Ring Of Chaos

Ring Of Chaos
Chapter : 27 – Kakak Adik Menjengkelkan


__ADS_3

Bagaimana mungkin tidak terkejut hati Kento ketika melihat sesuatu di balik portal itu. Saking terkejutnya, mulutnya sampai terbuka lebar seolah rahang bawahnya itu bisa jatuh kapan saja.


Tepat setelah portal terbentuk dan menampakkan pemandangan di dalamnya, bagaimana tidak terkejut ketika sepasang mata Kento melihat sebuah kota yang sangat megah.


Agaknya portal ini menghubungkan tempat dimana dia berdiri saat ini dengan luar kota tersebut.


Di kota itu, semua bangunan nampak tinggi dan megah. Daerah sekelilingnya sangat subur, sungguh berbeda dari tanah tandus di sekeliling mereka saat ini. Kota itu berada di atas gunung tinggi raksasa, Kento mengtahui hal ini karena jalan yang menanjak menuju gerbang kota.


Melihat reaksi Kento, tanpa terasa Luna terkekeh geli. "Hihi...kau terkejut?"


Kento menoleh secara perlahan dan mengangguk-angguk. "Tempat apa itu? Kenapa sangat subur? Dimana tempat ini sebenarnya?"


Luna tersenyum dan menarik tangan Kento untuk diajaknya masuk ke dalam. Bukannya menjawab, Luna malah membuat rasa penasaran Kento makin membengkak.


Tepat setelah dua insan ini memasuki portal, seketika portal itu lenyap seolah tidak pernah ada di sana sebelumnya.


"Hei, jawab aku!" Kento mendesak ketika tangannya terus ditarik menuju gerbang kota.


"Kota ini bernama Targuna. Sebuah kota megah yang hidup terpisah dari dunia di luar sana. Karena hal inilah mengapa kota Targuna memiliki keadaan alam yang subur. Sangat berbeda dari padang gurun itu bukan?"


"Apa, apa maksudmu di dunia lain?"


"Sesuai apa yang kau tahu, kota kami tidak berada di dunia padang gurun tadi. Sehingga setiap orang penduduk kota Targuna harus memiliki ini." kata Luna sambil menunjukkan besi bulat yang seperti koin tadi.


"Untuk sampai ke kota ini, haruslah melalui portal yang hanya bisa diakses dari benda ini."


Kento hanya melongo lebar karena masih belum mampu memahami keadaan.


"Sebenarnya di dunia apa kita sekarang?"


Luna tidak menjawab melainkan hanya tersenyum manis sebagai jawabannya. Hal ini membuat Kento semakin penasaran, namun dia tak mau mengungkit-ungkit lagi.


Mereka melewati gerbang kota dengan mudah karena memang tidak ada penjaga. Kembali Kento terkejut akan hal ini karena bukankah terlalu janggal rasanya ketika suatu kota besar dan mewah ini tiada penjaga di pintu gerbang.


Luna membawa Kento menuju bagian tengah kota. Kento hanya terperangah saja melihat semua keindahan kota yang menurutnya baru dilihat pertama kali ini.


Kota ini memang sangat megah dan mewah, tetapi selain itu, kota ini memiliki keunikan tersendiri di balik kemegahannya. Kento sulit untuk menjelaskan kepada diri sendiri tentang bagian mana yang unik dari kota ini, namun sekali lihat saja dia tahu bahwa di setiap bangunan ada yang berbeda.


"Luna, kau mau membawaku kemana?" tanya Kento tak tahan karena daritadi hanya diam saja.


"Rumahku."


"Apa? Rumahmu, untuk apa aku ke rumahmu?" Kento terkejut sekali mendengar jawaban dari Luna.


"Makan, kau pasti lapar bukan?" Luna menjawab sambil menoleh menghadap Kento. Tak lupa pula, senyum manis menghias bibir mungilnya.

__ADS_1


"Memang aku lapar, tapi aku bisa cari makan sendiri."


"Heh...cari makan sendiri? Memang makan dimana?" Luna tersenyum geli mendengar perkataan Kento barusan.


"Tentu saja di rumah makan, memangnya dimana lagi?"


"Cari saja jika kau bisa. Temukan satu rumah makan di kota ini sampai dapat, kuberi waktu kau seumur hidup. Jika kau berhasil menemukan satu saja rumah makan, aku bersumpah akan jadi istrimu sampai ke surga sana." ucap Luna dengan keyakinan tanpa ragu-ragu sedikit pun.


"Jangan bercanda! Sumpah bukan untuk main-main!" bentak Kento.


"Aku tak main-main, cari saja jika kau tak percaya."


Pertengkaran kecil antara dua orang muda ini tanpa sadar telah membuat banyak mata tertuju kepada mereka. Diam-diam mereka heran karena belum pernah bertemu dengan Kento sebelumnya, namun karena yang berjalan dengannya adalah Luna, maka mereka hanya diam saja.


Akan tetapi ada satu orang anak kecil yang berlari-lari menghampiri Luna. Anak itu memakai gaun kecil warna biru langit dan memegang boneka panda. Mata yang lebar itu memandang penuh penasaran kepada Luna saat bertanya.


"Kakak, kakak, siapa orang ini?" ucapnya sambil menunjuk Kento.


"Oh Violet, maaf membuatmu menunggu. Perkenalkan, ini temanku, Kento namanya." ucap Luna memperkenalkan Kento kepada gadis kecil bernama Violet itu.


"Kento, ini adikku, Violet."


"Hai kak...ada apa kakak datang ke kota kami?" tanya Violet dengan senyum lebar khas seperti kakaknya.


Sedangkan Luna yang mendengar pertanyaan ini segera manampilkan senyum licik dan mendekatkan mulutnya ke telinga Violet. Namun walaupun begitu, agaknya dia tetap mengeraskan suaranya untuk menyindir Kento.


Seketika tawa Violet pecah ketika mendengar pernyataan kakaknya. Bahkan gadis ini sampai jatuh berguling-guling sambil memegangi perutnya mendengar perkataan itu.


"Apanya yang lucu!?" bentak Kento merasa kesal.


Sebenarnya Kento kesal bukan hanya tawa Violet, melainkan juga tawa oeang-orang sekitar yang terlihat memerah wajahnya karena menahan tawa atas perkataan Luna. Kento benar-benar bingung akan hal itu.


"Hahahaha....hahahahah....Kakak, kau temukan dimana orang ini?" sungguh pertanyaan yang terlampau pedas mengingat kalimat itu keluar dari bibir anak kecil.


"Di oasis gurun pasir sana."


"Haha...heh kakak!" masih dengan tawanya, Violet menuding ujung hidung Kento.


"Apa!?"


"Jika kau mampu menemukan restoran, aku dan seluruh anak keturunanku akan menjadi istrimu dan istri anak keturunanmu sampai surga atau neraka. Asalkan dia perempuan tentunya."


Wajah Kento merah sekali mendengar perkataan penuh ejekan yang jauh lebih tajam dari ejekan Luna tadi. Dia memandang tajam dan menghardik kakak beradik itu tanpa mempedulikan lagi bahwa banyak pasang mata yang memandang kelakuan mereka.


"Kalian, tidak yang kecil atau besar sama saja!! Baiklah, kuterima tantangan kalian!! Jika aku menemukan restoran, kalian akan kubawa pulang dan kujadikan istriku!" bentaknya seraya menunjuk-nunjuk dua orang itu.

__ADS_1


Sedangkan orang yang ditunjuk hanya tersenyum lebar sambil berkata kompak, "Baiklah, janji tetap janji!"


Bersamaan dengan itu pula, semua orang tertawa terbahak-bahak tanpa di tahan lagi. Kejadian ini tentu saja membuat Kento marah, malu dan juga heran.


"Tunggu aku sampai malam!" ucapnya sebelum benar-benar pergi dari sana dalam keadaan marah besar.


"Kakak, kita akan biarkan saja? Aku sedikit kasihan..." ucap Violet yang dijawab kekehan geli kakaknya.


"Biarlah, sekali-kali tak masalah bukan untuk menertawakan orang kan?"


"Kau memang jahil."


"Sifatku menurun padamu!" Luna mencubit gemas pipi Violet dan keduanya tertawa bersama.


"Baiklah kak, sekarang berdandanlah secantik mungkin untuk persiapan menjadi istri orang!"


"Aduh...adikku yang manis. Siapa yang akan jadi istri di sini? Tak hanya aku bukan?"


"Aku pasti tidak karena kupikir orang itu tak akan berhasil."


"Aku berpikiran sama karena menurutku Kento tak akan mampu."


Mereka lalu tertawa bersama-sama dan berjalan pulang.


...****************...


Malam hari, saat bulan purnama bersinar terang dan ribuan bintang menghiasi langit. Benar-benar pemandangan yang indah luar biasa jika dilihat dengan mata normal.


Namun ada satu orang di kota Targuna yang matanya sudah sedikit tidak normal oleh suatu hal. Dialah Kento, matanya sedikit sayu karena menahan lapar dan kantuk secara bersamaan.


Dia memang lapar karena di gurun pasir itu pemuda ini sudah kehabisan bekal. Dan dia memang mengantuk karena di gurun pasir sana dia jarang tidur, lebih tepatnya kesulitan untuk tidur.


Ditambah tantangan dari dua orang kakak beradik menyebalkan itu, membuat batin dan tubuhnya lelah bukan main.


"Bruk!"


Tak terasa lagi tubuhnya jatuh di tengah jalanan kota Targuna yang sudah sepi.


"Tidur sejenak...aku tak kuat lagi..." gumamnya dan mulai memejamkan mata.


Belum ada lima detik, kejengkelan hatinya sudah bangkit kembali tatkala dia mendengar suara seseorang.


"Oh...ternyata tak mau punya istri? Yasudah..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2