih serius."
Wanita ojol itu membalas, "Oalah, saya juga sebenarnya sama kayak abangmu."
"Maksudnya gimana ya bu?? eh panggil ibu enggak apa apa kan??" tanya Rinjani.
Wanita itu menjawab, "Iya, lagian saya kan punya anak usia 3 setengah tahun. dia sekarang lagi ikut bimba, tadi itu saya baru saja antar dia ke tempat les itu. eh ada orderan dari mbak, yaudah setelah antar anak kesana, saya ambil orderan ini dulu."
Rinjani berpikir, "Berarti usia ibu sekarang ada dua puluh empat tahun??" tanya Rinjani.
Wanita ojol itu menjawab, "Ada 22 sekarang mbak.."
"Ohh, berarti ibu menikah di usia 17 tahunan ya??" tanya lagi Rinjani.
Wanita ojol itu menjawab, "Iya, seharusnya saat itu saya sama kayak mbak.. merasakan indahnya masa SMA. cuman permintaan orangtua membuat saya harus mengubur semua impian saya.."
__ADS_1
"Kenapa emang??" tanya Rinjani.
Wanita Ojol itu menjawab, "Bapak saya menjodohkan saya dengan seorang pengusaha, terus saya sempat menolak karena alasan ingin kuliah dulu.. tapi bapak saya melarang.. katanya buat apa sekolah tinggi tinggi jika ujungnya tetap di dapur."
Rinjani meluruskan, "Apa yang dikatakan bapaknya ibu itu benar, tapi kurang lengkap.. kata abang saya sih perempuan itu harus keluar untuk mencari ilmu agar nantinya jika sudah menikah, saat sudah harus tetap diam di rumah dia akan punya bekal yang cukup untuk mendidik anak anaknya."
Wanita ojol itu mengangguk, "Baik, terimakasih ya Ilmunya.."
"Sama sama... alhamdulillah sampai juga, ini uangnya bu.. kembaliannya ambil saja.." ucap Rinjani.
"Baik, terimakasih ya.." jawab Wanita itu.
"Sama sama.." balas Rinjani yang melepas helmnya, lalu memberikannya kembali pada ibu itu.
"Assalamualaikum.. pagi pak!!" sapa Rinjani Pada pak Ilham.
"Waalaikumsallam, pagi juga.." jawab pak Ilham.
*************
Jam setengah delapan pagi
"Info Akademik!! hari ini mata kuliah pak Dhanu, diliburkan sementara karena beliau sedang ke luar kota."
"Alamak, kenapa enggak dari tadi??" tanya Rifan.
Ia pun memilih melanjutkan bekerja sebagai tukang ojek online hingga ia berganti mengantar paket jam dua siang nanti.
Rika, Neli dan Rinjani sedang duduk bersama di depan kelas. karena mata pelajaran sudah tidak ada, hingga mereka menunggu pengumuman kelulusan.
"Gais, pesan makanan yuk!! kita patungan.." seru Neli.
Rinjani menjawab, "Oke, mudah mudahan kalian dapatnya kakak aku.. kali kali bantu lah.."
"Yowes, kalau benar ini dapatnya kakak kamu.. berarti kamu bayar ongkir nya aja ya!!" kata Neli.
Rinjani mengangguk, "Oke.."
"Kita pesan ini aja ya.. Ayam kentucky D'Maniac sama minumnya es teh Fanny.. ada yang beda ga??" tanya Neli.
__ADS_1
Rinjani menjawab, "Aku sih menyesuaikan.."
"Aku juga.." jawab Rika.
"Clingggg!!!"
"Ayam D'Maniac dan Es teh Fanny tiga.. plus nasi, ayamnya sayap semua alamatnya SMAN 1 KuloRaja, lah sekolahnya si Rinjani.. yoweslah, Ora Fanny ora Party.." gumam Rifan.
Ia pun menancapkan gas motornya menuju restoran ayam itu.
"Ihh bener kan kakak aku.. fix ya aku bayar ongkirnya aja.. ini lumayan mahal loh.. sepuluh ribu." gumam Rinjani.
Neli menjawab, "Gila sih, dia bukan ojol.. tapi youtuber terkenal.."
"Tapi asal kalian tahu, dia juga manusia.. kalau udah capek dan kondisi masih siang dia milih pulang. bukan tetap memaksakan sampai malam demi konten." pesan Rinjani.
Neli membenarkan, "Iya benar juga sih.."
Rifan tiba di sebuah restoran cepat saji, ia pun turun dari motor lalu memesan makanan itu.
"Siang kak, maaf ini.." ucap Rifan yang memberikan ponselnya pada mas kasir.
Mas Kasir menjawab, "Oke kak, ini.."
"Ini uangnya, terimakasih kak.." ucap Rifan.
"Sama sama." jawab mas Kasir itu.
Rifan melewati dua orang ibu yang sedang berbincang, "Bu, tahu enggak kalau di komplek Sinar Kembar lagi heboh pocong??" tanya salah satu ibu.
"Iya, katanya sih pertama kali ada pas ada anak anak yang ambil ikan lele di danau itu." jawab ibu satunya lagi.
Rifan tersenyum tipis, "Yang satu bahas pocong, satu lagi bahas ikan lele. apalah dayaku yang cuma mikir gimana caranya pake skin fanny." gumamnya dalam hati.
ia pun menaiki motornya, lalu mengantarkan makanan itu ke sekolah Rinjani.
**********
Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini!!!
__ADS_1