Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 12 : Jurus Savage Abang Ojol


__ADS_3

Rifan melanjutkan perjalanan ke rumah customer, yang tak lain adalah tetangga dari Riani sahabatnya.


"Alamatnya sama kayak si Riani deh, dari jalur dan lokasi pengambilannya saja mengarah ke kampungnya Riani." gumam Rifan.


Setibanya ia di depan rumah customer, Rifan benar benar mengenali daerah sekitar rumah customer yang sama persis seperti kampungnya Riani.


"Assalamualaikum.." ucap Rifan.


seseorang menjawab, "Waalaikumusallam, sebentar.."


"Sore, atas nama Daffa Haidar ya?? Ini pesanan ayam padangnya." kata Rifan sambil memberikan barang pesanan Daffa.


Daffa menjawab, "Ini uangnya dua puluh tujuh, kembaliannya ambil saja."


Rifan mengangguk, "Baik, terimakasih.."


"Sama sama.." jawab Daffa.


Rifan melintas di rumah Riani, ia hanya melihat satu keluarga yang sedang kebingungan. karena rombongan yang ditunggu tak kunjung datang.


"Ada apa ini??" tanya Rifan yang kebingungan.


Ia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Riani, lalu menemui papa Riani yang sedang menunggu seseorang.


"Ngapain kamu kesini??" tanya pak Deri.


Rifan hanya terdiam, lalu ia membuka jaket ojol miliknya lalu menyimpannya di dekat gerbang rumah Riani.


"Mau apa hah?? mau menantang saya??" tanya pak Deri yang ingin menghajar Rifan.


Rifan berhasil menghindar, lalu ia berusaha menjelaskan maksud kedatangan dirinya. "Sebentar pak, saya masih bisa menjelaskan.."


"Saya tidak butuh penjelasan kamu, awas kamu ya!!!" teriak pak Deri.


Rifan mau tidak mau akhirnya berhadapan dengan pak Deri, perkelahian pun tak dapat terelakkan.


"Wah pak Deri berantem tuh sama Rifan, bisa nih jadi bahan gosip dan untuk memberitahu ke orang orang terkait sifat Rifan." gumam bu Hanna.


Kamera ponsel bu Hanna mendadak tak bisa berfungsi karena memori penuh, padahal sebelumnya memori ponsel bu Hanna hanya memiliki sedikit ruang.


"Baggghhh!!!!"


Pak Deri tersungkur, lalu ia berhasil balik memukul perut Rifan hingga membuatnya tak berdaya.


saat akan memukul kepala Rifan dengan balok, Rifan berhasil balik menyerang pak Deri dengan dorongan keras hingga pak Deri membentur tiang rumahnya dan jatuh pingsan.


"Buggg!!!!"


"Papa???"


Riani berlari keluar rumah, beberapa anggota keluarga menahan Riani agar tidak bertemu Rifan.


"Papaaa!!!" teriak Riani.

__ADS_1


Beberapa anggota keluarga menahan Riani agar tidak keluar, mendengar teriakan Riani Rifan Kw itu berusaha mendekat namun berhasil di tahan oleh nenek Riani.


"Akhirnya lega juga!!" gumam Rifan yang keluar dari toilet rumah milik Angga, sahabatnya.


Mendengar teriakan Riani, Rifan dan Angga saling bertatapan. kemudian mereka berlari keluar lalu ke rumah Riani.


"Bu Hanna ngapain bawa pisau??" tanya Rifan yang berusaha agar tidak keduluan oleh bu Hanna yang nampaknya kerasukan itu.


Usaha Rifan terlambat, ia terlambat lima menit karena bu Hanna terus mendekati pak Deri dan tak terkejar oleh Rifan dan Angga.


"Sluppp!!!" pisau itu menancap di dada pak Deri.


Pak Deri akhirnya meninggal dunia karena dibunuh oleh bu Hanna, semua anggota keluarga menangis dan juga terkejut. mereka kebingungan mana Rifan asli dan yang bukan.


"Woy, ngapain nyamar jadi saya?? saya dari tadi kebelet dan numpang buang air di rumah Angga." tanya Rifan pada sosok pocong yang sebenarnya sejak tadi sudah mengikuti dirinya.


Beberapa saat yang lalu


Setelah mengantarkan makanan ke rumah customer, Rifan merasa kebelet ingin menyelesaikan urusan toilet. ia pun memilih rumah Angga untuk ikut buang air disana.


"Assalamualaikum, Angga tolong!!!" teriak Rifan yang membuat Angga keluar dari rumahnya.


"Waalaikumusallam, kenapa??" tanya Angga.


Rifan menjawab, "Biasalah.."


"Oke... silakan.." kata Angga.


"Terimakasih, aduh sakit perutku!!" teriak Rifan.


"Wakkkk!!!!!"


Nenek Oyi pun ikut meninggal dunia karena bau menyengat dari hantu itu. tak lama, bu Hanna berlari masuk menerobos ke dalam rumah. Rifan dan Angga pun berusaha mengejar.


"Ayo kejar!!" teriak Rifan.


Rifan dan Angga mengejar bu Hanna, setibanya di sebuah ruangan yang sesuai kesepakatan tidak boleh dibuka. Rifan melihat pintu ruangan itu sudah terbuka, lalu ia menghampiri bu Hanna yang sedang merobek robek sofa.


"Ayo kita lihat!!" seru Rifan.


"Astaghfirullah, dia siapa??" tanya Angga yang kemudian menelepon polisi. tak lama kemudian, pak polisi mengolah tkp dan meminta keterangan saksi. hingga beberapa orang ditangkap karena terlibat pembunuhan mayat dalam sofa itu.


Rifan, Angga dan Riani berbincang bersama petugas. "Terimakasih atas bantuan kalian, kini kasus pembunuhan pengusaha kaya atas nama Pak Irwandi bisa terungkap. sekarang kami izin pamit," ucap pak Polisi yang menangani kasus itu.


Angga menelepon Rachel, "Halo?? Assalamualaikum Rachel, bisa jemput Riani kesini?? soalnya dia baru saja kehilangan bapak dan ibunya, soal apa yang terjadi bisa tanya langsung pada Riani jika sudah stabil."


Rachel menjawab, "Baik..."


*************


"Apaa??? mengajak Riani tinggal disini?? mau disimpan dimana wajah papa ini Rachel??" tanya pak Dion, papa Rachel.


Mendengar ucapan di telepon itu, Rifan memerintahkan Angga untuk meralat permintaan itu.

__ADS_1


"Ga, Ralat saja... Riani biar di rumah saya dulu.." perintah Rifan.


Angga menjawab, "Baik, Rachel keputusan saya ralat. Riani tidak jadi tinggal disana, dia akan tinggal di rumah Rifan untuk sementara waktu."


"Ahh, yaudah deh.." jawab Rachel.


Papa Rachel merebut ponsel dari anaknya itu, lalu ia ingin berbicara dengan Rifan. "Sini!! hei!! mana yang namanya Rifan??" tanya pak Dion.


Rifan mengambil ponsel dari tangan Angga, "Halo pak?? maaf jika anda tidak mengizinkan Riani tinggal dirumah bapak. saya bisa mengizinkan Riani tinggal di rumah saya, hingga ia menikah dan saya yang akan menanggung semuanya."


Pak Dion teringat saat dimana Rifan yang masih anak kelas satu SMA pernah mengatakan bahwa orang yang menolak Rani, bibi Rifan. rumah itu akan diberikan kepada bibinya, merasa ketakutan dan berusaha mempersilahkan Rifan untuk mengantar Riani kesana.


"Ehh maaf mas Rifan, kalau begitu boleh deh Riani tinggal disini." kata pak Dion.


Rifan menjawab, "Tidak pak, maaf kami jika sudah dilarang maka tidak akan melakukan itu. karena sudah menjelang malam, Riani akan diantar oleh bu RT daerah sini ke rumah saya untuk tinggal disana sementara waktu."


"Tapi mas.." Rifan menutup telepon itu, lalu ia bersama Marselino, Rama dan Angga pergi mengawal Riani yang akan diantar oleh bu RT menggunakan mobil ke rumahnya.


Rifan yang membonceng Rama dan Marselino yang membonceng Angga menancapkan gas motor mereka. lalu meninggalkan tempat itu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.


Rinjani yang masih duduk diluar sambil membaca novel buatan Rifan terkejut karena Rifan datang bersama anak anak lainnya dan sebuah mobil sama persis di bagian bab dimana Rifan pernah melakukan hal yang sama ke bibi mereka.


"Assalamualaikum Rinjani.." ucap Rifan.


Rinjani memperbaiki kacamata miliknya, "Riani kenapa kak??"


"Dia baru saja kehilangan ayah, ibu dan neneknya.. karena sebuah pembunuhan. tadi sudah di cek kondisi psikologisnya dan dinyatakan aman, makanya kakak bawa kesini untuk tinggal bersama kita." jawab Rifan.


Rinjani menghampiri Riani, "Innalillahi, yang sabar ya Riani... kamu boleh tinggal disini. tinggal kamu ikuti saja aturan yang sudah dibuat oleh kak Rifan ya!!"


Riani mengangguk, "Baik kak, terimakasih.."


"Sama sama, ayo kita masuk!!" seru Rinjani.


Rifan menghampiri kawan kawannya, "Kalian mau minum dulu??"


"Tidak usah, sekarang kami bertiga lanjut narik dulu.. nanggung masih ada sampai jam sembilan." jawab Angga.


"Saya juga izin pamit ya mas.." ucap bu RT.


Rifan menjawab, "Baik, terimakasih semuanya.. sekarang kalian boleh pergi.."


"Baik, mari Fan.. Assalamualaikum.." ucap Angga yang bonceng tiga bersama Rama dan Marselino.


"Waalaikumsallam.." jawab Rifan yang masuk ke dalam rumahnya.


**********


Just for Info


Riani adalah anak dari adik neneknya Rifan, artinya Rifan cukup berhati hati dalam mengizinkan Riani tinggal di rumahnya. termasuk menjelaskan beberapa aturan yang harus ditaati oleh Riani.


Dan khusus hantu di bagian bab ini dan di beberapa bab selanjutnya akan menyamar menjadi Rifan dari sifatnya dan kocaknya akan sama seperti Rifan yang asli.

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Koment...


__ADS_2