Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 17 : Keder lagi


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 19.09, Daffa yang selesai melaksanakan shalat subuh bertemu dengan sissy, salah satu rekan satu kampus yang langsung menangani gadis itu dan adik adiknya.


"Daf, untung kamu datang!! aku mau bicara penting sama kamu." kata sissy.


Daffa menjawab, "Oke, silakan.."


Sissy menjelaskan, "Begini, kan kamu menitipkan gadis itu ke rumah ini. nah kata kamu kan dia punya tiga adik, tapi setelah aku tanya tanya lagi ternyata salah satu adiknya sudah meninggal karena sakit."


Daffa tersadar, "Oh iya, kan belum sampai seminggu adiknya meninggal karena sakit yang tak tertangani segera."


"Nah kan benar.." gumam Sissy.


Daffa memberikan saran, "Begini, kamu tangani saja dulu mereka. ajarkan kepada mereka untuk mengikhlaskan saudara mereka yang baru saja meninggal beberapa hari lalu."


Sissy mengangguk, "Baik, siap.."


Daffa melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya, lalu ia memilih menonton serial televisi favoritnya.


Rinjani menyiapkan makan malam bersama Riani, tak lama Rifan datang untuk menyantap makanan buatan dua gadis itu.


"Rin, tadi itu siapa sih teman kamu yang satu lagi??" tanya Rifan.


Rinjani menjawab, "Rika?? kenapa emang??"


"Enggak, tadi rumahnya kebakaran. tapi berhasil kakak selamatkan sih.." jawab Rifan.


Rinjani terkejut, "Ihh kasihan sekali Rika, dia tinggal dimana sekarang??" tanya Rinjani pada Rifan.


Rifan menjawab, "Di rumah samping tempatnya Daffa, disana ia ditangani oleh tim medis."

__ADS_1


Rinjani mengangguk, "Ohh gitu, kalau begitu antar aku kesana ya kak!! mau menghibur Rika." pinta Rinjani.


Rifan mengangguk, "Besok saja ya!! sekarang sudah malam.."


Rinjani menjawab, "Yaudah, sekarang lanjutkan saja dulu makan malamnya."


Setelah makan malam, Rifan kembali ke ruang kerjanya. saat melihat riwayat chat whatsapp dari seseorang tidak dikenal."


NN ( No Name )


NN : P


NN : Maaf mas, boleh minta tolong??


Rifan Rizky : Maaf siapa anda?? semisal klien bukan begini cara chatnya... tidak sopan!!


NN : Katakan pada anak saya!! maafkan saya!! saya tidak bisa menjaga ia dengan baik!!


NN : Iya Riani...


Rifan Rizky : Yang benar anda siapa?? manusia jahil atau hantu?? kalau hantu canggih juga punya ponsel.


NN menelepon..


"Halo?? Maaf dengan siapa dimana??" tanya Rifan.


Dia menjawab, "Saya ayahnya Riani,..."


Rifan mulai sadar, ada yang tidak beres. ia pun memulai aksi jahilnya. "Iya, nanti disampaikan. sudah dulu ya!! nanti tidak usah menelepon lagi bye."

__ADS_1


Rifan menutup teleponnya, lalu ia melanjutkan pekerjaannya.


Sementara itu, Rinjani yang sedang mencuci piring merasakan ada sesuatu yang memperhatikannya dari belakang. saat ia menoleh, ternyata benar ada sosok guling berwarna putih yang tak lain adalah om Poci.


"Ngapain kamu disini?? hushh hush sana.." tanya Rinjani yang mengusir hantu itu menggunakan gagang sapu.


Pocong itu pun akhirnya pergi, Rinjani melanjutkan aktivitas mencuci piring piring sisa makan tadi.


Dreettttt!!!!


"Halo?? apa dek??" tanya Rifan pada Yoga dan Tsabita, adik adiknya.


Tsabita menjawab, "Malam kak... aku sama Yoga kangen sama kakak.."


Rifan menjawab, "Iya, tapi kondisi tidak memungkinkan untuk kesana.. nanti kakak usahain buat kesana sama kak Rinjani. apalagi sekarang ada Riani tinggal disini!!"


"Tapi kak besok jemput kita aja!! kita lagi tinggal di pengungsian!! desa kita terkena kutukan. jadinya beberapa warga termasuk mama dan papa, pergi mengungsi." jawab Tsabita.


Rifan berpikir ulang, "Yaudah, besok kakak kesana.. kamu tetap bersama Yoga. kalau ada apa apa segera beritahu kakak.."


Tsabita menjawab, "Baik kak.."


Rifan menutup teleponnya, lalu ia berlari ke dapur untuk memberitahu Riani dan Rinjani soal hal ini.


"Rin, besok pagi kakak mau jemput Tsabita dan Yoga. kalian berdua tetap di rumah ya!!" pesan Rifan.


Rinjani menjawab, "Oke kak.."


****

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen...


__ADS_2