
Jam setengah tiga dinihari
Rifan terbangun dari tidurnya, karena ingin buang air kecil sekalian shalat tahajjud. saat ia masuk ke dalam kamar mandi, semua baik baik saja... hingga sebuah panci jatuh dari tempatnya.
"Darrrr!!!"
Rifan tak menghiraukan suara itu, setelah berwudhu ia berjalan keluar kamar mandi. hingga sesosok pocong ngesot menampakan dirinya.
"Ada gelas air mineral tuh!!" Rifan mengambil benda itu, lalu menginjaknya hingga menimbulkan suara mirip ledakan.
"Duarrr!!!"
hantu itu kelabakan karena terkejut, lalu ia berusaha kabur namun sialnya malah terpeleset dan kepalanya membentur lemari.
"Darrr!!!"
Sebuah sendok bakso jatuh tepat mengenai bagian atas kepala pocong itu, lalu pocong itu malah jatuh pingsan kemudian menghilang..
"Anda memasuki zona bebas hantu.." gumam Rifan.
Rifan melanjutkan perjalanan ke kamarnya, lalu melakukan shalat tahajjud di sepertiga malam itu. setelah tadi ada gangguan dari makhluk kurang kerjaan itu.
Di rumahnya, Karyn mengecek kondisi Neli yang sempat mengeluh tidak enak badan. namun ia panik karena tubuh Neli sangatlah dingin dan ia pun berusaha mengecek pernafasan Neli.
"Nel??? Nel?? Neliii!!! jangan tinggalin aku!!!" teriak Karyn membuat seisi rumah terbangun.
Bu Indira masuk ke dalam kamar Neli, lalu beliau membenarkan jika Neli sudah tiada. pak Darto dibantu Rafi pun menggotong Neli ke tengah rumah untuk membaringkan Neli disana.
Dreeerttttt!!!
"Halo?? Nel???" tanya Rinjani yang baru saja bangun untuk shalat subuh.
Karyn menjawab, "Maaf ini Rinjani ya?? begini, maafin ya kalau Neli ada salah sama kamu.. apalagi kamu telepon tiga kali tidak terangkat."
"Maksudnya gimana?? ini siapa emang?? kok bukan Neli?? Neli nya dimana??" tanya Rinjani.
__ADS_1
Karyn menjawab, "Maaf ya!! kamu harus sabar... Neli udah enggak ada!!"
Rinjani terdiam, lalu ia menjatuhkan ponselnya ke lantai.
"Neliii!!!!!" teriak Rinjani yang menangis histeris.
Rifan yang baru pulang shalat subuh, menemui adiknya yang sedang menangis sendirian di kamarnya itu.
"Kamu kenapa Rin??" tanya Rifan.
Rinjani memperlihatkan status whatsapp dimana Neli sudah terbaring di tengah rumah daj tertutup oleh kain putih.
"Innalillahi wainna lilaihi roji'un, kamu mau kesana??" tanya Rifan.
Rinjani menjawab, "Iyalah, kan dia teman SMA aku.."
"Yowes, kamu siap siap saja dulu... Rifan mau ganti baju.." perintah Rifan.
Rinjani mengangguk, "Oke.."
"Berangkat sekarang???" tanya Rifan.
Rinjani menjawab, "Yaudah ayo.."
Rifan menyalakan mesin motornya, lalu ia menaiki motornya bersama Rinjani yang duduk di belakang.
"Sudah siap??" tanya Rifan.
Rinjani menjawab, "Iya.."
Rifan pun menancapkan gas motornya untuk pergi mengantarkan Rinjani ke rumah sahabatnya yang sudah meninggal dunia itu.
Di perjalanan, Rinjani masih shock dan menangis karena baru saja kemarin sore ia saling chat pada grup kelompoknya.
"Udah dede, ikhlasin aja... doain yang terbaik buat dia.." pesan Rifan yang tidak seperti biasanya mengatakan dede pada adiknya yang sudah berumur 17 tahun itu.
__ADS_1
Perlahan kesedihan Rinjani mulai mereda, setelah tingkah unik Rifan yang menyebut dirinya dede. padahal sebelumnya selalu saling sebut nama.
"Aneh sekali kak Rifan!!" gumam Rinjani yang mulai mengelap air matanya.
Setibanya ia di rumah sahabatnya Rinjani, Rifan memarkirkan motornya di tempat yang sudah diarahkan oleh satuan pemuda di wilayah itu.
"Oke, terimakasih mas.." ucap Rifan.
Pria itu menjawab, "Iya mas... eh bentar, ini Rifan Rizky kan??" tanya pria itu.
"Iya, kenapa emang??" jawab Rifan.
Pria itu menjawab, "Ohh, senang sekali saya bisa bertemu anak seorang tokoh penting. lagi mendampingi adiknya bukan??" tanya pria itu.
dengan santai Rifan mengangguk, "Iya.. yaudah saya sama adik saya masuk dulu.."
"Baik, silakan.." jawab pria itu.
Rifan dan Rinjani masuk ke dalam rumah, lalu mereka disambut oleh Rika dan Karin yang menangis dan memeluk Rinjani.
"Rin!!! Neli!!!" teriak Karin dan Rika.
Dengan meneteskan air matanya, Rinjani tetap menguatkan dua sahabatnya itu. Rifan pun ikut membacakan surah yasin untuk Neli yang sudah ditutupi kain putih.
"Kalian harus sabar ya!! ini semua sudah kehendak yang maha Kuasa, tetaplah berdoa dan berusahalah untuk mengikhlaskan kepergian Neli." pesan Rinjani.
Rika dan Karin mengangguk, lalu mereka melanjutkan membacakan surah yasin untuk sahabat mereka, Neli.
Rifan pun mengelus kepala Rinjani dengan lembut, lalu ia melanjutkan mengajinya itu.
********
Maaf Lama Up nya...
Yuk Like, Vote dan Komen..
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan... selamat berpuasa ya!!