
"Ice Magic : Ice Mountain!"
CRRAAKKK
BOOOMMM!
Dengan mudah saja kalajengking raksasa itu menghancurkan gunung es kokoh milik Jasmine. Dia hanya terus berlari dan menubruknya tanpa kendala berarti.
Akan tetapi setelah menubruk, sudah ada Asahi yang mengirim gelombang serangan jarak jauhnya.
"Low Level Technique : Slash Waves!"
SWING-SWING!
Asahi menebas tiga kali dan muncul gelombang angin hebat dari pedangnya. Menciptkan siur angin yang berbunyi mengaung-ngaung bercampur dengan teriakan kalajengking raksasa itu.
Akan tetapi serangan Asahi seperti tenggelam dalam samudra. Tebasannya sama sekali tak berefek kepada monster itu yang masih terus melaju tanpa mendapat efek sama sekali.
Gila, seingatku dulu monster itu masih sedikit berefek terkena jurus ini!, Asahi memekik dalam hati.
"Goblok dan tolol yang keterlaluan! Mana bisa monster sebesar gunung macam dia mampu kau gertak dengan jurus rendahan itu?" cerca Jasmine yang merasa kesal sekali dengan kebodohan Asahi.
"Mulut pedas banyak bicara! Kau pikir monster sialan ini mampu kau tepis dengan gunung tak berbentukmu itu? Jangan bercanda saat nyawa sudah dielus lembut oleh malaikat maut seperti sekarang!!
Ha?
Seketika waktu seperti melambat, semua bejalan sedemikian lambat sampai terasa berhenti. Jasmine kalut dalam pikirannya sendiri.
"...Kau pikir monster sialan ini mampu kau tepis dengan gunung tak berbentukmu itu?..."
"...Gunung tak berbentukmu itu?...
"...Gunung tak berbentukmu..."
"...Gunung tak berbentuk..."
Hah ...!??
Pandangan Jasmine mengosong dan menjadi seperti orang linglung saat Asahi berkata seperti itu. Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya seolah Asahi selalu membisikkan kalimat-kalimat yang cukup pedas itu.
Sedetik kemudian, kedua tangannya mengepal, wajahnya memerah dan matanya melotot lebar. Aura es di sekeliling tubuhnya menebal sampai menimbulkan hawa dingin luar biasa dan membuat Darkness Scorpion itu sedikit ketakuan lalu menghentikan langkah.
"Uh...kenapa tiba-tiba dingin...apa memang seperti ini keadaan gurun....waktu....m-malam?" dia memucat tatkala memandang Jasmine dengan ekspresi iblisnya.
"J-Jasmine, kau kenapa? Musuh kita di-di sana." Asahi memiliki firasat buruk soal ini. Buruk sekali.
Jasmine mengangkat muka dan menunjukkan seringaian kejamnya. Nampak lebih cantik memang betul, namun getaran jeri di hati Asahi pun tak dapat kurang.
"Asahi~ bisa kau jelaskan apa maksudmu dengan gunung yang tak berbentuk?" Jasmine berkata dengan menekan setiap ucapannya.
Asahi menelan lidah susah payah sebelum menjawab, "Ahaha...Jasmine memang suka bercanda, bahkan monster itu rela menonton drama komedi ini..."
Tawa hambar ini sama sekali tak merubah keadaan. Buru-buru dia melanjutkan, "Tentu saja gunung milik nona Jasmine sangat indah, tapi walaupun begitu belum seindah yang aslinya. Bagaimana pun juga, tetap hebat kok..." Asahi mengacungkan dua jempolnya.
Wajah Jasmine makin merah dan terciptalah dua pedang es di kedua tangannya. Dia tersenyum lebar tatkala mengatakan sesuatu yang cukup menggetarkan hati Asahi.
"Gunung mana yang kau maksud?"
Karena sedang ketakutan hebat, pemuda ini menjawab sekenanya dengan tergesa-gesa.
"Tentu saja gunung nona Jasmine yang tadi. Memang yang mana lagi!?"
__ADS_1
"Mati saja kau dasar cabul!"
BOOOMMM!!
Terlihat ledakan es saat gadis itu menebaskan sepasang pedangnya.
"Apa salahku!!!!!"
...****************...
BOOOMMM–BOOOMM
Ledakan-ledakan dahsyat memekakkan telinga terus menggema di tengah lautan pasir gurun Salavina itu. Dengan sengit sekali, Jasmine dan Darkness Scorpion beradu ketangguhan untuk menentukan siapa yang lebih kuat.
Dan memang harus diakui bahwa Darkness Scorpion ini adalah satu-satunya monster yang dapat membuat Jasmine sedikit kerepotan.
Pasalnya, racun yang dimilikinya itu ada banyak jenis. Salah satunya adalah racun yang paling dibenci gadis itu, yang bernama Racun Gugur Dingin.
Sesuai namanya, racun ini akan menghilangkan setiap hawa dingin suatu hal yang disentuhnya. Baik itu benda, sihir, atau bahkan makhluk sekali pun. Benar-benar racun merepotkan.
Sedangkan sihir Jasmine berfokus kepada hawa dingin luar biasa. Akan tetapi hawa dingin itu berkurang lebih dari tujuh puluh persen saat kepulan Racun Gugur Dingin menerpanya.
Hal yang menjengkelkan lagi adalah, kalajengking itu mampu membuat sebuah perisai kabut dari racun tersebut. Selain membuat tubuhnya susah terlihat, Jasmine juga kehilangan keampuhan jurusnya.
Dan yang paling mengesalkan, Asahi yang ikut membantunya itu tak bisa memberi serangan fatal. Hanya sesekali saja dia mampu membikin sibuk si monster akan tetapi tidak mampu memberi efek yang hebat.
Karena tak tahan dan muak, dia membentak marah, "Kau ini mau membantu atau mencelakakan aku sih!?"
"Hah? Woi wanita gila, siapa yang membantumu! Aku hanya bosan jika terus melihatmu yang tak menang-menang melawan monster satu ini!" balas Asahi berteriak pula dan memberikan tebasan horizontal ke salah satu kaki kalajengking.
"Kau hanya jadi beban sialan!" cela Jasmine tak tanggung-tanggung.
"Kau penghambat perjalanan keparat!"
"Aku tak tahu sekarang dimana bodoh! Aku tak bawa peta dan aku tak tahu kearah mana kota Tarbani atau arah jalan pulang!"
"Jangan mengatakan aku bodoh jika kau masih bergantung padaku!"
BOOMM–BOOMM
Keduanya terlempar jauh ke belakang ketika kalajengking itu menjatuhkan punggungnya ke pasir. Membuat ledakan besar dan memaksa mereka melompat jauh.
"Asahi, kupikir kau juga sudah tahu kelemahan monster ini?" Jasmine bertanya.
"Tentu saja! Kau pikir aku ini petualang pemula? Sepasang kristal di kanan dan kiri lehernya itu harus dimusnahkan secara bersamaan kan?"
"Benar! Tapi dengan kabut itu seranganku sama sekali tak memberi dampak banyak ke kristal itu."
"Haha, memang kau saja yang tak terlalu bergu–bukan apa-apa!" Asahi tak melanjutkan ucapannya saat mendapat bilah pedang es Jasmine sudah menyentuh tenggorokannya.
Jasmine memandang monster itu sambil memutar otak, memikirkan cara terbaik untuk menghilangkan kabut tersebut. Karena hanya dengan menghilangkan kabut itulah maka serangan ampuh Jasmine mampu terlihat.
Monster itu sudah bangkit kembali dan mengaktifkan kabut Racun Gugur Dinginnya lagi. Melihat ini, Asahi berseru.
"Ah, lihat! Tadi kabut racunnya hilang! Artinya ada batas waktu untuk kabut racun itu!" Asahi menunjuk ke tubuh kalajengking yang sudah diselimuti kabut kembali.
Jasmine juga melihatnya dan dia berpikir demikian. Maka jalan satu-satunya hanyalah bertahan selama mungkin sampai kabut itu hilang. Ketika kalajengking itu membanting badannya saat kabut hilang, itulah momen paling tepat untuk menghabisinya.
"Tak perlu kujelaskan agaknya kau sudah tahu cara mengalahkannya." Jasmine melengkungkan bibirnya untuk tersenyum kecil.
"Aku bukan anak bodoh!"
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo bersenang-senang!" Jasmine menjejak tanah dan tubuhnya melesat cepat diikuti Asahi yang bergerak tak kalah cepat.
"Sebentar lagi kau akan mati kalajengking sialan! Ice Magic : Ice Chains!"
...****************...
Memang benar letak kelemahan Darkness Scorpion adalah sepasang kristal ungu yang terletak di kanan dan kiri lehernya.
Monster ini hampir mustahil dikalahkan seorang diri saja karena mengharuskan seseorang untuk menghancurkan dua kristal itu secara bersamaan jika ingin membunuhnya.
Dahulu Asahi pernah mencoba menebas dengan jurus Izanaginya untuk menghancurkan kristal di leher kanan. Kristal itu hancur, namun tidak dengan daging tebal pemisah antara kristal kanan dan kiri.
Jika sudah seperti itu, kristal yang hancur tadi akan pulih kembali seperti sedia kala. Inilah yang paling merepotkan dari monster satu ini.
Dan yang membuat Asahi jengkel sekali, dia tak pernah menduga bahwa Darkness Scorpion mampu mengeluarkan racun yang dapat melawan sihir Jasmine. Dengan adanya racun itu, tentu saja mereka menjadi kesulitan sekali. Bahkan sosok Jasmine yang super kuat itu tak mampu mendesak monster tersebut.
Pertarungan berjalan lama sekali, dan kabut itu tak kunjung hilang. Sungguh berbeda dari pertarungan pertama yang hanya dalam lima menit saja kabut itu sudah hilang sebelum muncul lagi.
"Bajingan! Sudah hampir dua jam dan monster ini belum mau menyerah!" Jasmine kesal sekali dan terus menyerang untuk mempertahankan diri dari hujan serangan sepasang capit kalajengking.
"Asahi, lakukan sesuatu!" dia kembali berteriak kepada Asahi yang mengirim tebasan Izanagi dari atas sana.
BOOOMM!
Dengan telak Izanagi dapat mengenai tubuhnya namun hanya sedikit goresan saja sebelum pulih kembali.
Monster ini...jauh lebih kuat! Sangat kuat dan di luar kemampuanku! Dia bisa jadi setara atau lebih kuat dari Jasmine!
Pemuda ini membatin sambil melirik kearah Jasmine yang sedang bertempur hebat melawan monster itu.
Racun Gugur Dingin tidak sekuat ini. Jika racun ini mampu melumpuhkan sihir Jasmine, itu artinya monster ini memang kuat sekali dan setara dengan Jasmine.
"Benarkah player ketiga top dunia sepertiku tak bisa melakukan apapun?" Asahi bergumam dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Hal ini sedikit banyak membuatnya lengah dan tak sadar dengan serangan dari ekor kalajengking di belakangnya. Dia sama sekali tidak dengar dan merasakan akan bahaya tersebut.
CROOOKK!
"Ahkkk!" Asahi memekik keras.
Di bawah sana, seketika pandangan Jasmine terbelalak melihat Asahi yang tergantung di ujung ekor lengkung kalajengking.
Serangan tadi sudah lebih dari cukup untuk menembus tubuh Asahi dari punggung sampai perut. Membuatnya muntah darah banyak sekali dan tergantung di udara.
"Haha...aku sangat naif. Seharusnya...aku sudah tahu keanehan dunia ini....sejak bertemu...dengan...kawanan...Evil Bear...."
Wushh–Bruk
Kalajengking itu melemparkan tubuh Asahi seenaknya ke samping. Tubuh pemuda itu jatuh dengan kasar di atas pasir gurun yang dingin di malam hari.
Akankah aku akan mati? Kenapa tidak mati-mati? Cepatlah mati dan hidup kembali, ini sangat sakit sialan!
"Ah....Cu Qing...aku paham...dengan perkataanmu....ini....sangat sakit..." gumamnya dengan kesulitan karena darah sudah memenuhi kerongkongannya.
Dia lantas menoleh untuk menemukan Jasmine yang terpaku memandangnya tanpa berkedip itu.
"Asahi.....?" Jasmine bergumam lirih menemukan tubuh Asahi yang sudah berlubang dan menengok kearahnya itu.
Tak kuasa lagi, dia lari mendekat sambil berteriak sekencang-kencangnya.
"Asahi!!!!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG