Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 3 : Kang Paket Vs Hantu Rumah Kosong


__ADS_3

Setibanya di sebuah rumah, Rifan turun dari motornya. lalu ia membawa paket terakhir yang akan ia berikan ke atas nama Risma Yuanita.


"Assalamualaikum, Paket.." ucap Rifan yang berdiri di depan gerbang.


"Mas, atas nama Risma Yuanita ya??" tanya seorang wanita dengan pakaian lusuh, wajah rusak dan pucat itu.


Rifan menoleh, karena wajah wanita itu yang menurutnya agak aneh ia memutuskan untuk kembali memanggil ke dalam. walaupun wanita di belakang tadi bersikukuh bahwa itu adalah paket dirinya.


"Permisi Paket!!!" teriak Rifan.


Seorang lelaki keluar dari rumah itu, lalu ia memberikan sejumlah uang pada Rifan. "Atas nama Ibu Risma Yuanita ya?? ini uangnya mas.."


"Oke, terimakasih.. sebentar difoto dulu.." jawab Rifan.


"Oke sip, terimakasih ya mas.." ucap lelaki itu yang langsung masuk ke dalam rumah karena menyadari sosok di belakang Rifan.


Tanpa memperdulikan hantu di belakangnya itu, Rifan memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menjelang magrib.


"Rasain mbak, saya cengin... belum tau aja saya berasal dari keluarga yang kelewat professional." batin Rifan yang melihat hantu itu ngambek karena gagal menakuti dirinya.


Karena jam sudah menunjukan 17.59, Rifan memutuskan untuk mampir sebentar di sebuah masjid pinggir jalan untuk melaksanakan shalat magrib.


"Ahh... belajar dari yang kemarin, langsung pulang.." gumam Rifan yang pergi mengambil air wudhu.


Rifan mengenakan peci miliknya, lalu ia melaksanakan kewajibannya.


Usai shalat magrib, Rifan beristirahat sambil membeli es boba di depan masjid yang memang sudah berada di lingkungan tempat tinggalnya.


"Clinggg!!!"


"Ya maaf mbak, saya cancel.." gumam Rifan.


Setelah ada sedikit tambahan tenaga, ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk pulang.


"Clinggg!!!"


"Maaf ya pak!! saya Cancel!!" batin Rifan yang menonaktifkan aplikasinya itu sementara.


Saat beberapa meter menjelang rumahnya, Rifan tak sengaja mendengar teriakan minta tolong yang menghebohkan warga komplek termasuk Rinjani.


"Tolonggg!!!"


"Awalnya saya belum mau ambil tindakan, tapi dikarenakan sudah ada suara minta tolong.. ya mau tidak mau.." gumam Rifan.


"Tok....tok...tok.."


"Assalamualaikum, perlu bantuan??" tanya Rifan yang di belakangnya sudah ada beberapa warga yang siap membantu.

__ADS_1


"Waalaikumsallam.. Kamu ngapain kesini?? ganggu rumah tangga orang saja!!" tanya pak Edi, tetangganya.


Dengan sikap professional, Rifan menjawab.. "It's okay jika ini urusan rumah tangga.. semoga bisa cepat selesai.. atau jika memang sudah tidak bisa dibicarakan lagi... mending istri bapak pulangkan saja ke rumah orangtuanya. masih mending biar dia bisa memiliki waktu untuk pemulihan."


Karena masih mampu mengendalikan emosi, pak Edi mengemasi pakaian istrinya yang ternyata usianya satu tahun lebih tua dari Rinjani itu. lalu ia membawa istrinya itu pulang ke rumah orangtuanya untuk membicarakan nasib pernikahan mereka.


"Kok kak Rifan mendadak bener sih?? hmm dunia sedang tidak baik baik saja kalau Kak Rifan bicaranya agak lempeng." batin Rinjani yang mengintip dari teras rumah.


Rifan menaiki motornya, lalu ia melanjutkan sedikit perjalanannya. setibanya di rumah, ia disambut oleh Rinjani adiknya.


"Pak Edi kenapa??" tanya Rinjani.


Rifan menjawab, "Biasalah, ada sedikit masalah.. semoga mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri."


"Yaudah, abang mandi dulu sana!!" perintah Rinjani.


Rifan menjawab, "Iya.."


***********


Jam setengah satu malam


Dreeerrt!!!


"Halo?? Assalamualaikum pak!!!" ucap Rifan pada pak Erwin, manajernya di tempat Drop point pengantaran kargo.


Rifan menjawab, "Begini pak, saya ingin melaporkan hasil pengantaran hari ini. yaitu sebesar dua juta enam ratus ribu pak, uangnya sudah saya transfer via bank.. saya sudah kirim bukti transfernya."


Pak Erwin tersenyum, "Baik terimakasih Fan, aduh saya juga mau tidur.. kamu masih semangat kirim laporan keuangan. nanti besok siang ambil gaji bulan ini ya!!"


"Baik pak... kalau begitu saya mau tidur dulu.. selamat malam pak!! Wassalamualaikum.." ucap Rifan.


Pak Erwin menjawab, "Waalaikumusallam.."


Rifan mencharger ponsel miliknya, lalu ia berbaring di tempat tidurnya.


Rinjani terbangun dari tidurnya, karena jam menunjukan setengah empat pagi. ia pun mengambil air wudhu, lalu shalat tahajud.


"Whoamm... singkat sekali tidurku!! Rinjani?? aduh emang dah rajin sekali adikku ini. hmm, akupun tidak boleh kalah.." gumam Rifan.


Saat Rifan membuka pintu, ternyata di balik pintu ada sesosok pocong. ia pun hanya santai bersikat gigi tak menghiraukan pocong itu.


"Wuachhh..."


setelah berkumur kumur, ia mengambil wudhu lalu ia pergi ke kamarnya untuk shalat tahajud.


"Sial bener gua jadi pocong!!".

__ADS_1


Setelah shalat tahajud, adzan subuh berkumandang. ia pun bangkit dari duduknya, lalu bergegas pergi ke masjid.


Rinjani yang selesai melaksanakan shalat subuh, membereskan tempat tidurnya. saat sedang memukul kasur dengan sapu lidi, tak sengaja ia menginjak kaki hantu Ibu yang paling terkenal.


" Awww!!!!"


"Pakkk!!!"


Sekali pukulan dari Rinjani, hantu itu menghilang. memang semua hantu yang masuk ke rumah Rifan akan mengalami kesialan karena ulah Rinjani dan Rifan sendiri.


Pagi pun tiba, Rinjani yang sudah membuat menu telur dadar. menyantap sarapan itu bersama Rifan yang akan berangkat kuliah.


"Dreeeetttt!!!"


"Halo?? apa Ma??" tanya Rifan.


Mama Widya menjawab, "Semalam ada mas Dhika ke rumah Fan??"


"Mana Rifan tahu?? Rifan pulang sebelum isya tapi tidak ada siapa siapa sampai setengah satu malam." jawab Rifan.


Mama Widya kebingungan, "Aduh, bagaimana ini??"


"Lha?? kenapa memangnya ma??" tanya Rifan.


Mama Widya menjawab, "Mas Dhika dan keluarganya sedang dalam perjalanan ke rumah kamu semalam.. cuman masalahnya mereka hilang kabar.. terakhir jam sepuluh malam."


"Lagian mau apa sih?? bukannya Rinjani sudah bilang tidak mau??" tanya Rifan.


Mama Widya menjawab, "Fan?? ini kamu kan?? kok kamu mendadak sensitif seperti ini??"


"Yaudah ma, Rifan mau berangkat kuliah dulu.. Assalamualaikum.." ucap Rifan.


"Waalaikumusallam.." jawab mama Widya.


Rinjani menanyakan kepada Rifan, "Bang?? semalam dapat berapa hasil ngojek sama antar paket??" tanya Rinjani.


"Ada sekitar ya... dua juta enam ratus.. butuh buat belanja hari ini???" tanya balik Rifan.


"Enggak, aku cuman nanya aja.. saking bingung tadi aku mau nanya..eh lupa nanya apa ya??" gumam Rinjani.


Rifan tersenyum, "Yaudah, kalau begitu abang berangkat kuliah dulu ya!! Assalamualaikum... yang pinter ya cantik!!" ucap Rifan yang mengelus kening adiknya itu.


"Iya.. Waalaikumsallam.. semenjak keder kemarin, sepertinya dia paham kalau aku itu butuh perhatian dan kasih sayang." batin Rinjani dalam hati, ia pun membenahi piring lalu bersiap siap berangkat sekolah.


********


Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini...

__ADS_1


__ADS_2