Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 1 : Kejadian Aneh


__ADS_3

Jam setengah delapan pagi


Rifan terbangun dari tidurnya, ia merasa aneh karena semalam ia hanya berbaring sebentar lalu memainkan ponsel miliknya. ternyata ia ketiduran hingga terbangun pada pagi ini.


"Hiks..hiks..hiks.."


suara tangisan terdengar jelas oleh Rifan, ia pun membuka pintu dan mencari sumber suara tangisan itu.


"Ada apa ini ramai ramai?? pak maaf apa yang sebenarnya sudah terjadi??" tanya Rifan pada Pak RT setempat.


Pak RT menjawab, "Ada suami istri yang sudah lanjut usia meninggal dunia karena diserang pocong katanya."


"Oalah, pak izin ya saya Rifan.. temannya Marselino. saya malah ditinggal sendiri di rumahnya." ucap Rifan.


Pak RT mengangguk, "Oke sip, boleh liat KTPnya??"


"Ini pak.." jawab Rifan yang memberikan fotocopy KTP.


Pak RT tersenyum, "Baik, selamat datang di desa Sukamurni blok M. masnya tadi sudah diperkenalkan oleh Dek Marselino, katanya memang masnya ditinggal agar tidak terjadi salah paham."


"Baik pak, kalau begitu saya izin pamit.. saya disini hanya ikut tidur saja.." gumam Rifan.


Pak RT menjawab, "Baik Mas.. siap, hati hati dijalan ya!!"


Rifan mengangguk, lalu ia naik motor miliknya kemudian pergi meninggalkan tempat itu. "Mari pak.."


"Oke.." jawab pak RT.


Di perjalanan, ia masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. "Hmm... apakah gangguan teknis yang kualami ada kaitannya dengan kejadian di rumah Marselino?? ahh.. lain kali jika sudah menjelang malam lebih baik tidak menerima orderan."

__ADS_1


Setibanya ia di rumah, Rinjani adik Rifan yang sudah menyambut kedatangan abangnya itu justru dibalas dengan penolakan halus dari Rifan dengan alasan tertentu.


"Abang!!!"


"Bentar ya, jangan dulu pegang Abang.. mau mandi dulu.." balas Rifan dengan senyuman di wajahnya.


Rinjani mengangguk, memang dia sudah paham jika abangnya menolak untuk dipeluk berarti ada sesuatu yang sudah terjadi.


Setelah mandi, Rifan mengenakan kemeja putih miliknya. lalu ia mengenakan celana hitam, jas almamater merah dan dasi hitam miliknya.


"Bang... ini sarapan dulu!!" ucap Rinjani.


Rifan memeluk Rinjani, "Maaf ya!! ini uang hasil narik kemarin... belum abang apa apain.. kalau beli buat masak.. pake yang ini aja.." ucap Rifan yang memberi uang lima lembar lima ratus ribuan.


"Abang kenapa sih?? ada masalah bukan??" tanya Rinjani.


Rifan menjawab, "Biasalah, keder lagi.. nanti mah kalau udah magrib abang enggak akan ambil orderan lagi."


Rifan mengangguk, "Iya.. ayo kita makan sarapan!!"


Selama sarapan Rifan masih terus diam, "Oh iya bang, kan di rumahnya pak Darmo ada penampakan pocong.. nih fotonya ada.."


"Waduh, kok sama??" tanya Rifan.


"Wah bisa nih buat abang selidiki, yaudah abamg berangkat kuliah dulu.. kamu jangan keluar rumah kecuali ada hal yang penting dan berinteraksi dengan tetangga." pesan Rifan.


"Baik kak.." jawab Rinjani.


Rifan mengangguk,"Yowes, kakak berangkat kuliah dulu ya!!"

__ADS_1


"Iya.. hati hati.." jawab Rinjani.


*********


Jam setengah sembilan pagi


Rinjani membersihkan tempat tidur miliknya, lalu ia merasa ada yang memperhatikan dirinya dari arah dapur.


"Kok jadi merinding begini ya??" tanya Rinjani yang mempercepat kegiatannya, lalu ia memilih meninggalkan kamarnya.


Rifan yang sudah tiba di kampus, segera turun dari motornya lalu ia berjalan masuk ke areal kampus.


"Fan, enggak narik hari ini??" tanya Rama, sahabatnya.


Rifan menjawab,"Nanti siang setelah mata kuliah, mungkin tidak akan sampai malam. nanti keder lagi kayak kemarin.."


"Kenapa memang??" tanya Rama.


Rifan menjawab, "Waktu malam kemarin, mungkin kelelahan... dapet orderan tuh nah pas sudah di tempat sesuai aplikasi tadinya ada rumah.. nah setelah dapet uangnya dan paketnya dikasih, saya jalan tuh... liat ke belakang.. eh kebun pisang sama singkong semua."


Rama mengingatkan Rifan, "Ya, keputusanmu cukup diberi apresiasi sih.. kalau memang badan sudah capek, apapun hasilnya mending pulang saja."


Rifan menegaskan, "Bukan takut sama hantunya, tapi takut melakukan kesalahan yang tidak penting yang mengundang kejahatan. kalau memang bisa balik siang, ya balik lah.."


"Benar juga sih.. yaudah duduk saja dulu.." seru Rama.


"Yowes.." jawab Rifan.


*********

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini..


__ADS_2