Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 15 : Dia Kembali


__ADS_3

Jam setengah sepuluh siang


Setelah mengikuti proses pemakaman Neli, Rifan dan Rinjani memutuskan untuk langsung pulang karena pakaian Rifan kotor setelah turun langsung ke dalam liang lahat.


"Aduh, kakak mandi dulu.. baju kakak kotor!!" gumam Rifan.


Rinjani menjawab, "Yaudah, lagian kamar mandi kita punya 4. sebenarnya buat apa sih punya kamar mandi sebanyak ini??"


Rifan hanya berjalan masuk ke kamar mandi di lantai satu, lalu Rinjani ke kamar mandi yang ada di lantai dua rumah itu.


Setelah mandi, Rifan yang mengenakan kaos jersey bola menjemur handuk miliknya di sampig rumahnya. tak lama, Rifan melihat sesuatu yang memperhatikan dirinya dari sebuah rumah milik pak Fino yang sudah lama terbengkalai sejak ia tinggal di rumah itu.


"Siapa ya?? kok wajahnya mirip sama sahabatnya Rinjani?? ahh mungkin salah lihat.." gumam Rifan.


Saat akan kembali ke dalam rumah, sebuah panggilan datang dari arah rumah pak Fino. "Rifannn!!!"


"Kenapa kak??" tanya Rinjani.


Rifan menjawab, "Dede panggil kakak bukan??" tanya balik Rifan.


Rinjani menggelengkan kepalanya, "Tidak, lagian aku baru saja beres mandi. ini aku mau jemur handuk, tapi mana ada sih hantu di siang bolong?? kecuali ya emang ada gitu hantu yang lembur."


"Bisa jadi, tapi perasaan tadi ada yang memperhatikan kakak dari arah rumah pak Fino. lalu si wajahnya itu buat kakak terngiang sama wajah sahabat kamu itu. tapi ya sudahlah, kakak mau narik dulu... kamu baik baik ya dirumah sama Riani." pesan Rifan.


Rinjani menjawab, "Iya, hati hati ya!!"


Rifan mengenakan jaket ojolnya, lalu ia pergi ke check point untuk mencari orderan.


"Clinggg!!!"


"Pesanan atas nama Rosita, di toko es boba IceTeam milik ibu Maissy Marshella.. lah kakak kelasku waktu SMA??" tanya Rifan yang menggarukan kepalanya.

__ADS_1


Ia pun menancapkan gas motornya, setibanya di toko boba yang ramai itu. ia disambut bak pahlawan oleh semua orang di toko, termasuk Bu Maissy sendiri.


"Halo mas Rifan..." sapa bu Maissy.


Rifan menjawab, "Assalamualaikum, saya mau ambil pesanan es boba rasa coklat dua dan durian satu."


"Banyak sekali, buat siapa ini Fan??" tanya bu Maissy.


Rifan menjawab, "Buat orderan ini atas nama Rosita.."


bu Maissy mengangguk, "Ohh orderan, biar saya cek dulu.. Dina coba cek pemesanan atas nama Rosita." perintah bu Maissy.


"Ada ini.. mas Rifannya silahkan tunggu saja!!" balas Dina.


Rifan mengangguk, "Baik.."


Di Rumah, Riani dan Rinjani sedang memasak di dapur untuk makan malam Rifan nanti. tak sengaja, kaki Riani membentur lemari rak piring sehingga sebuah buku misterius jatuh dari atas.


Riani memegangi kepalanya, lalu membuka buku itu secara perlahan. ternyata itu adalah sebuah buku diary yang penuh ceceran darah dan berbau menyengat.


"Bau apa ini??" tanya Rinjani.


Riani menoleh ke arah Rinjani, ternyata sosok Neli berada di belakang Rinjani dengan keadaan menggantung terbalik.


"Kak..." kata Riani yang menunjuk ke belakang Rinjani.


Rinjani menoleh, lalu ia berusaha melindungi Riani karena gadis seusianya itu belum paham akan situasi di rumah yang sudah Rinjani tinggali selama tiga tahun.


"Mau apa kamu kemari??" tanya Rinjani.


sosok menyerupai Neli itu turun, lalu ia memberikan sebuah petunjuk berupa clue yang harus Rinjani tebak.

__ADS_1


"Hmm... tidur, tulisan... apa ya?? coba aku telepon kak Rifan." gumam Rinjani.


"Atas nama Rifan Rizky.." sahut salah satu karyawan toko es boba milik bu Maissy.


Rifan menghampiri lalu memberikan uang sepuluh ribuan pada karyawan itu. "Ini, mari bu Maissy... Wassalamualaikum.." ucap Rifan.


"Sama sama Fan.." jawab bu Maissy.


Dreetttt!!!!!!


"Halo?? apa Rin??" tanya Rifan.


Rinjani menjawab, "Bang, tadi kan Riani kayak ketiban sesuatu... dari versi gesturnya kayaknya dia membuka buku, lalu ada bau yang sangat menyengat dan tak lama sosok mirip Neli ada di belakang aku.. dia bertingkah antara tidur dan menulis. kira kira apa ya yang dikasih tau sama sosok mirip Neli ini??"


"Hmm... nanti abang tanyakan, kebetulan tadi ada beberapa orang yang abang kenal.. kamu bawa Riani ke kamar kemudian tenangkan dia." perintah Rifan.


Rinjani menjawab, "Baik.."


Rifan pergi ke rumah customer, setibanya ia disana kebetulan sedang ada acara lamaran di depan rumah customer yang ia datangi.


"Atas nama mbak Rosita ya?? maaf antrinya lama tadi.." gumam Rifan.


wanita itu menjawab, "Iya, ini uangnya..."


"Baik bu, terimakasih..." balas Rifan.


Rifan menghampiri rumah yang sedang membicarakan soal rencana pernikahan itu, tak lama perut Rifan bermasalah hingga ia harus segera pulang untuk menyelesaikan urusan perutnya itu.


"Ahhh... perutku!!!" teriak Rifan yang langsung naik motor dan pergi meninggalkan tempat itu.


*****

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen...


__ADS_2