Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 16 : Kebakaran Besar


__ADS_3

Rifan mencari kenalan di daerah itu untuk sekedar menumpang buang air, tak lama ia tiba di rumah Daffa sahabatnya sejak sekolah dasar. "Assalamualaikum Daf.."


"Waalaikumusallam, eh Rifan. kenapa?? numpang buang air?? silakan.. kasihan saya lihat kamu sudah pucat begini." balas Daffa.


Rifan berlari masuk ke dalam rumah Daffa, "Terimakasih.." ucap Rifan.


Daffa menggelengkan kepalanya, lalu ia memperbaiki posisi parkir motor sahabatnya itu. kemudian ia kembali masuk dan menyediakan minum untuk Rifan.


Di rumah itu, seorang gadis harus menghadapi situasi genting dimana ia dimintai jawaban soal lamaran seorang lelaki anak sahabat papanya itu.


"Jadi bagaimana?? lamarannya apakah diterima??" tanya pak Ghani, sahabat pak Rahmat.


gadis itu terus terdiam, apalagi situasinya masih berkabung karena kehilangan sahabatnya. tanpa mereka sadari, seorang anak yang dikurung di dalam kamar menyenggol sebuah lilin yang masih menyala hingga menyambar gorden dan mengakibatkan kebakaran.


"Aaaa!!! tolongg!!!" teriak anak itu.


Seorang wanita memukul pintu yang terkunci itu, "percuma saja kamu teriak sekencang apapun, tidak ada yang bisa menolong kamu."


Setelah keluar dari toilet, Rifan merasa ada hal yang tidak beres. ia menemui Daffa dan mengajaknya pergi ke rumah yang berada beberapa meter sebelum rumah Daffa.


"Ini fan minum dulu!!" ucap Daffa.


Rifan meminum teh hangat buatan Daffa, "Terimakasih, kita ke rumah sebelah yuk!! saya rasa ada yang tidak beres."


"Baik.." jawab Daffa.


Rifan dan Daffa pergi keluar rumah, lalu ke tempat yang tadi dicek oleh Rifan.


Api semakin membesar hingga menimbulkan kepulan asap, anak itu semakin ketakutan. hingga akhirnya dua ekor burung Rajawali dan Elang menyambar jendela yang terkunci itu.


"Brarrrrr!!!"


Rifan segera berlari dan menaiki sebuah dinding hingga ia bisa ke lantai dua tempat anak itu berada.


"Ayo!!" teriak Rifan yang memeluk anak itu.


Rifan memanggil Daffa, "Daf,"


Daffa berlari ke halaman bawah lalu ia membantu Rifan menyelamatkan anak itu. "Ini hati hati Daf!!"


"Oke.. sip, sekarang giliran kamu Fan.." teriak Daffa.

__ADS_1


Rifan turun ke bawah melalui dinding, layaknya seorang ninja warrior.


"Kok ada asap disini??" tanya wanita itu, saat ia membuka pintu. sebuah ledakan terjadi, membuat seisi komplek itu terkejut bukan main.


"Duggg!!!!!"


Rifan dan Daffa mengevakuasi anak berusia sepuluh tahun itu ke tempat yang aman, kemudian Daffa memberikan trauma healing kepada anak itu karena ia juga seorang mahasiswa fakultas psikologi.


dua keluarga besar itu terkejut, kemudian mereka berusaha menyelamatkan diri dan menghiraukan soal perjodohan itu.


"Ayo lari dari sini!!!" teriak pak Rahmat.


Dua burung Elang dan Rajawali tadi kembali membukakan jalur untuk gadis itu, "Braggghhh!!!"


gadis itu bersama tiga adiknya keluar dari jalur yang dibukakan oleh elang tadi, "Kamu jaga dia Daf, masih ada yang perlu saya selamatkan."


Rifan berlari mendekati gadis itu dan tiga adiknya, lalu ia menunjukan jalan untuk menyelamatkan diri.


"Lewat sini!!" teriak Rifan.


gadis itu dan tiga adiknya mengikuti arahan Rifan, tak lama sebelas mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api.


gadis itu menjawab, "Tidak, eh bentar ini kakaknya Rinjani bukan??" tanya gadis itu.


Rifan menjawab, "Iya, saya kakaknya Rinjani. kenalkan nama saya Rifan Rizky Al Hafiz."


"Ohh Rifan ya?? bagaimana nasib keluargaku??" tanya gadis itu.


Rifan menjawab, "Saya kurang tahu pasti, semoga saja orangtua kamu selamat."


"Yaudah, sekarang kalian berlindung saja dulu di rumah samping tempat saya!! kebetulan disana kondisinya masih sangat rapi. kalian bisa tinggal sementara disana dan nanti akan ada orang yang akan mengobati trauma kalian." ucap Daffa.


Rifan mengangguk, "Benar, kalian tinggal disana saja dulu. ajak anak ini, tadi ia terkurung di dalam kamar lantai dua."


"Yaudah ayo.." jawab gadis itu.


Setelah setengah jam memadamkan api, akhirnya petugas berhasil mengevakuasi jenazah seluruh korban yang ditemukan berdesakan di dalam kamar mandi.


"Mamaaaa!!!! papa!!!!" teriak gadis itu yang ditenangkan oleh salah satu anggota medis perempuan.


Rifan memutuskan untuk pulang karena gadis tadi sudah ditangani oleh petugas medis, dan juga pakaiannya sudah kotor.

__ADS_1


"Daf saya pulang dulu ya!! pakaian saya sudah kotor semua.." gumam Rifan.


Daffa menjawab, "Yowes, hati hati.."


Rifan menancapkan gas motornya, lalu ia pulang dengan membawa hasil sekali ambil orderan.


*************"


Di rumah, Riani melihat foto Rifan sedang berdiri bertiga bersama Marselino dan Rama. ia teringat bahwa kakeknya pernah menceritakan tentang sebuah hajatan besar yang merupakan perjodohan akbar antara seorang gadis cantik dengan seorang pengusaha sukses yang menjadi malapetaka saat diserang oleh sekawanan burung.


"Riani kenapa serius sekali melihat foto kak Rifan??" tanya Rinjani yang memperhatikan tingkah Riani.


Riani menoleh, "Eh ada kak Rinjani?? itu foto Kak Rifan kok mirip ya sama kejadian yang diceritakan oleh kakek??"


Rinjani mengatur nafasnya sejenak, "Perlu kamu ketahui, kakek kamu itu dulunya adalah adik dari kakekku. dimana ia menyaksikan sebuah kejadian mengerikan, kala itu sekawanan Serigala, Harimau, Singa, Elang, Rajawali dan Ular Cobra menyerang acara hajatan milik bibinya mama. dan juga papaku saat itu yang menyelamatkan keluarga ini."


Riani merasa penasaran, "Kok bisa hewan sebanyak itu menyerang acara pernikahan??"


Rinjani menjawab, "Ya begitulah, tapi memang saat itu suasana mencekam hingga banyak yang meninggal dunia. sehingga sampai saat ini, orang orang di desa itu mengusir aku dan kak Rifan dan pada akhirnya bisa menempati rumah ini."


Riani semakin penasaran, "Maksudnya gimana sib kak??"


"Jadi, Kak Rifan itu pernah mendengar ada sebuah rumah yang direbut oleh seorang gadis anak pemilik rumah itu yang sudah menikah. lalu disana sempat ada penculikan teman kak Rifan, hingga saat diketahui temannya ada disana. Rifan datang secara baik baik ditolak, hingga akhirnya burung Elang peliharaan Rifan lah yang menunjukan bahwa pemilik rumah itu telah menculik temannya. hingga ia memanggil kawanannya, lalu pemilik rumah itu kalah dan akhirnya rumah itu dikosongkan lima tahun. rumah itulah yang dihuni oleh kak Marselino sekarang." jawab Rinjani.


Riani menggangguk, "Oke, berarti bisa dikatakan bahwa masyarakat takut kejadian itu terulang lagi?? sehingga kamu dan kak Rifan diusir??" tanya Riani


Rinjani, "Kamu benar,.."


Rifan tiba di depan rumah, lalu ia berjalan masuk ke dalam rumah. "Assalamualaikum..,"


"Waalaikumusallam.." jawab Rinjani dan Riani.


Rifan memberikan uang dua puluh delapan ribu pada Rinjani, "Nih cuman dapat segitu, tadi kakak bantu bantu dulu."


"Ohh... yaudah!! mandi dulu sana!!!" jawab Rinjani.


Rifan menjawab, "Iya..."


***********


Yuk Like, Vote dan Koment....

__ADS_1


__ADS_2