Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 5 : Hantu Anak SMA Vs Abang Ojol


__ADS_3

Jam setengah sepuluh pagi


Dengan pakaian kuliahnya, Rifan tiba di SMA KuloRaja tempat Rinjani sekolah. ia mengeluarkan kartu mahasiswanya, lalu menunjukannya pada satpam penjaga gerbang.


"Mas Rifan, ada perlu apa mas??" tanya Pak Dudung.


Rifan menjawab, "Saya lagi antar orderan makanan atas nama Nelisha Indriani."


Sesosok hantu anak SMA korban kecelakaan tiba tiba muncul dari belakang Rifan. membuat pak Dudung langsung mundur dan mempersilahkan Rifan menemui siapa yang ia tuju.


"Kak Rifan!!!" panggil Rinjani yang datang bersama Neli dan Rika.


Rifan menoleh, lalu ia tak sengaja menginjak kaki hantu siswa itu.


"Awww!!!" teriak hantu lembur itu.


Rinjani memberikan uang patungan itu pada kakaknya. "Ini bang, atas nama Nelisha kan??" tanya Rinjani.


"Iya.. promosiin abang terus ya.." perintah Rifan.


Rinjani menjawab, "Iya dah, ini uangnya pas kan??"


"Iya.. yaudah abang mau lanjut narik dulu. kalau nanti pulang sekolah mau dijemput whatsapp aja, abang sering di jalan kok." perintah Rifan.


Rinjani mengangguk, "Baik, hati hati bang.."


Rifan menaiki kembali motornya, lalu Rinjani kembali menemui Meli dan Rika yang sudah menunggu di bawah pohon.


"Dahh..."


"Aww... udah kena lembur, kena sial pula.." batin hantu anak SMA itu.


Neli memegang bahu Rinjani, "Rin, kamu sadar kan ada yang mengikuti di belakang kakak kamu??"


"Ohh itu sudah biasa, dulu sih sempat enggak nyaman karena sering diganggu.. cuman karena dulu enggak ada respon dari keluarga, juga sudah biasa.. aku sama kak Rifan sudah damai." jawab Rinjani.


Neli terdiam, "Pantesan, kok dia tetap professional walaupun sering lihat kayak gitu.."


"Yaudah, ayo kita makan!!" seru Rinjani.


Neli menjawab, "Iya, ayo.."


Rifan melanjutkan pekerjaannya, kini ia mendapat orderan untuk ambil penumpang di areal terminal Kampung Mangga.


"Clingggg!!!"

__ADS_1


"Oke sip.." jawab Rifan.


Rifan menambah kecepatan motornya, lalu ia menemui seorang lelaki seumuran dirinya sudah menunggu di areal terminal.


"Siang, atas nama mas Wahyu??" tanya Rifan.


lelaki itu menjawab, "Iya, mas Rifan ya??"


"Iya, ini helmnya.." ucap Rifan.


"Baik.." jawab Wahyu.


Wahyu menaiki motor, lalu Rifan menancapkan gas motor miliknya itu.


Di perjalanan, seperti biasa Rifan mengobrol dengan penumpang yang dia bawa. "Mas dari mana mau kemana??"


"Saya mau ke rumah sepupu, kasihan dia sudah kehilangan kakaknya.." jawab Wahyu.


Rifan kembali bertanya, "Kehilangan dalam hal ini maaf mas, maksudnya meninggal dunia begitu??"


"Iya.." jawab Wahyu.


Rifan mengangguk, "Ohh, begitu ya?? gangnya yang depan kan??" tanya Rifan.


"Iya.." jawab Wahyu.


"Ahh.. mungkin pikiranku sedang kacau!!" batin Rifan dalam hati.


Setibanya di tempat tujuan, Rifan melihat banyak orang sudah berkumpul. Wahyu turun dari motor, melepas helm lalu memberikan helm dan sejumlah uang sesuai aplikasi.


"Terimakasih mas.." ucap Rifan.


"Sama sama.." jawab Wahyu.


*************


Jam setengah satu sian


Tik!! Tik!!! Tik!!!


Hujan turun dengan derasnya, Rifan berteduh dibawah halte bus. sambil meminum minuman ringan, ia menunggu hujan reda.


"Banyak pecahan kaca, apa yang sebenarnya terjadi??" tanya Rifan.


Ia pun bertanya pada bapak penjual angkringan di halte itu, "Maaf pak, disini ada apa ya??" tanya Rifan.

__ADS_1


"Disini ada kecelakaan antara siswa SMA KuloRaja dengan sebuah truk dan sebuah mobil sedan berwarna hitam." jawab bapak itu.


Rifan terdiam, "Bentar, pantesan perasaan agak enggak enak pas di sekolahnya Rinjani. ternyata itu mungkin sosok dari siswa tadi yang belum menyadari jika ia sudah meninggal."


"Iya, tadi belum memberikan info ke pihak sekolah." jawab bapak itu.


Rifan mengangguk, "Baik pak, terimakasih.. nanti jika sudah reda saya akan kesana.."


SMAN 1 KuloRaja


Rinjani sedang menunggu hujan reda bersama Neli dan Rika, tak sengaja Neli melihat ke ujung lorong sekolah ada seorang siswa yang penuh luka dan berjalan layaknya zombie.


"Aaahhh!!!"


"Brukkk!!!"


"Neli?? ayo Rika bantu aku bawa Neli ke UKS." seru Rinjani.


"Iya ayo.." jawab Rika.


Perasaan Rifan tak karuan, ia segera memakai jas hujan miliknya lalu pergi ke sekolah SMA KuloRaja.


"Harus kupaksakan kesana.. sebelum sesuatu yang semakin buruk bisa terjadi." gumam Rifan.


Rinjani membuka pintu UKS, lalu ia melihat siswa tadi. "Apa yang sebenarnya terjadi ya??" tanya Rinjani yang langsung membaringkan Neli yang belum sadarkan diri.


"Assalamualaikum.. permisi pak, apakah bapak kenal dengan siswa ini??" tanya Rifan yang menunjukan sebuah foto.


"Waalaikumsallam, ini siswa sini.. dia kenapa??" tanya balik pak Dudung.


Rifan menjawab, "Dia meninggal dunia karena kecelakaan, apakah pihak sekolah sudah mengetahui hal ini??"


"Sepertinya belum, akan saya beritahu.. terimakasih mas Rifan.." jawab pak Dudung yang langsung menemui kepala sekolah dan dewan guru.


Neli membuka matanya, namun kini ia melihat siswa tadi sudah dengan pakaian utuh, bersih, wajahnya tersenyum lalu menghilang.


"Kamu lihat apa??" tanya Rinjani.


Neli menjawab, "Aku melihat ada hantu laki laki, tadi sih mukanya penuh darah.. dan jalannya kayak zombie. tapi sekarang dia wajahnya utuh, dan kini menghilang."


"Sudah, jangan dibahas lagi.. mungkin pikiran kamu kosong.. yang penting kamu sudah sadar." pesan Rinjani.


"Renooo!!!!!" teriak anak anak satu kelas yang berada di sebelah ruangan UKS.


"Ada apa ini???" tanya Rinjani.

__ADS_1


**********


Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini...


__ADS_2