
Karena keadaan semakin mencekam, Rifan, Marselino dan Rama segera keluar dari rumah itu untuk menunggu Wahyu yang sedang dalam perjalanan.
"Assalamualaikum, kenapa Villanya menjadi seperti ini?? tadi malam saya lewat masih ada suara alunan lagu??" tanya Wahyu.
Rifan menjawab, "Waalaikumsallam, tapi di dalam ada bercak darah dan bungkusan aneh. tapi pas dipegang sama Marselino, eh malah terbakar."
"Masa iya?? coba kita cek lagi ke dalam.." seru Wahyu.
Keempat pemuda itu kembali masuk ke dalam rumah villa berwarna abu abu untuk mencari informasi terkait apa yang sebenarnya terjadi disana.
"Nah ini bercak darahnya..." gumam Rifan.
Wahyu memperhatikan jejak darah itu, lalu ia berjalan mengikuti arah kemana jejak itu akan berhenti.
"Ini kok bercaknya semakin banyak?? apa yang sebenarnya terjadi disini??" tanya Marselino yang memperhatikan keadaan di sekitar.
Setibanya di ruang kamar, betapa terkejutnya mereka saat menemukan sesosok jasad perempuan tergeletak diatas tempat tidur.
"Astaghfirullah, dia kenapa?? mukanya sudah pucat seperti itu??" tanya Rifan.
Wahyu segera menelepon polisi, karena keadaan semakin kacau.
"Halo pak, izin lapor ada penemuan mayat di Villa Desa Sukamakmur. ini saya dan kawan kawan akan melakukan penyisiran ke tempat lain." ucap Wahyu.
"Baik, laporan saya terima.. saya bersama anggota kesana sekarang.." jawab Ipda Albaar.
__ADS_1
Wahyu bersama pemuda lainnya kembali menyisir beberapa tempat, setelah semuanya dinyatakan tidak ada apa apa mereka pun kembali ke ruang depan.
"Sepertinya sebagian ada yang kabur lewat pintu belakang, dan ada satu ruangan yang terkunci. di dekat pintu kamar tamu." kata Wahyu.
Marselino membalas, "Sudah, tempat itu biar petugas yang mengecek. kita tunggu petugas datang saja dulu."
"Oke.." jawab Wahyu.
Petugas pun datang mengevakuasi jenazah itu, lalu saat membuka ruangan yang terkunci. ternyata masih ada jasad pria tua tergantung di dalam ruangan gudang terbengkalai.
"Ini masih ada!!" ucap salah satu petugas.
pria itu pun dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses visum, demi keamanan dan kepentingan penyelidikan tempat itu dipasangi garis polisi sementara waktu.
"Kalau ada yang bunuh diri dan korban pembunuhan, besar kemungkinan pelakunya masih orang dalam." duga Wahyu.
"Tidak, semalam lagu lagu dangdut masih terdengar.." jawab Wahyu.
"Criinggggg!!!!!"
"Saya ada orderan, nanti kumpul saja di rumah saya jam 7 malam. kita bahas hal ini lebih lanjut lagi." perintah Rifan.
Anak anak lain menjawab, "Baik.."
Rifan pun mengenakan helmnya, lalu ia mulai mengambil orderan yang lain lagi.
__ADS_1
Rifan memasuki sebuah gang yang posisinya tak jauh dari gang desa Sukamakmur. lalu ia menghampiri sebuah toko untuk mengambil orderan SkyFood.
"Assalamualaikum.. mbak, atas nama Rina Maharani ya?? Ice Coffe 2, Milk Chocolate 2 dan Taro 1." ucap Rifan.
Gadis yang menjaga kedai itu menjawab, "Siap om.."
"Iya, aduh dapet duit kagak apes iya.." batin Rifan yang melepas Masker miliknya.
Seorang ibu datang lalu membuat minuman itu, sambil mempersiapkan gelas plasti untuk diisi topping gadis itu mengajak Rifan mengobrol.
"Apes kenapa Om... ehh... maaf maksudku mas?? maafin aku kira kamu bapak bapak.." gumam gadis itu.
"Iya, tenang aja.. udah biasa kok.." jawab Rifan.
"Maaf aku ulangi, tadi kata masnya apes.. maksudnya gimana??" tanya gadis itu.
Rifan menjawab, "Tadi saya antar barang, eh pas sampai tujuan si barangnya hilang dan malah nemuin mayat."
"Tenang, belum rezeki kali.. ini sebentar lagi minumannya selesai.." kata gadis itu yang menuangkan minuman dari blender satu persatu.
Rifan mengenakan maskernya kembali, tak lama pesanannya itu selesai. "Ini mas, semuanya jadi dua puluh empat ribu.."
"Ini uangnya, terimakasih ya.." ucap Rifan yang melanjutkan perjalanan.
"Sama sama.." jawab Gadis itu.
__ADS_1
****
Maaf Lama Upnya, cari idenya susah.. hehe..