Ring Of Chaos

Ring Of Chaos
Chapter : 23 – Aku Ingin Bertemu Mereka!


__ADS_3

Menurut cerita Alvos, empat hewan yang menjadi ukiran pilar itu adalah hewan-hewan mitos yang belum pasti akan keberadaannya.


Mereka ini dahulunya menjadi sosok penguasa saat seluruh dunia masih bersatu. Namun karena lepasnya Ring of Chaos dari tempatnya, membuat seluruh dunia pecah menjadi tiga bagian.


Pertama adalah dunia Sky Heaven yang saat ini mereka huni. Kedua adalah dunia Valcos yang memiliki tekonologi dan alat-alat sihir lebih maju dari dua dunia lain. Dan terakhir dunia Aztel, tempat bersemayamnya demi-human dan para elf. Tapi tetap saja manusia yang lebih mendominasi.


Saat dunia pecah menjadi tiga inilah konon katanya empat hewan itu tak dapat diketemukan lagi.


"Dari mana anda tahu tentang hewan-hewan itu?" tanya Asahi.


"Banyak petualang tingkat tinggi yang katanya bertemu dengan hewan-hewan itu. Dan mereka itulah orang-orang yang mengatakan bahwa empat hewan itu telah lenyap dari tempatnya. Yah...walaupun begitu, hal ini masih sulit dipercaya karena tak banyak orang melihatnya langsung."


"Lalu apa yang menyebabkan dunia kita dimusuhi oleh dua dunia lain?"


Alvos menghela nafas berat mendengar pertanyaan itu, lalu dia mulai menjelaskan.


Saat dunia pecah, tak terhitung berapa banyak jumlah korban yang menjadi akibat dari pecahnya dunia itu. Namun walaupun sudah terpecah, satu dunianya pun amatlah luas.


Dunia Valcos yang sampai sekarang memusuhi Sky Heaven adalah karena Ring of Chaos tentunya. Mereka menganggap bahwa Sky Heaven lah yang menyebabkan kehancuran dunia karena tempat ditemukannya Ring of Chaos adalah di sebuah dungeon yang terdapat di dunia Sky Heaven.


Dan untuk dunia Aztel, mereka memusuhi Sky Heaven karena memang sejak dahulu kala disaat dunia masih menjadi satu, dunia Aztel memang memusuhi Sky Heaven.


Karena dunia mereka yang sumber daya alamnya tidak sekaya Sky Heaven, sehingga mereka sangat bernafsu untuk menguasai Sky Heaven. Dan ada rumor yang menyebar dikalangan masyarakat, bahwa pencuri Ring of Chaos adalah orang dari dunia Aztel.


"Tunggu, pencuri? Bukankah aneh? Jika seandainya seseorang yang mengambil cincin itu berasal dari dunia Sky Heaven, apakah dia tidak dianggap pencuri?" Asahi memotong penjelasan Alvos.


"Aku paham maksudmu dan dahulu pun aku juga berpikiran sama. Namun seiring berjalannya waktu, aku mendapat informasi bahawa pencuri itulah yang menggunakan kekuatan maha dahsyat dari Ring of Chaos demi menyerang Sky Heaven. Namun karena kegagalan, bukannya menyerang Sky Heaven, dia malah menghancurkan seluruh dunia dan membuatnya pecah belah. Inilah mengapa dia dianggap sebagai pencuri, siapa yang mengkonfirmasi hal ini untuk pertama kalinya aku tidak tahu."


Asahi terkejut mendengar segala penuturan Alvos. Bahkan dia juga terkejut mendengar adanya demi-human, yaitu manusia setengah hewan. Apalagi elf, dia dari dulu sangat ingin melihat mereka saat memainkan game Ring of Chaos, namun sayang semua impiannya hanya sekedar harapan tanpa kenyataan karena di dalam game itu sama sekali tak ada elf atau demi-human.


Tapi sekarang ini dia baru saja mendengar dengan telinganya sendiri bahwa dunia Aztel dihuni oleh demi-human dan elf? Yang benar saja!


Kemudian secara tak sengaja dan tak terduga-duga, ada satu pemikiran yang cukup logis memasuki kepala Asahi. Pemikiran itu adalah tentang adanya dua tempat di game Ring of Chaos yang masih berstatus "coming soon"


"Apakah dua tempat yang belum terbuka itu adalah dunia Aztel dan Valcos?"


...****************...


Pagi harinya, Asahi dan Sakura berpisah dari rombongan Wolf Hunter. Mereka melakukan perjalanan pulang dengan banyak beban pikiran. Terutama sekali Asahi.

__ADS_1


Dari awal berangkat sampai setelah dua jam lamanya mereka berjalan, kening Asahi terus mengerut dan wajahnya selalu tampak tegang. Sakura yang sudah tak tahan segera menanyakan hal yang mengganjal hatinya.


"Asahi, ada apa denganmu? Apakah masih ada yang sakit?"


"Tidak."


"Lalu kenapa wajahmu selalu tegang seperti itu?"


"Aku memikirkan soal elf dan demi-human."


Sakura sedikit bingung dengan hal ini. Dia pun sejatinya juga penasaran dengan keberadaan dua makhluk itu, namun dia tidak sampai sebegitu penasarannya.


"Ada apa dengan elf dan demi-human?" Sakura bertanya.


"Ini adalah alasanku memainkan game Ring of Chaos." jawab Asahi tegas.


Sakura mulai merasa tak enak akan hal ini. Karena dia tahu sedikit banyak soal selera laki-laki yang suka hal-hal aneh seperti itu. Tentu saja dia tahu semua ini dari adiknya yang merupakan fans berat anime fantasi.


"Apa maksudmu?"


Asahi menoleh dan menjawab cepat, "Aku ingin melihat mereka! Katanya elf itu sangat cantik dan anggun, sedangkan demi-human itu sangat lucu dan menggemaskan! Apakah restoran-restoran dan tempat minum di dunia Aztel sana dilayani oleh demi-human? Jika memang begitu aku harus secepatnya ke sana!"


"Hah...?" terdapat perubahan ekspresi yang signifikan di wajah Sakura.


Dan saat ini, dalam pikiran Sakura, Asahilah yang memicu Lucy berpenampilan seperti itu. Semua ini benar-benar membuat hatinya panas dan darahnya mendidih.


"Hoh...kau ingin lihat mereka? Apakah Lucy-san yang menjadi pelayan aliansi tak cukup?" Sakura bertanya. Nadanya masih terdengar lembut namun cukup dingin.


"Itu usul Ken, aku tak pernah mengusulkan hal itu. Lagipula, telinga kucing milik Lucy adalah telinga palsu! Aku ingin lihat pelayan wanita bertelinga kucing yang asli!" Asahi belum sadar akan perubahan Sakura dan dia menjawab semangat.


"Dan elf! Aku sangat ingin melihatnya. Daun telinga meruncing dan ahli dalam bidang sihir, aku ingin lihat seberapa cantiknya mereka!" Asahi terus mengoceh tanpa mempedulikan Sakura yang makin lama tubuhnya semakin gemetaran.


"Jika aku sudah bertemu mereka, hehe....heheh...aku sangat bersyukur bisa pindah dunia–Plak!!"


Baru saja ucapannya terhenti, seketika lidahnya seperti berjungkir balik tak karuan ketika ada tangan halus menamparnya.


"Dasar laki-laki!! Kalian sama saja!" bentak Sakura dan pergi dari sana dengan menghentak-hentakkan kakinya.


"Oi Sakura, ada apa denganmu!?"

__ADS_1


"Bukan urusanmu! Lanjutkan saja imajinasimu!"


...****************...


Setelah tiga hari, Asahi dan Sakura sampai di markas Dragon Republic. Begitu sampai di dalam, seperti biasa Lucy sudah menyambut kedatangan mereka dengan sopan.


"Selamat datang tuan dan nona..."


"Ah, Lucy, dimana–"


"Dimana Kento-san?" potong Sakura cepat-cepat.


Lucy sedikit heran dengan tingkah laku Sakura. Namun dia tidak berani tanya dan lekas menjawab, "Oh, dia sedang menjalankan quest sekarang ini. Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Aku minta tolong jika Kento pulang nanti, katakan padanya–"


"Katakan padanya kalau kami berdua sudah menunggu." kembali Sakura memotong.


"Hei, ada apa dengan...mu...?" Asahi bertanya, saat pertanyaannya hampir lengkap, dia sedikit menelan ludah karena melihat tatapan tajam penuh aura membunuh dari Sakura.


"Ada apa? Aku hanya membantumu bicara." jawab Sakura dengan dingin dan ketus.


"Ya, terima kasih!." Asahi menjawab cepat dan buru-buru mengalihkan pandangannya karena entah kenapa hatinya jeri juga jika harus bertemu pandang dengan sepasang mata bening namun tajam itu.


"Dimana adikku?" tanya Sakura kemudian.


"Dia sedang keliling kota bersama tuan Ken."


"Terima kasih." Sakura berbalik dan menarik tangan Asahi untuk pergi. Namun Asahi memberontak dan berkata padanya.


"Hei, aku ingin di sini untuk istirahat."


"Ikut!"


"Tidak, aku mau istirahat!"


"Kubilang ikut! Jangan mengganggu...pekerjaan....Lucy-san...." Sakura menekankan setiap kalimatnya dan kembali tatapan membunuh itu menyapa Asahi. Membuat pemuda itu tertunduk dan mengikut saja.


"Ehm...ada apa dengan tuan Asahi? Tak biasanya dia takut seperti itu?"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2