Ring Of Chaos

Ring Of Chaos
Chapter : 34 – Desert Emperor


__ADS_3

"Kapan kau berencana berangkat?"


"Besok pagi, mungkin. Aku baru datang siang ini dan masih lelah."


Tadi siang, seperti itulah perkataan yang terucapkan dari mulut Asahi saat Jasmine menanyakan keberangkatannya. Namun entah mengapa, saat ini Asahi merasa sebentar lagi akan mengingkari ucapannya sendiri.


Di bawah pohon yang sedikit daun namun berbatang cukup tebal, duduk seorang Tanaka Asahi yang beristirahat sambil memandangi gelangnya lekat-lekat. Bukannya tidak ada penginapan di desa Sibas ini, melainkan Asahi hanya ingin menghemat uang saja.


Gelang itu, ia buat beberapa waktu lalu di salah satu toko aksesoris kota Fortuna. Gelang perak yang memiliki bentuk bulat pipih kecil sebagai hiasannya. Di tengah bulatan itu, terdapat ukiran huruf-huruf indah berbunyi "Minori" yang ditulis menggunakan aksara kanji. Di sisi bulatan yang lain, terdapat ukiran kanji pula yang dibaca "Neshitoka". Pembuat gelang itu tentu saja merasa sedikit kesulitan untuk mengukir huruf-huruf yang menurutnya aneh itu.


Asahi memandang gelangnya lamat-lamat dan tak sekali dua kali dia menciumnya.


"Aku tidak bisa tidur..." gumamnya dengan hati yang semakin gelisah. Dia kembali memandang gelangnya sebelum memandang langit malam hari.


"Kenapa perasaanku tidak enak? Ada apa ini? Tidak biasanya seperti ini?"


Lalu, entah kenapa dia malah teringat dengan quest miliknya. Diambilnyalah kertas quest itu dan dipandangi lekat-lekat.


"Di sini jelas tertulis Desert Snake, tapi kenapa Jasmine dan orang-orang itu berkata bahwa di gurun sana muncul King Desert?"


Asahi mengalihkan pandangannya dan memandang hamparan padang pasir yang amat luas dan seolah tak berujung itu.


"Lagipula, desa Sibas dan gurun Salavina baru kali pertama ini aku melihatnya. Seingatku saat di Ring of Chaos dulu, tidak ada gurun yang bernama Salavina. Hanya gurun Sarbania saja yang menjadi tempat berdirinya kota Tarbani." Asahi bergumam entah kepada siapa, namun otaknya berpikir keras untuk menerjemahkan rasa tak nyaman di hatinya.


"Tapi, semua itu harsunya tidak ada hubungannya dengan kegelisahan ini. Lagipula, desa ini sepertinya baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda invasi Desert Snake ataupun King Desert."


Asahi memandang hamparan gurun Salavina dengan tatapan heran. Gelang yang digenggamnya di tangan kanan itu ia remas dan meletakkannya di dada.


"Perasaan apa ini...?"


Asahi memakai kembali gelangnya dan mencoba untuk tidur. Akan tetapi sampai setengah jam kemudian, tubuhnya sama sekali tidak tidur dan hanya menutup mata saja. Perasaannya makin tak nyaman.


"Sialan!"


Dia bangkit dan segera mengaktifkan skill Bounce Stepnya. Melesat cepat menuju hamparan pasir Salavina yang seperti tanpa ujung itu.


Dengan skill melesatnya itu, Asahi berlarian tak tentu arah. Kadang ke Utara, kadang ke Selatan, tak jarang pula ke Timur ataupun Barat. Akan tetapi setelah satu jam berselang, dia tidak dapat menemukan satu pun jejak keberadaan Desert Snake ataupun King Desert.


"Kenapa makin lama makin menggelisahkan hati?" Asahi mengumpat dan membanting-banting kakinya.

__ADS_1


Dia berdiri dengan kesal di tengah-tengah padang pasir itu sambil bertolak pinggang. Belum sampai satu menit dia berdiri seperti itu, kakinya merasakan getaran halus yang entah berasal darimana.


"Apa ini?" Asahi memfokuskan diri dan melihat sekumpulan pasir yang dipijakinya. Dapat dilihatnya dengan jelas bahwa pasir itu bergerak perlahan-lahan.


Refleks dia memegang gagang pedang, memasang posisi siap jika saja ada monster menyerang. Karena biasanya Desert Snake akan melancarkan serangannya dari bawah pasir. Hal inilah yang selalu merepotkan para player karena kemunculannya yang tak bisa ditebak.


Akan tetapi setelah beberapa lama berdiri dengan sikap kuda-kuda, Asahi mendapat kenyataan bahwa tak ada satu pun Desert Snake yang menyerang.


"Ada apa ini sebenarnya?" Asahi bingung sendiri dan mencoba mendekatkan telinganya ke pasir gurun, mencoba menerka-nerka dari mana arah getaran kecil itu berasal.


Beberapa saat kemudian, matanya terbelalak karena sudah dapat memperkirakan darimana gempa kecil itu berasal.


"Di Utara!" gumamnya sebelum melesat cepat menuju ke arah yang dimaksud.


Dan benar saja, saat diperjalanan menuju ke arah Utara, beberapa kali Asahi berhenti sejenak untuk memastikan benar tidaknya arah yang dituju. Setiap kali dia berhenti, getaran di gurun pasir itu makin terasa jelas dan pergerakan pasir di gurun itu semakin terlihat.


"Tak salah lagi, bisa jadi mereka ini Demon Fire."


Asahi menambah kecepatannya, skill Bounce Stepnya ia kerahkan sampai ke tingkat maksimal. Saat dia menaiki bukit pasir kecil, dia makin merasakan gempa itu dan makin tak enaklah rasa hatinya. Dia mempercepat langkah dan ketika sampai di atas.


BOOOMMM


"Apa itu? Kekuatan mengerikan apa ini!" gumamnya sambil sesekali melihat kearah cahaya terang itu berasal.


Kurang lebih sepuluh detik kemudian, cahaya terang itu lenyap, digantikan dengan sekumpulan debu-debu tebal yang menutupi pandangan Asahi.


Trang-Trang-Trang


Berkali-kali Asahi mendengar suara nyaring bergaung di udara, namun karena debu-debu itu, dia tak mampu melihatnya sama sekali. Ketika terjadi ledakan untuk yang kedua kalinya, walau tak sebesar tadi melainkan cukup keras, hempasan angin dari ledakan itu berhasil menyapu bersih debu-debu tebal yang menghalangi pandangannya.


"J-Jasmine?"


Hal yang dilihatnya amat mengerikan. Mampu dilihatnya dengan sangat-sangat jelas, kurang lebih seratusan orang yang berseragam merah gelap, tergeletak tak bernyawa di hamparan pasir itu.


Tak hanya manusia, kurang lebih ada lima belas bangkai monster ular mengerikan yang bersayap empat sampai delapan. Melihat ini Asahi menduga bahwa mereka-mereka itulah yang disebut sebagai King Desert.


Di sekeliling mereka, terlihat pula banyak sekali Desert Snake yang sudah tak berbentuk lagi. Mungkin jumlah mereka lebih dari tujuh puluhan.


Mayat-mayat itu, Asahi mengenalinya. Dari seragam mereka, tentu mereka ini adalah Demon Fire. Pasukan yang dipimpin oleh mantan jenderal wanita, Jasmine.

__ADS_1


Sedangkan perempuan itu sedang bertarung sengit melawan empat monster raksasa berbentuk ular mengerikan yang memiliki dua belas sayap.


"Apa-apaan itu? Benarkah King Desert maksimal hanya memiliki delapan sayap?" serunya tanpa sadar karena terkejut.


Asahi melihat bahwa Jasmine cukup terdesak. Luka-luka di tubuhnya entah sudah berapa banyak dan hanya dihiraukan oleh wanita itu. Dengan gigih dia bertarung melawan empat monster ular raksasa tanpa rasa takut sedikit pun.


Ketika Jasmine berhasil mengirim tendangan keras sampai membuat salah satu monster terpental sejauh beberapa meter, monster di brlakangnya membuka mulutnya lebar-lebar dan bergerak cepat untuk melahap Jasmine.


Jasmine cepat berbalik dan tubuhnya menegang seketika tatkala menyadari bahwa tak ada jalan untuk menghindar.


"Celaka!"


SWUSSHH


TRANG....NGIIINGGG....


Asahi yang melihat itu sudah bergerak cepat sekali dan segera mencabut pedangnya. Saat dirinya sudah sampai di belakang Jasmine, dia segera mengaktifkan skill Crescent Moonnya dan berhasil menahan taring ular raksasa itu sampai menimbulkan suara mengangung memekakkan telinga.


"Asahi...!!" seru Jasmine terkejut sekali.


"Izanagi!"


SWUSSHH


Aura biru kemerahan melesat cepat mengarah wajah monster raksasa itu. Akan tetapi jantung Asahi seperti berhenti beberapa saat ketika monster itu dengan gesit mampu menghindarinya. Dan tebasan Izanagi hanya menggores sedikit sayapnya.


"Dalam jarak sedekat ini dia mampu menghindar!? Apa-apaan, tak masuk akal!" Asahi berteriak marah.


"Tenanglah petualang cabul! Dia ini Desert Emperor, kekuatannya jauh lebih kuat dari King Desert!" jawab Jasmine yang memandang ke sekeliling dengan tajam. Ternyata monster-monter yang disebut Desert Emperor itu mulai mengurung dua orang ini.


"Desert Emperor? Apa lagi itu!?"


"Jangan banyak omong cabul! Lebih baik pikirkan nyawa sendiri!" berbarengan dengan ini, Jasmine sudah melancarkan sihirnya dan menyerang Desert Emperor di hadapannya.


"Jangan panggil aku cabul sialan!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2