Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 9 : Pekerjaan Marselino


__ADS_3

Jam setengah dua belas Siang


Rifan menepikan motornya ke parkiran sebuah masjid Desa Waru Bakti untuk melakukan kewajiban shalat dzuhur.


"Begini ya kebiasaan abang kalau sudah masuk waktu shalat??" tanya Rinjani.


Rifan tersenyum, "Iya, yang pertama kali abang lakukan ketika mendengar adzan adalah mencari masjid atau mushola terlebih dulu. setelah itu mungkin istirahat atau makan siang, paling lanjut lagi jam satu siang."


Rinjani mengangguk, "Iya deh,.."


"Assalamualaikum pak, untuk tempat wudhu dimana ya??" tanya Rifan pada seorang bapak yang ternyata mengetahui jika Rifan adalah anak seorang tokoh ternama.


Bapak itu menjawab, "Oh mas Rifan rupanya, silakan bisa disini... kalau mbak Rinjani bisa di sebelah sana yang khusus untuk perempuan."


Rifan dan Rinjani mengangguk, "Baik.."


Rifan mengambil air wudhu, setelah itu ia mengenakan kembali jam tangan miliknya kemudian ikut bergabung dengan shaf.


"Permisi bu, boleh pinjam mukenanya??" tanya Rinjani dengan ramah.


Ibu itu menjawab, "Wah ada mbak Rinjani, pakai yang ini saja... memang disediakan untuk perempuan yang sedang dalam perjalanan."


Rinjani mengangguk, "Baik bu, terimakasih.."


"Sama sama.." jawab ibu itu.


Setelah shalat, Rifan duduk sebentar di halaman masjid sambil mengecek kondisi motornya. "Besok saatnya jajan Davron.." gumam Rifan pada motor miliknya.


Rinjani keluar dari dalam masjid, lalu ia menemui abangnya yang sedang minum air mineral kemasan.


"Bang, mau langsung pulang??" tanya Rinjani.


Rifan melihat ada tukang bakso yang baru saja selesai melaksanakan ibadah shalat dzuhur. ia pun mengajak Rinjani untuk makan bakso terlebih dahulu.


"Makan bakso enak kali ya!! makan bakso dulu yuk!!" seru Rifan.


Rinjani menjawab, "Aku sih menyesuaikan.."


Rifan menghampiri tukang bakso itu, "Halo mas Rifan, tumben shalat disini??" tanya abang tukang bakso itu.


"Iya, kebetulan pas lewat sudah adzan.. yaudah mampir dulu.. saya sama Rinjani mau ya makan disini, pakai bihun dan kwetiaw saja." jawab Rifan.


abang itu menjawab, "Baik, silakan duduk saja dulu mas Rifan.."


"Oke.." jawab Rifan dan Rinjani yang duduk disebuah kursi.


Marselino yang kebetulan shalat di masjid yang sama dengan Rifan, menghampiri mereka yang sedang menunggu bakso.

__ADS_1


"Assalamualaikum Fan.." ucap Marselino.


Rifan menjawab, "Waalaikumusallam.. lagi ambil barang Lin??"


"Iya nih, kebetulan masih ada beberapa lagi.. maaf nih saya duluan ya!! mau antar barang lagi, Assalamualaikum.." ucap Marselino.


Rifan menjawab, "Waalaikumusallam.. kalau ada Uka Uka jitak aja ya Lin.." pesan Rifan dengan nada bercanda.


Marselino menjawab, "Siap Fan.."


abang itu memberikan dua mangkuk bakso kepada Rifan, "Ini mas.."


"Oke, terimakasih.." jawab Rifan dan Rinjani.


abang itu duduk di samping Rifan, "mas, mas kan sering antar paket sama orderan makanan malam malam ya?? nah apa enggak takut sama ya something yang kadang muncul tiap malam??"


Rifan tersenyum, "Itu sudah biasa, terakhir sih karena kelelahan jadinya saya keder. maka dari itu saya tidak mau mengambil orderan jika sudah jam 9 malam apabila di kota dan jam maghrib apabila di kampung."


"Lebih ke alasan keamanan aja sih ya Mas??" tanya abang itu.


Rifan menjawab, "Iya.."


Rinjani menyimpan mangkuk yang sudah bersih itu di bawah kursi lalu ia meminum segelas teh hangat.


"Mau pulang sekarang???" tanya Rifan pada Rinjani.


Rifan mengeluarkan uang dua puluh ribu dari dalam tas miliknya, "Ini uangnya mas, terimakasih ya.."


"Siap sama sama mas Rifan.." jawab abang itu.


Rifan dan Rinjani mengenakan helmnya, lalu keduanya menaiki motor dan melanjutkan perjalanan pulang.


Marselino merasakan ada sesuatu yang harus ia kerjakan, karena tak bisa ditunda ia pun mengerjakan keperluannya itu di sebuah kebun pisang.


"Ahh lega," ia pun bangkit dari jongkoknya.


Setelah buang air kecil, Marselino melanjutkan perjalanan menuju rumah seorang gadis.


"Lha kok ini motor jadi berat ya??" tanya Marselino yang turun dari motor, lalu mengecek ke seluruh bagian motornya.


Merasa tak ada yang aneh, ia pun kembali menaiki motornya lalu meneruskan perjalanan dengan menancapkan gas motornya. hingga tanpa ia sadari sesosok pocong yang berada di bagian belakang motornya terpental.


Setibanya ia di depan warung kopi, sebuah pesan dari penerima paket bahwa posisi rumahnya berada beberapa meter lagi dari tempat ia diam sementara.


0856799xxxxxx : Bang, dari Warung kopi jalan terus, nanti ada perempatan abang belok kanan.


Marselino : Oke Mba.. sebentar saya beli es seduh dulu..

__ADS_1


Marselino dengan polosnya mampir sebentar ke warung kopi itu, lalu ia memesan es teh manis.


"Bu, Es teh satu.." ucap Marselino.


Gadis berusia itu menoleh, "Ba..bu..ba..bu.. saya masih 15 tahun ya!!"


Marselino terkejut, lalu ia membuka maskernya.. "Ahh panas hari ini!!!"


"Eh mas Marselino??? ihh maaf kirain bukan mas Marselino.." gumam gadis itu.


Marselino tersenyum, "Yaudah enggak apa apa, oh iya kamu kenal sama Ananta Pradita enggak??"


"Ehh.. itu kan tetangga aku!! dia sudah hampir seminggu ini tidak terlihat.." jawab gadis itu yang memberikan es seduh pada Marselino.


Marselino memberikan uang seribu pada gadis itu, "Ini uangnya.. di rumahnya ada siapa ya?? soalnya paket ini harus dibayar.."


"Mas Marselino tinggal jalan lagi ke depan, nanti belok kanan.. nah disitu rumahnya!!" jawab gadis itu.


Marselino mengangguk, "Baik, terimakasih.."


"Sama sama.." jawab gadis itu.


Marselino melanjutkan perjalanannya, sesuai dengan arahan dari chat whatsapp gadis pemesan di aplikasi. setibanya disana ia hanya menemukan sebuah rumah sederhana.


"Assalamualaikum.." ucap Marselino.


Seorang gadis kecil membuka pintu, "Waalaikumsallam, mau ketemu siapa ya mas??"


"Maaf, apa benar ini rumahnya Ananta Pradita??" tanya balik Marselino.


Gadis itu menjawab, "Iya benar, ini paket kakak aku kan?? berapa totalnya bang??"


"Dua ratus lima puluh ribu saja.." jawab Marselino.


Gadis itu memberikan uang yang sangat pas kepada Marselino. "Ini bang... terimakasih ya!!"


"Sama sama, Sebentar... foto dulu." seru Marselino.


"Nah oke sip, kakaknya kemana ya dik??" tanya Marselino.


Dengan polosnya gadis itu menjawab, "Kakakku jalan jalan naik pesawat dari hari sabtu lalu.. sampai hari ini tidak ada kabarnya lagi."


Seorang pria keluar dari rumah itu, "Mau apa kamu kesini???"


Marselino menggelengkan kepalanya, "Ehh enggak, permisi om.." ucap Marselino dengan ramah.


************

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini....


__ADS_2