Ring Of Chaos

Ring Of Chaos
Chapter : 22 – Demon Fire


__ADS_3

Beberapa lama kemudian, Jasmine dan Asahi masih terus bertarung dengan sengitnya. Jasmine tidak bisa disebut sebagai pihak pemenang atau pendominasi pertarungan, namun di pihak Asahi sendiri tidak bisa dibilang sedang baik-baik saja.


Sejak tadi, Asahi belum mampu mendesak Jasmine barang sekali pun. Dia sendiri juga heran sekali karena selama ini hanya Jasmine seorang yang mampu mengimbanginya.


Sebenarnya di dalam game Ring of Chaos, musuh manusia yang pertama kali bentrok dengan Asahi adalah Jasmine. Waktu itu dia baru berlevel 100, mereka bertarung di salah satu puncak gunung dan Jasmine keluar sebagai pemenang. Akibatnya, setengah item di inventorynya raib dibawa Jasmine.


Kemudian setelah beberapa waktu berlalu, Asahi kembali bertemu dengan wanita itu. Masih sama seperti sebelumnya, Asahi kalah telak padahal waktu itu levelnya sudah mencapai level 190.


Dan untuk ketiga kalinya, pemuda itu bertemu kembali dengan Jasmine dan walaupun tidak separah dulu, dia masih mampu bertahan. Namun tetap saja dia belum mampu mengalahkannya.


"Sialan!! Sebenarnya siapa kau ini!!" bentak Asahi yang sudah tidak sabar lagi.


"Boomm!!"


Keduanya terpental jauh ketika Asahi mengaktifkan skillnya dan serangan itu berhasil ditangkis Jasmine. Namun akibatnya, terjadi ledakan yang tidak kecil yang membuat keduanya terpental.


Asahi memandang tajam, diam-diam dia berpikir jika ada sesuatu yang tidak biasa dari sosok Jasmine ini.


Memang ada sesuatu yang berbeda, jika diingat-ingat, sosok Jasmine ini bukan hanya menjadi pengganggu bagi Asahi, namun dia juga merupakan pengganggu bagi player lain.


Namanya ini sama terkenalnya dengan Alvos, ketua dari Wolf Hunter. Hanya bedanya Jasmine ini terkenal sebagai sosok kuat yang suka mencuri barang-barang player.


"Kau sudah semakin kuat dari yang dulu." Jasmine tersenyum manis. Namun hanya sesaat sebelum menampakkan senyum mengejek.


Sedangkan Asahi, matanya melotot lebar begitu Jasmine berkata demikian. Seingatnya dia baru bertemu Jasmine saat ini sejak pertama kali berpindah dunia. Namun dia baru saja bicara seolah dia sudah mengenal Asahi sejak dulu.


"Apa maksudmu?" Asahi berkata gugup.


Tanpa jawaban dan aba-aba, Jasmine melesat cepat dan sedetik kemudian, dia sudah mencekik leher Asahi lalu diangkatnya ke atas.


"Ahhkk!" teriakan Asahi hanya sampai di tenggorokan karena lehernya dicekik dengan sangat kuat. Dia juga terkejut sekali melihat peningkatan kekuatan Jasmine yang secara tiba-tiba dan tak disangka.


"Apa-apaan ini?" keluh Asahi kesulitan.


"Asahi–ugh!" Sakura memekik dan hendak menolong idolanya, namun anak buah Jasmine sudah lebih dulu menginjak punggungnya.


"Serahkan semuanya!" ucap Jasmine dingin.


Asahi sama sekali tidak menunjukkan ekspresi ketakutan atau hal-hal yang menandakan bahwa dia tidak berani kepada Jasmine. Justru sebaliknya, dia memandang Jasmine dengan tajam.


"Coba saja kalau kau bisa!" ucap Asahi kesusahan sambil mencengkeram balik lengan Jasmine.


"Keras kepala!" Jasmine hilang kesabaran dan memukul wajah Asahi.


"Bugh!–Buagh!"


"Asahi!!" Sakura hampir menangis melihat keadaan Asahi yang dipukuli tanpa mampu melawan seperti itu. Ketika diperhatikan lebih teliti, ternyata tangan Jasmine diselimuti semacam cahaya yang mampu membuat tubuh Asahi tak bisa bergerak.


Sakura mulai berontak, akan tetapi orang yang menginjaknya mengaktifkan sihir belenggu yang mengikat kaki tangannya menggunakan rantai sihir.

__ADS_1


Asahi yang dipukuli seperti itu sama sekali tidak berkomentar atau mengaduh-aduh. Dia menahan semua gempuran itu dengan tatapan tajam dan tangan kanan yang terus mencengkeram tangan Jasmine.


"Kau...." Asahi merintih perlahan. Dan anehnya setelah ucapan lirih itu, Jasmine menghentikan tinjuannya.


"Serahkan atau kau akan kubunuh!" Jasmine memandang marah dengan mata merah.


"Hehe...kau tak akan membunuhku. Tidak akan pernah...." Asahi menjawab sambil tersenyum mengejek.


"Apa alasanmu begitu yakin aku tak membunuhmu?" Jasmine bertanya mengintimidasi.


"Kau tak akan membunuh orang...tak akan pernah."


Mendengar ucapan ini, sontak sepasang mata indah Jasmine terbelalak lebar. Mulutnya sedikit terbuka karena terkejut sekali akan perkataan Asahi yang penuh keyakinan itu.


"Lepaskan tuan muda itu!!"


Bentak seseorang yang terdengar berasal dari atas. Spontan semua orang memandang ke atas dan melihat berkelebatnya cahaya terang yang mengarah Jasmine.


"Cih!" Jasmine mendecih dan melompat ke belakang.


"Boomm!!" tanah tempat berdirinya Jasmine sebelumnya hancur terkena tusukan pedang dari orang yang baru datang itu, seketika membuat Asahi lepas dan jatuh lemas.


"Wahh!!" orang yang tadi membelenggu Sakura berteriak dan terpental jauh. Saat itu juga Sakura lepas dari belenggu.


Sakura tidak mempedulikan siapa yang menolongnya, melainkan langsung berlari menghampiri Asahi dan memangkunya.


"Asahi, kau baik-baik saja?"


"Siapa sebenarnya dia? Mampu mengalahkan pemain top dunia? Apakah dia benar-benar manusia dari Sky Heaven?" batin Asahi bertanya-tanya.


"Alvos, jangan mengganggu!" bentak Jasmine kepada penolong Asahi yang tak lain adalah Alvos bersama Wolf Hunter.


"Hm...kau terlalu semena-mena. Aku tak bisa membiarkanmu! Majulah jika kau berani!" tukas Alvos tegas.


Serentak dari dua belah pihak segera bersiap. Memang dua kelompok ini adalah musuh bebuyutan, tetapi tak ada orang yang tahu bahwa ada keanehan di balik permusuhan mereka.


Sebenarnya, Wolf Hunter dan kelompok pimpinan Jasmine yang bernama Demon Fire adalah sama-sama anggota ketentaraan. Sama seperti Wolf Hunter yang sebagian besar adalah mantan tentara atau petualang bebas, Demon Fire tak berbeda jauh, malah kelompok Jasmine itu bisa dipastikan semuanya adalah anggota tentara.


Mereka ini adalah anak buah Jasmine di saat wanita itu masih menjadi jenderal. Karena tahu akan fitnahan rekan Jasmine, mereka memutuskan untuk terus mengikuti Jasmine kemanapun perginya.


Sehingga, sudah jadi rahasia umum bahwa kelompok rampok Demon Fire ini sangat menjengkelkan, tetapi tidak pernah membunuh orang.


Sama halnya dengan Wolf Hunter yang diketuai mantan tentara. Alvos adalah seseorang yang menjunjung tinggi keadilan dan kehormatan. Setiap kali bentrok dengan Demon Fire, Jasmine maupun anak buahnya tidak pernah membunuh anggotanya, maka dari itulah dia tidak pernah membunuh Jasmine dan hanya mengusir saja.


Mendengar tantangan Alvos, Jasmine memandang Asahi sejenak. Kemudian dia mendecih dan mengajak kelompoknya pergi.


"Hei...hei...ada apa ini? Apakah kau takut, Jasmine?" seru Alvos ketika menyadari Demon Fire mulai mundur dan berniat pergi.


"Bukan urusanmu sialan!"

__ADS_1


Asahi yang melihat semua ini menjadi bingung. Sudah jelas tadi bahwa Jasmine mampu mendesak Asahi sampai sebegitunya, akan tetapi saat berhadapan dengan seseorang yang bahkan jauh lebih lemah darinya, kenapa dia malah mundur?


Dan satu hal lagi, apa maksud dari tatapan Jasmine kepadanya sebelum wanita itu benar-benar pergi tadi?


Sedangkan Sakura, karena terlalu khawatir dengan keadaan Asahi, dia sama sekali tidak memperhatikan keanehan itu.


"Aneh sekali...baru kali ini aku lihat Jasmine mundur dari pertarungan." batin Asahi.


...****************...


"Tuan Alvos, terima kasih atas bantuanmu." kata Asahi memberi hormat.


"Ah...kenapa tuan seperti itu? Sudah menjadi tugas Wolf Hunter untuk menolong setiap petualang."


Mereka semua duduk melingkari api unggun yang cukup besar. Asahi dan Sakura sebenarnya ingin cepat-cepat pergi, namun Alvos terus menahannya dan memaksa mereka untuk bermalam di sini bersama Wolf Hunter.


Setelah mengobrolkan beberapa hal, akhirnya Asahi mencoba bertanya kepada Alvos mengenai bangunan ini dan keempat hewan ukiran pilar.


"Tuan, apakah kau tahu sesuatu dari piramid ini? Terutama empat hewan itu?"


Alvos sedikit terkejut mendengar pertanyaan Asahi, "Kenapa kau tanyakan itu?"


"Tidak apa, aku hanya penasaran saja. Karena selama ini aku tidak pernah mendengar ada cerita mengenai naga penguasa langit, elang pengendali bumi, bangau pengendali air, dan singa penguasa api."


Alvos nampak berpikir sejenak sebelum mulai menjelaskan, "Huh...sebenarnya, di bebetapa tahun silam, dunia kita ini adalah satu."


Asahi dan Sakura terkejut mendengar itu, namun ucapan Alvos lebih dulu terdengar, "Dunia Sky Heaven, Aztel dan Valcos adalah satu dunia yang sangatlah besar. Bahkan ada orang bilang jika ingin mengarungi seluruh dunia, maka dia harus menghabiskan waktu seumur hidup. Tapi menurutku itu terlalu berlebihan sih...."


"Waktu itu, tiga dunia hidup berdampingan. Masing-masing raja di setiap dunia sangat bijaksana karena orang pilihan yang dipilih oleh pengendali dunia. Yah walaupun masih sangat sering terjadi bentrokan antara Sky Heaven dan Aztel."


Asahi dan Sakura mengangguk-angguk paham. Sebenarnya dia tak mengerti tentang dunia Aztel dan Valcos, namun soal pengendali dunia, mereka tahu betul.


Di game Ring of Chaos, saat awal mula permainan dimulai, sistem akan menampilkan sebuah cerita yang cukup menarik.


Inti dari cerita itu adalah memeperkenalkan kepada player baru bahwa tempat mereka berada bernama Sky Heaven. Sky Heaven terdiri dari beberapa kerajaan dan pemimpin dunia itu disebut sebagai pengendali dunia. Dunia Sky Heaven dikendalikan oleh seseorang bernama Zeldric Genory, seorang penyihir yang amat kuat. Namun sayang sekali, wajah dari orang itu tidak diketahui.


"Namun pada suatu ketika, ditemukan sebuah cincin dengan kekuatan maha dahsyat yang tersimpan di salah satu dungeon. Dungeon itu tak pernah ditemukan orang sebelumnya dan pada saat itu entah bagaimana tiba-tiba muncul di sana. Dungeon itu dipenuhi dengan berbagai macam monster kuat yang bahkan para petualang tingkat tinggi pun kesulitan menghadapinya." Alvos berhenti sejenak membiarkan dua orang muda itu memahami ucapannya.


"Penjaga dungeon itu adalah seekor naga yang katanya sangatlah besar dan ganas. Naga itu warnanya hitam, kulitnya keras sekali dan sayapnya jauh lebih tajam dari benda ini." ucapnya sembari memegang gagang pedangnya di kalimat terakhir.


"Tak ada satupun orang yang mampu mengalahkannya sampai pada suatu ketika, saat ratusan petualang terkuat datang menyerbu, mereka dikejutkan dengan keadaan naga itu yang sudah menjadi mayat. Pada saat itu, ada seorang misterius yang berhasil membunuh naga itu, entah siapa orangnya tak ada yang tahu."


Alvos sebenarnya belum selesai bercerita, namun Asahi sudah lebih dulu memotong, "Cincin itu, apa nama cincinnya?"


Alvos terkaget dengan tindakan Asahi. Kemudian pria itu lekas menjawab.


"Kami menyebutnya, Ring of Chaos."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2