Ring Of Chaos

Ring Of Chaos
Chapter : 25 – Albert Foward


__ADS_3

Albert Foward, seorang lelaki asal Bulgaria yang menjadi anggota sepuluh terkuat Dragon Republic. Rambutnya pirang kecoklatan, wajahnya putih dengan sedikit ruam di kedua pipi.


Hidung mancung dan matanya bewarna biru cerah. Seperti sebutan Asahi, dia memang kutu buku, karena itulah bukan menjadi hal aneh bila Albert menggunakan kacamata.


Albert memilih job sebagai penyihir. Namun bukan penyihir kebanyakan yang menggunakan tongkat atau buku sihir. Albert adalah seorang penyihir yang menggunakan senjata cincin.


Sebenarnya job sihir ini lebih praktis daripada yang menggunakan tongkat atau buku, akan tetapi kelemahan fatal dari sihir cincin ini adalah, kerusakan yang dihasilkan tidaklah terlalu besar daripada dua senjata lain.


Karena itulah tidak banyak orang yang minat mengambil senjata ini. Namun keunggulannya, sihir cincin ini memiliki gerakan yang lebih cepat dan waktu rapal yang jauh lebih singkat. Karena inilah Albert memilih job ini sebagai senjata utama.


Yah, tetapi setelah perpindahan dunia, cepat lambat gerakan maupun pelafalan mantra tergantung dari kemampuan Albert pribadi.


Albert menggeser kursi yang berada di samping Charlotte secara perlahan karena khawatir membangunkan gadis itu. Dia duduk di sana dan meletakkan satu buku tebal, lalu memandang Asahi sungguh-sungguh saat berkata.


"Akan kujelaskan semuanya, marilah kita mulai dari developer Witch Hero Groub lebih dulu."


Albert mulai bercerita. Soal Witch Hero Groub yang menjadi nama developer Ring of Chaos sekaligus Chaos Online.


Witch Hero Groub, adalah developer ternama pembuat game online terkenal yang diunduh lebih dari seratus juta jiwa. Akan tetapi banyak hal yang tidak diketahui tentang developer tersebut. Salah satunya adalah orang-orang yang bekerja di sana.


Semenjak Witch Hero Groub merilis game pertamanya yang berjudul Chaos Online, mereka memiliki jumlah pegawai seratus orang. Tak kurang tak lebih.


Anehnya, sampai beberapa tahun kemudian dan rilis game baru bertajuk Ring of Chaos, jumlah pegawai tetap sama bahkan tak ada perubahan di setiap anggotanya.


Menurut penjelasan Albert, ternyata mereka ini bukanlah manusia dari bumi, melainkan manusia dari dunia Sky Heaven.


Sesuai namanya yaitu Witch Hero, orang-orang yang bekerja di sana sejatinya adalah para pahlawan sihir yang sangat tersohor di masa itu.


Entah karena apa mereka bisa sampai berpindah dunia dari dunia Sky Heaven ke bumi. Hal itu belum diketahui Albert.


"Lalu coba kau ceritakan soal alur Chaos Online." ucap Asahi begitu Albert selesai dengan cerita pertamanya.

__ADS_1


Dia mengangguk dan menuturkan semua yang ia tahu.


Chaos Online adalah game MMORPG yang bercerita tentang petualangan player untuk menyelamatkan dunia. Namun yang jadi masalah bukanlah di situ, melainkan di salah satu event yang berjudul Ring of Chaos.


Di dalam event itu, seluruh player Chaos Online baik yang pemula maupun veteran ditugaskan untuk merebut sebuah cincin berkekuatan maha dahsyat yang tersimpan di salah satu dungeon. Cincin itu dijaga oleh naga yang berkuatan luar biasa sampai tak ada satu pun player yang mampu mengalahkannya.


Dalam event itu, tugas utamanya adalah merebut cincin itu dari sang naga dan menyelamatkan cincin itu dari cengkeraman orang jahat yang akan datang mencari Ring of Chaos. Akan tetapi sampai event itu selesai, tak ada satu pun player yang berhasil menyelesaiakannya.


Alhasil, cincin itu berhasil dicuri oleh orang jahat dan semua orang gagal menjalankan misi event.


"Setelah itu, sepuluh pemain terkuat di dunia Chaos Online berpindah dunia ke dunia ini untuk merebut kembali cincin tersebut. Akan tetapi sampai lahirnya kita, sang immortal, sepuluh orang ini belum juga mampu menyelesaikan tugas itu."


"Bagaimana kau tahu itu? Jangan-jangan kau bagian dari Witch Hero Groub?" Asahi bertanya menyelidik.


Pertanyaan ini hanya dijawab kekehan pelan oleh Albert. Kemudian pria ini membuka buku tebal di hadapannya dan menunjukkannya kepada Asahi.


"Lihat, immortal bukan hanya kita. Tetapi sebelum kita, ada immortal lain yang berjumlah sepuluh orang."


"Steward Adelson, ahli nujum ternama yang belum pernah keliru dalam hal ramal-meramal mengatakan, bahwa suatu hari akan datang sepuluh orang yang tak bisa mati dan orang itu akan menyelamatkan dunia Sky Heaven dari himpitan dunia Aztel. Oh iya...sampai di sini, tentu saja dunia sudah pecah menjadi tiga karena kesalahan penggunaan Ring of Chaos yang telah memecah belah dunia."


Asahi mengangguk-angguk paham, "Hal itu sudah kuketahui. Tapi ahli nujum itu...apakah ramalannya berhasil?"


Albert diam beberapa saat sebelum menghela nafas berat, "Belum bisa dikatakan gagal, tapi tidak juga dikatakan berhasil. Kau lihat sendiri bukan bahwa sekarang Sky Heaven masih harus menghadapi dunia Aztel dan Valcos."


"Apa mungkin Steward inilah ahli nujum yang meramal kelahiran kita ke dunia ini? Bukankah ahli nujum yang meramalkan kedatangan kita hanya pernah gagal sekali dalam meramal? Bisa jadi ramalan yang gagal itu adalah datangnya sepuluh orang yang akan menyelamatkan dunia itu?" tiba-tiba Asahi terpikirkan hal itu.


"Entahlah, tapi bukankah sudah kubilang ramalan itu belum benar dan belum salah?"


"Tapi bisa jadi karena ramalan itu terlalu lama tidak terjadi sehingga orang-orang sudah menganggap hal itu adalah suatu kesalahan?" tukas Asahi.


Albert tiba-tiba terperanjat kaget. Dia baru menyadari hal itu kali ini, "Oh benar juga...masuk akal juga perkataanmu!"

__ADS_1


Tak berselang lama, Charlotte merintih perlahan karena sedikit kaget mendengar percakapan Asahi dan Albert. Sontak dia membuka mata dan hendak bangkit duduk, namun tangan Asahi sudah lebih dulu mengusap kepalanya dan menepuk-nepuk lembut.


"Tidur...tidur....nanti kalau sudah waktunya akan kuajak pulang."


Mendengar ucapan Asahi ini, seketika Charlotte menjatuhkan kembali kepalanya ke atas meja dan mendengkur pulas.


"Hebat sekali kau, hanya beberapa kali tepukan saja bisa menjinakkan orang ini." komentar Albert kepada Asahi.


"Lupakan, mari kita bicarakan bagaimana kisah selanjutnya."


"Baiklah kalau begitu. Mungkin kau sudah tahu akan hal ini, pernahkan kau berpikir bahwa dua dunia yang di dalam game masih berstatus coming soon adalah dunia Valcos dan Aztel? Jika memang begitu..."


"Jika memang begitu?"


"Entah...kita lihat perkembangannya. Ngomong-ngomong, dimana Kento? Apa jangan-jangan sudah mati?"


"Mungkin."


Dua orang ini bicara tentang kematian seseorang seperti membicarakan barang hilang yang tidak berharga saja. Tapi memang keduanya tidak merasa terlalu khawatir karena jika seandainya Kento memang mati, maka dia akan hidup lagi.


"Yah....kita tunggu saja, dia pasti pulang." ucap Asahi tak peduli.


...****************...


"Sialan, monster keparat tak bermata, bisa-bisanya dia membunuhku!? Padahal aku sudah menggunakan seluruh ramuan dan kemampuan yang ada, kenapa pula masih bisa kalah!" terlihat pemimpin dari aliansi Dragon Republic itu mengomel-ngomel tak jelas.


"Dan lagi....dimana ini!!!!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2