Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 10 : Giliran Marselino yang Kena


__ADS_3

Saat melintasi areal pinggir danau, Rifan melihat objek mirip serpihan di perairan itu. saat bersamaan, Rion dan Fathar sedang melintas dan turut menyaksikan adanya serpihan dan tumpahan minyak itu.


"Kok danaunya jadi tercemar ya?? sepertinya ada yang tidak beres." gumam Rion.


Rifan turun dari motornya, "Coba cek kesana apa yang sebenarnya terjadi.." Perintah Rifan kepada Rion dan Fathar.


Fathar mengeluarkan drone miliknya, lalu Rifan mengecek di aplikasi earth untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Coba saya lihat di Peta.." kata Rifan.


Fathar menerbangkan drone miliknya, lalu mengarahkan drone itu ke arah tengah danau untuk melihat lebih dekat objek itu.


"Lho?? ini kan objeknya mirip sama pesawat, ini kayaknya dari pesawat jatuh." kata Rifan yang menunjukan objek bentuk pesawat di tengah danau itu.


Rion menghubungi beberapa temannya dari kampung yang berbeda beda, kemudian ia menghubungi tim penyelamat dan petugas setempat.


"Ada apa ini Reza??" tanya Rafa yang sedang merinci soal info perkembangan cuaca dari badan resmi pusat.


Reza menjawab, "Ada sebuah serpihan diduga pesawat yang hilang berada di danau, kita diminta kesana oleh Rion.


Rafa mengangguk, " Oke, ayo semuanya kita ke danau itu dan Reza kamu naik motor saya saja." perintah Rafa.


Reza mengambil kamera miliknya, "Baik.."


Reza dan Rafa pergi menyusul Rifan yang berada di danau bersama Rion dengan menggunakan motor trail milik Rafa.


Beberapa anggota pemuda datang bersamaan dengan tim penyelamat yang mengevakuasi seluruh korban pesawat jatuh itu.


"Ada yang tidak beres, disini kan sering dipakai orang mandi, mencuci dan memancing. tapi kok tidak ada satupun yang tahu akan hal ini ya??" tanya Rion.


Rifan mengangguk, "Kamu benar juga, seharusnya warga sekitar sini segera melapor jika mendengar atau melihat pesawat itu jatuh."


Rion memotret kode pada serpihan itu, lalu ia membuat selebaran kertas yang berisi kabar siapa saja yang keluarganya menaiki pesawat dengan kode itu. segera melapor ke Rion, Rifan atau Tim SkyWalker secepatnya.

__ADS_1


"Nah jadi, saatnya disebar.." gumam Rion.


Seorang gadis kecil mendadak menjerit saat melihat postingan Rion, ya kode yang Rion kirim adalah kode pesawat yang dinaiki oleh Ananta Pradita.


"Kamu kenapa Tania??" tanya pak Budi, ayahnya.


Tania menjawab, "Bukankah ini kode pesawat yang dinaiki sama kak Ananta??"


"Benarkah?? coba biar ayah lihat.." kata ayahnya.


Setelah melihat foto kode itu, pak Budi berlari menuju rumah tokoh adat setempat untuk pergi ke danau tempat yang diduga lokasi kecelakaan pesawat anaknya itu.


"Pak Darmo!!!" teriak pak Budi.


Pak Darmo keluar dari rumahnya, lalu ia menemui pak Budi.


"Ada apa pak Budi??" tanya Pak Darmo.


Pak Darmo terdiam sejenak, "Saya sudah tahu ini sebelumnya, namun jika benar lebih baik ikhlaskan saja.. karena danau tersebut angker."


Di sisi lain, Rafa dan Reza tiba. lalu mereka menyaksikan proses evakuasi serpihan serpihan itu serta para korban yang sudah sepekan ada di danau itu.


"Raf, kok bapakmu tidak tahu soal ini?? bukankah dia tokoh penting di desa ini??" tanya Rifan.


Rafa menoleh, "Benar juga, Reza kamu dampingi Rifan dan Rion. saya mau pulang ke rumah dulu beritahu bapak saya soal ini."


"Baik, hati hati dijalan.." pesan Rifan.


Pak Budi kebingungan, tak lama Rafa datang dan memberikan informasi jika tim penyelamat sedang mengevakuasi puing puing pesawat dan


para korban.


"Pak, kok bapak masih disini?? di danau tim penyelamat serta para pemuda sedang berusaha mengevakuasi korban kecelakaan pesawat." kata Rafa.

__ADS_1


Pak Darmo mematahkan rokoknya, "Sialan, kita kesana sekarang.."


"Waduh, saya harus lebih dulu kesana sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." gumam Rafa.


*********


Di dekat danau, Rifan, Rion, Reza, dan Rafa yang baru saja tiba berusaha menenangkan pak Darmo dan para warga yang marah karena kecelakaan pesawat itu diliput dan juga ada evakuasi.


"Bapak bapak, mohon tenang!! jangan menganggu tim yang sedang bekerja." pinta Rifan.


Pak Darmo menatap Rifan, "Mau apa kamu kesini?? kami kurang baik apa sama kamu?? kami mengizinkan kamu pergi dari kampung ini tapi kamu tetap cari masalah disini."


Rifan menjawab, "Saya hanya memberitahukan saja jika ada pesawat jatuh. mengapa anda terlihat panik seperti itu??"


Pak Darmo tak bisa berkutik saat Rifan menatap wajahnya dengan tatapan dingin. "Aaaaa!!! Hantuu!!!!"


"Hantu?? Mabuk cincau itu orang.." gumam Rion.


Pak Darmo berlari ketakutan, lalu Rion mencoba mengejar namun Rifan mencegahnya.


"Enggak usah dikejar, paling dia lagi ngehalu.." perintah Rifan.


Rafa memegang bahu Rifan, "Fan, silakan saja kalau mau pulang. nanti jika ada info akan saya beritahu."


"Baik, ayo Rinjani kita pulang!!" seru Rifan.


"Baik, mari semuanya.. Assalamualaikum.." ucap Rinjani.


"Waalaikumusallam.." jawab Rafa, Rion dan Reza.


********


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini...

__ADS_1


__ADS_2