Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional

Rifan & Rinjani : Kakak Beradik Kelewat Professional
Episode 13 : Mana ada Yang Mau..


__ADS_3

Jam setengah tujuh malam


Rifan sedang makan malam di ruang kerjanya, sedangkan Riani dan Rinjani sedang menonton televisi di ruang tengah. saat itulah Rinjani menjelaskan soal tata tertib di rumahnya.


"Oh iya Riani, selama tinggal di rumah ini. ada beberapa aturan yang harus kamu jalani, yang pertama dilarang keras membuka kerudung jika ada kak Rifan atau laki laki manapun yang datang ke rumah ini, kedua sama seperti point no 1, jangan menerima tamu sembarangan. ketiga, kalau mau pergi karena ada keperluan tertentu izin dulu bisa ke aku atau kak Rifan. dan terakhir, jika melihat sesuatu di rumah ini harap bilang saja karena kamu belum berdamai dengan rumah ini." pesan Rinjani.


Riani menjawab, "Iya deh, nanti akan aku laksanakan."


Dreettt!!!!


Rinjani mengangkat telepon, "Rachel?? halo?? apa Hel??" tanya Rinjani yang sedang bersandar di sofa bersama Riani.


"Rin, kamu tau enggak?? kenapa rumah kamu selalu kedatangan pocong?? itu karena dia minta pertolongan karena menjelang ajalnya dia dibunuh oleh pak Deri. dan jasadnya disimpan di dalam sofa, tanpa luka sih karena beliau diracun." jelas Rachel.


Rinjani keheranan, "Kenapa emang??"


"Papa aku sekarang menyerahkan diri ke polisi karena sudah tertekan karena sering diperlihatkan pocong dan mendapat ultimatum dari kakak kamu." kata Rachel.


Rinjani mengernyitkan dahinya, "Ultimatum apa??"


"Tadinya dia minta aku buat jemput Riani dan mengajaknya tinggal dirumahku. tapi papa langsung melarang, nah kak Rifan langsung mengatakan bahwa jika Riani tidak diizinkan tinggal di rumahku maka rumahku akan milik Riani nantinya." kata Rachel.

__ADS_1


Rinjani membenarkan, "Iya, tapi biasanya harus menunggu rumah itu kosong dan reputasinya rusak dulu. setelah itu biasanya kak Rifan renovasi dikit, lalu mengizinkan siapa saja yang pernah ia selamatkan untuk tinggal disana."


Rifan yang kebetulan melintas menemui Rinjani, "Siapa yang menelepon??" tanya Rifan yang memakan mie instant dalam cup.


"Rachel, katanya pocong yang biasa main disini karena korban pembunuhan oleh papanya Rachel." jawab Rinjani.


Rifan menjawab, "Kayaknya pusat masalahnya ada di daerah sini. titik awal dia diracunnya sepertinya di sekitaran rumah kita, cuman dia meninggal dunia di rumah Riani kayaknya."


"Itu artinya, dia sering muncul sering disekitar sini karena jasadnya belum ditemukan??" tanya Rinjani.


Rifan menjawab, "Arwahnya bukan dia yang asli, dia sudah ada di alam khusus. yang biasa kita lihat adalah qarin, atau replikanya saja.."


"Ya semisal dia minta bantuan, mana ada yang mau.. mukanya aja menyebalkan seperti itu.." gumam Rinjani.


Rinjani hanya mengangkat kedua bahu mungilnya, lalu mereka kembali melakukan aktivitas masing masing.


Rachel menangis sendirian di kamarnya, ia masih tak menyangka papanya terlibat dalam pembunuhan seorang pengusaha.


"Papa kok tega sih melakukan hal itu?? bagaimana nasib persahabatanku nanti ya?? ahh aku enggak mau!!" teriak Rachel.


Rasyid, seorang tentara yang saat bencana dua tahun lalu ikut serta dalam proses evakuasi korban datang lalu menghampiri adiknya yang mengunci diri di kamar.

__ADS_1


"Rachel?? ini kakak... keluarlah dari kamarmu!!" perintah Rasyid.


Rachel membuka pintu kamarnya, lalu ia langsung memeluk abangnya itu sambil menangis histeris.


"Bangg!!! Papa!!!" teriak Rachel.


Rasyid menenangkan adiknya itu, lalu ia menceritakan sedikit perjuangannya saat bersama Letnan Fajar, Ashraf Kamal, Dwi Akbar, Rifan, Emir, Arhan dan Devran.


"Kamu tahu tidak soal kisah kakak yang sempat ramai??" tanya Rasyid.


Rachel mengangguk, "Iya.. soal kakak yang menyelamatkan ratusan orang dari bencana badai kan??"


"Nah itu kamu tau, yang perlu kamu ingat adalah bagaimana caranya kamu bisa bangkit dari keterpurukan. sama seperti Emir, Devran, Arhan apalagi Rifan. yang sejak kecil ia selalu diganggu hantu dan sering dibully?? sampai saat ini dia sudah berdamai dengan keadaan sekitarnya." pesan Rasyid.


Satu hal yang Rachel ingat adalah saat dimana Rifan beserta abangnya dan warga kampung Sukarame berhasil selamat setelah seharian tertidur di hutan belantara.


"Oh iya, saat itu Rifan yang menjadi panitia acara perkemahan sekolah aku. menjadi pemimpin rombongan terakhir yang keluar dari kampung setelah bencana badai itu terjadi." kata Rachel yang kini mulai semangat.


Sersan Rasyid tersenyum, "Nah gini kan kamu terlihat cantik, makanya kamu nanti harus kuliah setelah lulus SMA. biar nanti kalau sudah menjadi istri suamimu atau ibu anak anakmu. kamulah orang pertama yang akan mengajarkan pendidikan kepada anakmu." pesan Rasyid.


Rachel tersenyum, "Iya..."

__ADS_1


******


Yuk Like, Vote dan Koment...


__ADS_2