Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 11 : Mimpi Rinjani


__ADS_3

Di alam mimpi Rinjani


Rinjani melintasi sebuah padang rumput yang sangat luas, tak lama ia melihat seorang perempuan berjalan masuk ke dalam sebuah cahaya bersama beberapa anak kecil.


"Dimana ini??" tanya Rinjani.


perempuan itu menoleh, lalu ia melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Rinjani. seolah ia memberikan ucapan terimakasih karena telah dibantu oleh Rifan dan Rinjani..


cahaya itu bertambah besar hingga membuat Rinjani terbangun dari tidurnya.


"Hahhh..."


Rifan menghentikan motornya di depan rumah, "Kamu tidur??"


Rinjani menjawab, "Iya, tumben hari ini mengantuk sekali.."


Rifan tersenyum, lalu ia menggendong adiknya itu masuk ke dalam rumah. "Aduuhh, kamu berat juga. yaudah, lanjut tidur lagi."


"Iya.." jawab Rinjani.


Rifan memakai atribut ojeknya, "Yaudah, kakak narik dulu ya!! lumayan dapat ada pemasukan buat hari ini."


Rinjani menjawab, "Hati hati.."


"Iya, Assalamualaikum.." ucap Rifan.


Rinjani berdiri di depan pintu, "Waalaikumusallam.."


Rifan berangkat menuju tempat tongkrongan dirinya bersama bapak bapak ojek online lainnya. setibanya disana ia duduk sejenak diatas motor, sambil menunggu orderan masuk.


"Clingggg!!!"

__ADS_1


"Alhamdulillah, ada orderan masuk." ia pun menancapkan gas motornya, lalu pergi ke sebuah sekolah untuk menjemput seorang siswa SMA.


Di perjalanan, ia melihat sesosok pocong. entah apa yang terjadi, pocong yang ia lihat selalu sama seperti saat ia pulang dari rumah Marselino.


"Ada apa ya?? kok dia muncul terus?? apa dia ngefans sama saya?? ahh rasanya tidak mungkin." gumam Rifan.


Ia pun melanjutkan perjalanannya, "Sejauh ini sudah ada beberapa kali diriku melihat pocong di siang hari. apakah dia sudah bermutasi?? ahh rasanya tidak mungkin."


"Dimana ya si abang ojeknya??" tanya anak kelas sebelas SMA itu.


Tak lama, Rifan datang lalu ia menghampiri anak itu. "Sore, atas nama Fajri Mustafa ya?? ke jalan Kampung Bandar.. ini pakai helmnya."


"Oke mas.." jawab anak itu.


Anak itu naik keatas motor Rifan, lalu Rifan menancapkan gas motornya.


Di rumahnya, Riani sedang tertidur lelap di kamar. lalu mamanya membangunkan dirinya karena tamu dari kota sudah datang.


"Riani!! bangun!! ayo siap siap... keluarga pak Andreas akan segera tiba dari kota." kata mama Rusmini.


"Alhamdulillah sampai juga.." ucap Rifan yang menghentikan motornya.


Siswa SMA itu turun dari motor Rifan, ia melepas helmnya lalu memberikannya kepada Rifan. "Ini mas, sebentar saya ambil uangnya dulu."


"Oke siap.." jawab Rifan yang mengambil helm itu.


Anak itu memberikan uang dua puluh sembilan ribu, "Ini mas.. ambil saja kembaliannya." kata anak itu.


"Sip, terimakasih dek.." jawab Rifan.


anak itu masuk ke dalam rumahnya, lalu Rifan melanjutkan perjalanannya menuju kota untuk mendapatkan orderan baru.

__ADS_1


"Wait, rumah siapa itu?? kelihatannya terbengkalai sekali??" tanya Rifan yang menatap sebuah rumah.


Dengan menyalakan senter yang ia bawa di tas kecil miliknya, Rifan memperhatikan setiap dari detail rumah itu dari areal depan.


"Kayaknya menarik nih, tapi siapa yang bisa tahu soal rumah ini ya?? ya sudah saya foto dulu nanti malam kesini lagi." gumam Rifan.


Setelah memfoto rumah itu, Rifan kembali pergi mencari orderan sampai nanti malam.


Selang beberapa jam kemudian, Rifan mendapat orderan makanan nasi padang di rumah makan Padang Sinar Chaniago. dari pemesan atas nama Daffa Haidar, Rifan pun pergi ke rumah makan itu untuk mengambil pesanan milik pelanggan.


"Jalan Kemangi No 39,.." gumam Rifan.


Rifan menancapkan gas motornya, lalu ia pergi ke tempat mengambil pesanan ayam bakar padang itu.


Di tengah perjalanan, Rifan berusaha menyalip sebuah bus dari jalur kiri. namun, sebuah mobil mendadak melaju dari arah berlawanan dengan melawan arus. apalagi dengan kecepatan tinggi, membuat kecelakaan tak terelakkan.


"Aaaaa!!!!"


Rifan berhasil menghindari kecelakaan itu setelah memaksakan motornya agar masuk ke jalur kanan.


"Uhh hampir saja, mobil itu menabrak kemudian pergi lagi.." gumam Rifan yang melihat dari spion motornya.


Setibanya ia di rumah makan itu, Rifan menghampiri meja kasir untuk melakukan pembayaran.


"Assalamualaikum, permisi mau ambil makanan atas nama Daffa Haidar." ucap Rifan.


gadis kasir rumah makan itu menjawab, "Waalaikumusallam, baik mas harganya dua puluh ribu rupiah." jawab kasir itu.


Rifan menjawab, "Baik, ini uangnya. kalau begitu saya pamit.. Wassalamualaikum."


"Waalaikumusallam, terimakasih silakan datang kembali.." Jawab gadis itu. sedangkan Rifan hanya membalas anggukan dan senyuman tipis.

__ADS_1


******


Yuk Like, Vote dan Komen.. maaf lama Up nya..


__ADS_2