
Asahi dan Sakura terkejut bukan main melihat isi dari ruangan itu. Saking terkejutnya, keduanya sampai tak mampu bergerak selama beberapa saat. Bahkan suara pun hanya tertahan di tenggokoran tanpa mau keluar.
Bukan tanpa alasan, mereka menjadi seperti ini adalah karena isi dari ruangan itu yang memang sangat mengejutkan. Terlihat sebuah tumpukan emas dan permata di hadapan mereka.
Di tengah-tengah tumpukan itu juga terdapat relik-relik tingkat rendah yang walaupun untuk orang selevel Asahi tidaklah terlalu penting, namun jika dijual harganya akan sangat mahal.
Yang membuat mereka takjub lagi adalah, terdapat rak buku yang berisi empat buah kitab. Melihat ini, Asahi dan Sakura buru-buru mendekat.
"Magic Blow? Maksudnya pukulan sihir?"
"Sepertinya begitu, ini adalah buku yang berisi semacam teknik pukulan tetapi juga ada unsur sihir. Kau beruntung mendapatkan ini." balas Asahi.
Kemudian pemuda ini melihat tiga buah kitab lain. Yang pertama, kitab bersampul hitam dan yang paling bersih, bernama "Curse of Darkness". Yang kedua adalah kitab usang tetapi masih nampak rapi dan layak, namanya "Magic Sword Technique". Sedangkan kitab terakhir adalah kitab yang sedikit unik, pasalnya sampul dari buku itu adalah transparan, kitab itu memuliki nama "World Madicine".
Asahi tersenyum melihat itu semua, kemudian tanpa basa-basi dia langsung memasukkan ketiga kitab itu ke dalam cincin spatialnya.
"Kau nampak senang, kenapa?" tanya Sakura begitu melihat perubahan ekspresi Asahi yang tiba-tiba.
"Aku menemukan kitab bagus. Tiga buku ini sangat cocok untuk Amaya, Ken, Charlotte dan Nara, jadi kuambil saja untuk oleh-oleh."
"Lalu, bagaimana dengan tumpukan harta ini?"
"Kita ambil saja hehe."
"Ambil? Bagaimana jika pemilik asli piramid ini marah?" bentak Sakura yang terkejut saat Asahi berkata ingin meringkus semuanya.
"Tidak ada penjaga piramid, buktinya semua isi peti selain naga telah dicuri bukan? Jangan khawatir." jawab Asahi tenang sambil mulai menyerap semua harta itu ke dalam cincinnya. Saat sudah selesai, dia kembali berkata kepada Sakura.
"Sakura, kau ambil sebagian." ucapnya menunjuk ke setengah gunungan emas permata yang sengaja ia sisakan untuk Sakura.
"Kau ambil semua saja, aku hanya ikut denganmu."
"Kau ambilah ini untuk adikmu juga. Kau juga butuh uang." Asahi terus membujuk.
Sebenarnya Sakura tidak mau menerima pemberian itu karena dia telah mendapatkan kitab bagus untuk dirinya dan adiknya. Namun setelah Asahi membujuknya dan mendesaknya tanpa henti, Sakura mengalah juga dan mengambil sisa harta itu.
"Sekarang ayo pulang!" seru Asahi semangat.
...****************...
Saat mereka tiba di luar piramid, ternyata hari sudah malam. Sebenarnya mereka sendiri juga tak dapat memastikan apakah malam ini adalah malam di hari yang sama ketika mereka masuk piramid atau tidak.
__ADS_1
Akan tetapi Asahi sama sekali tidak mempedulikan hal itu. Yang menjadi masalahnya saat ini adalah gerombolan seratus orang bersenjata lengkap yang sudah mengurung tempat itu.
Jika kalian pikir mereka adalah tentara kota Fortuna, maka jawabannya salah besar. Mereka ini adalah sekelompok orang yang cukup mengganggu di saat Ring of Chaos masih berwujud game.
Mereka adalah penjahat-penjahat yang sering kali mengganggu para player. Yang paling sering adalah perampokan. Mereka-mereka ini biasanya berasal dari kamp tentara yang menerima kekalahan perang dan memilih untuk pergi bebas melepaskan tugas kenegaraan.
Kelompok mereka bernama Demon Fire, dan diketuai oleh seorang wanita dua puluh lima tahunan yang sangat cantik. Saat masih memainkan Ring of Chaos dulu, Asahi pernah bentrok dengan orang ini yang kalau tidak lupa namanya adalah....
"Jasmine, kau masih menjengkelkan sama seperti dulu." ucap Asahi memberi sambutan kepada wanita berambut panjang dengan kuncir rambut bunga mawar itu.
Orang yang dipanggil Jasmine itu mendecih dan bangkit berdiri. Lalu dia menghampiri Asahi perlahan-lahan dengan langkah pasti, gaun merah panjangnya itu berkibar tatkala ada angin malam berhembus.
"Sudah tiga hari lamanya kalian memasuki piramid itu, dan harapan kami terkabul, kalian tak mati dan berhasil keluar dengan selamat. Haha, sekarang jika ingin selamat, serahkan segala sesuatu yang kalian dapat dari dalam sana!" perintah Jasmine kepada Asahi.
Jasmine merupakan seorang NPC yang memiliki latar belakang cukup gemilang di masa lampau. Dia adalah seorang jendral wanita yang cukup disegani di salah satu kerajaan Sky Heaven.
Namun sayang, ada salah satu rekannya yang merasa iri kepadanya karena menurutnya tidak adil seorang wanita menjadi jendral. Karena itulah, orang itu memfitnah Jasmine dan membuat wanita itu diusir dari ketentaraan.
Memang dahulu dia adalah NPC, tapi sekarang ini mereka semua adalah manusia asli. Sehingga bisa jadi mereka lebih ganas ketimbang di game dulu.
"Hm...kalau aku tak mau?" Asahi mulai waspada. Karena dia ingat betul dahulu ketika dia bentrok dengan orang ini, levelnya sudah berada di 190 dan itupun dia masih kalah!
"Hm...kau tidak mengenal kami?" Jasmine terus mendekat. Akan tetapi langkahnya terhenti saat ada seorang gadis cantik menghadangnya.
Sedangkan Sakura yang menghadang dan ditanya seperti itu tidak menjawab dan terus diam dengan pandangan tajam menusuk.
"Hmph, minggir!"
"Bruukk!!"
Hanya dengan satu tangan kanannya yang menggeser pundak kiri Sakura. Gadis itu langsung terlempar ke samping sampai beberapa meter dan menghantam dinding dengan keras.
Asahi yang melihat ini mulai timbul emosinya, "Bajingan kau!" dia lekas mencabut pedang dan menyerang.
"Trang!"
Jasmine menangkis pedang Asahi dengan senjata yang cukup hebat. Yaitu menggunakan sihir es nya, dia membuat pisau yang muncul dari punggung tangan.
"Hm...sepertinya kau ingin jalur kekerasan? Kalau begitu terima ini!!" Jasmine membentak dan menciptakan satu pisau es lagi di tangan kiri. Kemudian dia gerakkan cepat menuju perut Asahi yang tanpa pertahanan.
Asahi tsrkejut sekali, dia cepat menangkis dan melawan balik. Namun serangan itu mampu dipatahkan oleh Jasmine dan dia cepat membalas Asahi.
__ADS_1
Pertarungan tak bisa dihindari. Dua orang ini saling serang dengan hebatnya hingga membuat tanah di depan piramid itu sedikit berguncang.
Sakura yang memandang itu terbelalak dan cukup kaget karena melihat ada seseorang yang mampu menandingi Asahi selain orang-orang dari top rank. Gadis ini tidak tahu betapa kuatnya sosok Jasmine si pengacau Ring of Chaos.
Asahi sendiri juga terkejut, pasalnya pertempuran berlangsung seimbang. Dia juga heran mengapa Jasmine bisa mengimbangi setiap skill yang ia keluarkan, seolah-olah dia sudah bisa membaca skill apa yang akan ia gunakan.
"Wind Blow!" Asahi berseru dan menebas pedangnya. Menciptakan gelombang angin kencang yang seharusnya mampu menerbangkan orang biasa.
Namun sebelum Asahi menebaskan pedangnya, Jasmine sudah lebih dulu membuat sihir perisai di sekeliling tubuhnya. Hal ini membuat Asahi makin terkejut dan heran.
"Apa-apaan, kau bisa membaca gerakanku!?" bentak Asahi.
"Hahahaha!!"
Jasmine mengirim sihir dahsyat yang bersumber dari api.
Jasmine mengangkat kedua tangan ke atas kemudian mengumpulkan seluruh mana ke atas kepalanya. Setelah bola api yang cukup besar tercipta, dia lemparkan bola itu kearah Asahi.
"Fire Magic : Sun."
"Swooossshh!!"
"Gila!! Apa-apaan sihir ini!" Asahi berseru kaget melihat ukuran dari bola itu yang kian membesar seiring bertambahnya waktu.
"Low Level Technique : Crescent Moon!"
Asahi menebaskan pedangnya dan aura biru indah tercipta guna membelah sihir api milik Jasmine. Namun kembali terdengar seruan kaget ketika sesaat sebelum pedang itu menyentuh sihir lawan...
"Pecah." gumam Jasmine sambil tersenyum sinir.
"Syuut!"
"Sialan!!"
Seketika sihir api itu terpecah belah menjadi cahaya-cahaya kecil, sedangkan serangan Asahi luput. Selang beberapa saat, cahaya-cahaya itu kembali menyerang Asahi dengan hebatnya.
"Asahi, awas!!" teriak Sakura penuh kekhawatiran.
"Tsukoyomi!" Asahi berseru dan menebaskan pedangnya dengan cara memutar tubuh. Menciptakan aura biru terang yang mengelilingi tubuhnya dan berhasil menggagalkan semua serangan Jasmine.
"Hoho, kau cukup hebat. Benar-benar ahli pedang..." puji Jasmine.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG