Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 8 : Mendaftarkan Rinjani


__ADS_3

Gang Kedoya


Rifan tiba di depan sebuah rumah, tak lama seorang siswa SMP keluar dari rumah berwarna abu abu itu. "Atas nama mas Rifan bukan??" tanya anak berusia 13 tahun itu.


Rifan menjawab, "Iya, ke SMP Bodjong Soang 5 ya?? nih pakai helmnya.."


anak lelaki itu naik keatas motor Rifan, lalu Rifan menancapkan gas motornya. "Ini mas Rifan Escorting Ambulans itu bukan?? sama youtuber transportasi terkenal??" tanya lelaki itu.


Rifan tersenyum, "Alhamdulillah, saya terkenal juga.. kamu suka nonton emang??" tanya balik Rifan.


"Iya, yang saya ingat sih saat mas Rifan berhasil melerai keributan antara bu Dewi dan Pak Ridhan. dengan cara melakukan penyelamatan serta pengawalan masing masing anak mereka yang kritis ke rumah sakit." jawab lelaki itu.


Rifan membenarkan, "Iya, itu sudah tugas saya untuk menolong orang lain. tapi yang pasti, saya meminta pak Ridhan untuk berpikir dua kali soal rencananya itu."


Anak lelaki itu menceritakan kondisi rumah tangga orangtuanya, "Iya, aku juga melakukan hal yang sama pada kedua orangtuaku. saat itu mereka mengalami keributan karena masalah mama yang merasa kurang perhatian dari papa."


Rifan kembali bertanya, "Bagaimana caranya kamu mendamaikan kembali mereka??"


Anak itu menjawab, "Ya entah apa yang saya lakukan ini salah atau enggak, tapi yang pasti saya membalikan keadaan dengan meminta papa berpikir buat apa menjodohkan adikku dengan sahabat dari orangtuanya atau kakek saya?? kalau sendirinya aja pernikahannya sedang diujung tanduk."


Rifan merasa tertarik dengan permasalahan anak itu, namun karena ia sudah sampai di sekolah tujuan anak itu ia pun mengurungkan niatnya.


"Alhamdulillah sampai.." ucap Rifan.


Anak lelaki itu turun, melepas helmnya kemudian memberikan uang yang sesuai dengan aplikasi.


"Ini mas.." kata anak itu.


"Terimakasih ya.." Rifan pun pulang untuk mengantarkan adiknya mendaftar kuliah.


Di rumahnya, Rinjani sedang berdandan untuk pergi ke kampus abangnya itu. tak lama, Rifan tiba di depan rumah dan menyalakan klakson telolet motornya.


"Teloleleleettttt!!!!"


"Iya bang..." jawab Rinjani yang keluar rumah lalu mengunci pintu.


Rifan membalikan motornya, kemudian Rinjani mengenakam helm kemudian naik keatas motornya itu.


"Semua kelengkapan sudah dibawa belum??" tanya Rifan.


Rinjani berpikir sejenak, "Wait, yang mana??"

__ADS_1


Rifan menepuk dahinya, "Eh lupa, fotocopy KTP kamu, kartu keluarga dan fotocopy ijazah kamu."


"Lha?? terus gimana???" tanya Rinjani.


Rifan menstandarkan motornya, kemudian ia berlari masuk ke dalam rumah untuk mencari berkas berkas itu.


"Emang dasar punya abang kok begini ya??" tanya Rinjani.


Saat Rifan sedang mencari berkas berkas itu, Bu Inayah yang terkenal dengan sebutan miss kepo datang menghampiri Rinjani.


"Kamu mau kemana Rinjani??" tanya Bu Inayah alias miss kepo.


Rinjani menjawab, "Ohh bu Inayah, aku mau ke kampus abang, daftar kuliah disana.."


"Kamu mau kuliah??" tanya Bu Inayah.


Rinjani menjawab, "Iya, kan sebentar lagi aku bakalan lulus sekolah."


"Ehh saya kasih saran ya, kamu mending menikah saja.. tidak perlu kuliah karena percuma kamu sekolah tinggi tinggi kalau ujung ujungnya cuman di dapur." kata bu Inayah.


Rinjani tetap tenang, ia pun hanya menjawab, "Iya.."


Rachel dan Riani menghampiri Rinjani yang sedang dihasut oleh Bu Inayah, walaupun sampai kapanpun Rinjani akan tetap mematuhi Rifan dan ayahnya sendiri.


"Rinjani!! mau kemana??" tanya Riani.


Rinjani menjawab, "Mau daftar kuliah, nanti aku mau kuliah di kampus tempat kakak aku."


Rachel menyambut baik rencana Rinjani, "Wah keren tuh, siapa tau kamu bisa menambah jam terbang kamu. apalagi kamu punya channel youtube kan??"


"Iya, lagian kakak kamu juga sering bilang kalau perempuan itu wajib sekolah dan berkuliah. disamping bisa mengantisipasi jika maaf suaminya kecelakaan atau sakit, istri bisa menggantikan. ataupun juga bisa menjadi guru pertama untuk anak anak kamu kelak." pesan Riani yang mensavage ucapan bu Inayah.


Rifan keluar dari rumah, "Akhirnya ketemu juga.. hai Riani, Rachel.. sedang apa kalian disini??" tanya Rifan.


"Hai Fan, enggak... ini adik kamu hampir aja dihasut sama bu Inayah. untungnya sama aku langsung diluruskan." jawab Riani.


Rifan menatap bu Inayah, "Siapapun yang menganggu adik saya, akan berurusan dengan saya."


"Udah ahh... takut!!" teriak bu Inayah yang pergi dari rumah Rifan.


Rifan menoleh, "Terimakasih ya Riani, Rachel.. kalian boleh pergi, saya dan Rinjani akan ke kampus."

__ADS_1


"Baik Fan, Assalamualaikum.." ucap Riani dan Rachel.


Rifan menjawab, "Waalaikumusallam, ayo kita berangkat Rin.."


"Oke.." jawab Rinjani.


****************


Sesampainya di kampus, Rifan mendampingi adiknya untuk melakukan proses pendaftaran.


"Assalamualaikum kak.." ucap Rifan.


Kakak Front Office menyambut kedatangan Rifan dan Rinjani, "Waalaikumsallam, ada perlu apa kak??"


Rifan dan Rinjani duduk di sebuah kursi, lalu ia menjelaskan maksud kedatangannya. "Begini, adik saya kan sudah mau lulus. dia akan berkuliah disini.."


"Oh oke kak, sebentar saya kirim link nya." jawab kakak Front Office.


Rifan menerima link itu, lalu ia meminta Rinjani untuk mengisinya sendiri.


"Nih isi.." perintah Rifan.


Rinjani mengisi formulir itu, "Ini kak berkas berkas dia.. untuk ijazahnya belum ada karena dia belum wisuda."


"Oke kak, sip lengkap... tinggal adiknya sudah selesai apa belum??" tanya kakak itu.


Rinjani menjawab, "Ini kak selesai,"


"Oke, pendaftaran sudah lengkap.. tinggal menunggu ijazah saja.." jelas kakak itu.


Rifan dan Rinjani tersenyum, "Baik, nanti jika ada info beritahu saya ya.."


"Oke kak siap," jawab kakak itu..


"Baik, kalau begitu kami berdua pamit... Assalamualaikum.." ucap Rifan.


"Waalaikumusallam.." jawab kakak itu.


***************


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini....

__ADS_1


__ADS_2