
Tik...tik..tik..
Rintik hujan turun dengan derasnya disertai angin kencang, tapi Rifan malah hujan hujanan sambil membersihkan motornya.
"Mandi dulu Tor, biar nanti gacor dan kece lagi pas di jalan.." gumam Rifan yang mencuci motor miliknya.
Tak lama, sebuah petir menyambar pohon palem di depan rumahnya. membuat Rifan harus mengakhiri kegiatannya itu.
"Jelegerrrr!!!"
"Aaaa!!! Kakak sini... petirnya besar sekali.." teriak Tsabita dan Rinjani.
Rifan menyimpan motornya ke garasi, lalu Rinjani mencabut antena TV dan Radio. serta Tsabita menonaktifkan WIFI terlebih dahulu agar tidak terjadi sesuatu.
"Ini kak handuknya.." gumam Yoga.
Rifan tersenyum, "Terimakasih Yoga, kalian semua berkumpul di ruang tengah saja. jangan ada yang sendirian di kamar."
"Baik kak.." jawab Yoga, Tsabita dan Rinjani yang berkumpul di ruang tengah bersama Riani yang masih terlelap.
Usai mandi, Rifan segera membuat segelas kopi lalu ia menyantapnya bersama roti di ruang tengah.
"Tadi petirnya menyambar apa??" tanya Rifan.
Yoga menjawab, "Itu dahan pohon palem di depan rumah."
"Ohh.. yaudah denger kakak cerita ya!!" perintah Rifan.
Anak anak menjawab, "Baik kak.."
Flashback
Rifan, Arfan, Faiz, dan Rama sedang menyusuri areal sekolah di malam hari demi membuat konten mereka. tak lama, suara gaduh muncul dari salah satu ruang kelas.
"Hiks...hiks..hiks.."
"Suara siapa itu??" tanya Rifan pada Arfan yang berada di belakang.
Arfan menjawab, "Ya Enggak tau, kok tanya saya??"
"Kita hampiri saja pelan pelan, suaranya dari kelas X-IPA2." balas Faiz.
__ADS_1
Mereka pun menghampiri sumber suara itu, saat membuka pintu keempat lelaki itu melihat ada seorang gadis sedang menangis.
"Misi mbak hantu.." ucap Rifan dengan ramah.
gadis itu menoleh, lalu ia menunjukan wajah pucat dengan darah keluar dari hidungnya. "Tolongg!!!"
"Maaf mbak hantu, kita tidak jualan lontong. kita hanya jualan ayam bakar madu." balas Arfan.
Rifan menjitak kepala Arfan, "Aww!!!"
"Eh maaf, tolong apa ya??" tanya Arfan.
Gadis itu menjawab, "Cari Ipan, dan minta ia pertanggung jawabkan perbuatannya."
"Baik.." jawab Rifan dan Arfan, tak lama sosok gadis itu menghilang.
Rifan dan anak anak lainnya mengakhiri penelusuran itu, lalu mereka pulang dan mulai mencari data tentang nama Ipan di sekolah itu.
Flasback Off
Keheningan seketika pecah saat halilintar menyambar seseorang di depan rumah Rifan, "Jeleherrrr..."
Rifan berjalan keluar rumah, lalu ia melihat ada orang kejang kejang di halaman rumahnya.
"Itu orang kenapa??" tanya Rifan.
Pak Slamet, petugas keamanan yang sedang libur tugas pun datang menghampiri pria itu. "Wah sudah tidak ada ini, lukanya terlalu parah."
"Hah?? Aduh, telepon pak RT sama tim medis dan polisi kesini." perintah Rifan.
Pak Slamet mengangguk, "Oke.."
Tak lama, polisi dan tim medis datang lalu mengevakuasi jenazah pria itu. akan tetapi, Rifan diam diam memotret jenazah pria itu.
"Kok familiar ya??" tanya Rifan.
Rifan kembali masuk ke dalam rumah, lalu polisi mengolah TKP. secara rekaman CCTV, memang benar lelaki itu tersambar petir di depan rumah Rifan.
"Benar dia tersambar petir, tapi masalahnya dia mau ngapain ya??" tanya Rifan.
"Dia langsung meninggal kak??" tanya Rinjani.
__ADS_1
Rifan menjawab, "Iya..."
Malam harinya, Rifan sedang menonton pertandingan sepakbola antara Tim jagoan Rifan yaitu Liverpool dan Jagoan Yoga Real Madrid.
"Gluduk...gluduk.."
Rifan dan Yoga terperanjak, lalu mereka mengecek ke lantai atas untuk mencari sumber suara.
"Suara apa itu?? tidak mungkin tikus." gumam Rifan.
Yoga menjawab, "Kayaknya manusia deh, suaranya gaduh seperti itu."
"Coba cek disini.." perintah Rifan.
Rifan membuka pintu ruang rahasia di rumah itu, ternyata disana banyak barang berserakan. dimana Ia belum pernah mendatangi tempat itu sebelumnya.
"Ruang apa ini??" tanya Rifan.
Yoga menjawab, "Aku aja baru datang, mana aku tahu??"
"Iya ya?? kan kakak belum pernah lihat ini sebelumnya.." batin Rifan.
Seseorang memegang bahu kedua anak itu, Rifan dan Yoga menoleh. "Hei, masih siang udah muncul.."
"Wakkkk!!!!"
Pocong sialan itu malah meludahi Rifan, dengan sigap Rifan dan Yoga menghindar. lalu mereka membaca doa semampu mereka.
"Aaaaaa!!!!"
"Panas lo pocong.. pergi sana!! saya tau kamu cuman menyamar doang.. tidak ada sesuatu dalam diri kamu." perintah Rifan.
Hantu itu langsung menghilang, Rifan dan Yoga pun langsung ke kamar karena hari sudah larut malam.
"Ayo.." seru Rifan.
"Iya.." jawab Yoga.
*****************
yuk like, vote dan koment.....
__ADS_1