
CRAASSS
Sihir es yang sangat luar biasa dari Jasmine berhasil memberikan dampak yang tidak kecil ke tubuh Desert Emperor bersayap dua belas itu. Namun walaupun cukup hebat, serangan es Jasmine belum cukup untuk menumbangkannya.
Desert Emperor itu sedikit terpelanting ke belakang, namun sedetik kemudian dia menubruk maju dengan mulut terbuka lebar, menampakkan gigi-gigi besar nan tajam yang sangat mengerikan.
"Sialan! Andai saja aku dalam kondisi prima, sepertinya tidak mungkin bagimu untuk mendesakku!"
Jasmine menyatukan kedua telapak tangan dan muncullah tiga lingkaran sihir di atas kepalanya. Lalu dari satu lingkaran keluar garis lurus yang menyatukan satu lingkaran ke lingkaran lainnya. Membuat tiga lingkaran sihir itu membentuk bangun datar segitiga terbalik.
"Ice Magic : Triangle Ice Magic!"
Tiga lingkaran sihir itu bersinar terang dan tak lama setelah itu muncul cahaya kebiruan yang melesat cepat menuju tiga titik lemah Desert Emperor. Satu ke arah mulut, dan dua lainnya kearah mata.
BOOM–BOOM
Asap tebal mengepul tatkala serangan es Jasmine dengan telak mengenai sasaran. Monster itu tentu saja terlempar ke belakang, namun sungguh hebat, dia masih baik-baik saja setelah menerima serangan tersebut.
"Gggrrr–wrroaarr!"
"Hei, mau lari kemana! Ice Magic : Ice Mountain!"
Jasmine segera mengaktifkan sihirnya kembali saat melihat Desert Emperor itu melompat tinggi hendak menyelam ke dalam pasir. Tentu saja dia tidak sudi membiarkan musuh melakukan hal itu dengan mudah.
Dia merentangkan kedua tangan ke kanan dan kiri, lalu kedua lengan itu diselubungi aura sihir biru terang. Sesaat kemudian, Jasmine mengangkat kedua tangan dan menyatukan telapak tangan di atas kepala.
CRAAASSS–CREESSS
Kabut tebal tercipta tatkala muncul sebuah gunungan es yang segera membelenggu seluruh tubuh Emperor Desert. Monster itu mencoba meronta dengan kepalanya yang masih bebas, namun tidak berguna sama sekali untuk melawan sihir es Jasmine.
"Bre–Aakhhh!"
Ketika Jasmine hendak memecahkan gunung itu berikut isinya, dari arah kiri meluncur ekor tebal dari Desert Emperor lainnya yang segera datang mengirim serangan susulan.
"Bajingan kaliaaann!!"
...****************...
Tak hanya Jasmine, di sisi lainnya, Asahi juga bertempur dengan sangat sengit dan menegangkan. Pedang katananya itu selalu mengeluarkan aura kebiruan atau cahaya terang disusul dengan dengungan panjang memekakkan telinga.
Dua Desert Emperor yang mengeroyoknya benar-benar merepotkan. Tak hanya selalu menutup pergerakannya, tapi mereka juga selalu mampu membalas setiap serangan Asahi.
"Middle Level Technique : Fire Blade Blow!"
SWWOOOSSSHH
"GROOOAARR!!!"
Api yang besar memanjang ke atas itu menebas salah satu moncong Desert Emperor, membuat hidungnya sedikit terbelah dan mengeluarkan darah. Serangan unsur api dari Asahi ini benar-benar sangat mengagumkan.
"Middle Level Technique : Ocean Waves!"
Kali ini Asahi melompat tinggi dan ketika tepat berada di depan moncong monster ular itu, dia kembali mengaktifkan skillnya. Namun kali ini berunsur air.
Saat katana itu bergerak, seketika pedang Asahi terselubung dengan gelombang air tebal yang makin lama makin menebal. Ketika rotasi tebasan mencapai seratus delapan puluh derajat, saat itulah selimut air katana Asahi terhempas dan menciptakan ombak besar yang mampu membuat kepala ular itu terpental sebelum akhirnya menghantam pasir dengan keras.
Masih dalam keadaan mengambang di udara, dari arah kirinya Asahi dapat merasakan ancaman mematikan. Dan ternyata benar, di sana sudah ada satu monster ular lainnya yang membuka mulut lebar-lebar dan menubruknya.
__ADS_1
Beruntung baginya bahwa jurus Bounce Stepnya masih menyimpan satu lesatan lagi, sehingga dirinya mampu menjejak udara dan melambung tinggi kurang lebih tiga puluh lima meter di atas permukaan tanah.
"Woah...hampir saja..." gumam Asahi memandang ke bawah saat posisinya masih berbalik dengan kaki di atas.
Dia menggenggam katana erat-erat, menyiapkan skill tingkat tingginya.
"High Level Technique : Izana–"
BWWUUSSSHH
Sebelum skill Asahi aktif, ular itu ternyata sudah lebih dulu mengirim serangan. Dia tidak mau membiarkan Asahi mengaktifkan jurusnya dan membuat dampak merugikan kepadanya. Maka monster ini membuka mulut lebar-lebar dan menghembuskan nafas dahsyatnya yang segera menciptakan badai pasir hebat.
"Tsukoyomi!"
Seru Asahi ketika melihat angin badai yang membawa pasir tebal berpusing-pusing menuju kearahnya. Dia memutar tubuhnya di udara dengan kecepatan cepat sekali untuk mengusir pergi kerumunan pasir yang mengurungnya.
Saat badai pasir itu benar-benar lenyap, dia kembali dikejutkan dengan Desert Emperor yang sudah berada di atasnya dan mengirim serangan badai pasir itu. Saat dia menoleh ke bawah, ternyata di bawah sana juga telah mengirimkan jurus yang sama seperti monster di atasnya.
GROOAAARR
"Sialan!"
Asahi kehabisan akal dan mencoba sedapatnya untuk menghalau serangan. Dia mengaktifkan skill Tsukoyomi sampai berkali-kali untuk melindungi tubuhnya dari badai pasir itu.
"Ice Magic : Snowstorm!"
Tiba-tiba Asahi merasakan gelombang angin yang lebih dahsyat dari dua serangan ini. Angin itu terasa amat sejuk namun mematikan, serangan yang sungguh luar biasa karena mampu mematahkan dua seranga monster itu sekaligus.
"Wanita gila!! Kau mau membunuhku hah!?"
"Diam cabul!"
Muncul tiga lingkaran sihir di belakang Jasmine yang langsung mengeluarkan rantai-rantai panjang. Rantai-rantai itu lalu melesat cepat menuju Asahi dan mengikatnya erat sebelum kemudian ditarik ke dekat si pengaktif sihir.
BOOOMM!
Karena posisi monster itu berada di atas dan bawah, maka saat Asahi berhasil di selamatkan, dua badai pasir yang masih bertiup dahsyat itu malah saling beradu dan mencelakakan satu sama lain.
Terdengar jeritan-jeritan kesakitan dari keduanya yang mengalami cedera berat karena mendapat serangan mematikan dari kawan sendiri.
Saat Desert Emperor yang tadi terbang jatuh ke bawah dengan lemas, Jasmine segera berseru.
"Asahi, potong tubuhnya dengan Izanagimu sebanyak dua kali!"
"Kau meremehkan jurusku?"
"Diam tolol! Cepat lakukan!" bentaknya dan menjitak kepala Asahi.
Pemuda itu memasang kuda-kuda lantas mengaktifkan jurusnya, "Izanagi!"
Sesuai arahan Jasmine, Asahi melakukan tebasan Izanagi sebanyak dua kali berturut-turut. Hasilnya sungguh di luar dugaan, tebasan pertama berhasil dipatahkan tanpa perlawanan sedikit pun dari sang monster. Namun berhasil menimbulkan luka dalam.
Untuk tebasan kedua, dengan sangat mulus aura biru kemerahan itu melewati tubuh raksasa Desert Emperor dan menewaskannya seketika. Menciptakan suara berdebum nyaring ketika tubuh itu sampai ke tanah.
Sedangkan Jasmine, dia sudah menyatukan kedua telapak tangan di atas kepala seraya berseru. "Ice Mountain!"
Gunungan es tercipta dan segera membekukan Desert Emperor lainnya. Sedetik kemudian, Jasmine kembali berseru.
__ADS_1
"Break!" tangannya saling cengkeram di atas kepala dan aura yang menyelimuti kedua lengan seperti pecah lalu menyebar ke segala arah.
CRAASS–CRAS–CRAS
Gunungan es itu hancur seketika bersama Desert Emperor yang berubah menjadi butiran debu.
Keduanya lantas jatuh terduduk dan mengambil oksigen di udara sebanyak-banyaknya. Nafas mereka tak karuan dan tubuh mulai terasa lelah.
Walau pun tidak terluka parah, namun stamina Asahi benar-benar terkuras.
"Kau...hebat juga...bisa mengalahkan....dua Desert Emperor sekaligus..."
Asahi berkomentar memandang dua mayat ular raksasa yang sebelumnya dibunuh Jasmine.
"Kau pikir...siapa diriku?" jawab Jasmine ngos-ngosan.
"Andai saja....aku tidak melakukan....pembantaian sebelumnya....jangan ragu untuk percaya bahwa aku akan...mengalahkan dua monster itu...dalam satu dua menit..." lanjutnya.
Asahi ingin menolak percaya, namun bukti nyata terpampang jelas di depan matanya. Semua mayat-mayat ini, mungkin tidak bisa dikalahkan oleh Demon Fire jika Jasmine tak ikut bertempur.
"Melelahkan..." gumam Asahi dan mengambil potion hp berwarna merah kebiruan dari cincin spatial. Dia lantas meminumnya sampai tandas.
Woah...benar-benar hebat alkemis itu. Ramuan ini dapat mengembalikan staminaku!
Asahi bergumam kagum tatkala rasa lelah di tubuhnya berkurang banyak setelah meminum ramuan buatan Nara.
Dia mengambil satu ramuan lagi dan memberikannya kepada Jasmine.
"Apa ini? Ramuan berbahan dasar Rumput Akar Biru? Kenapa kau memberikannya padaku? Ini cukup berharga bukan?" Jasmine memandang bingung.
"Jika muncul monster seperti mereka lagi, aku khawatir akan mati konyol tanpa adanya bantuan darimu."
Mendengar ini, tanpa mampu ditahan lagi, bibir Jasmine melengkung dan menciptakan senyum manis. Hanya karena rambut panjangnya yang hitam legam itu menjuntai ke bawah sehingga menutupi sebagian wajahnya dan membuat Asahi tak sadar.
"Kalau begitu, apakah aku harus mengucapkan terima kasih?"
"Tergantung apakah dirimu masih memiliki sesuatu yang orang sebut dengan sopan santun?" Asahi menjawab datar tanpa menoleh.
Jasmine menggeleng-gelengkan kepala dan segera mengambil ramuan itu. Setelah habis diminumnya, dia menoleh memandang Asahi.
"Terima kasih...cabul..."
Mata Asahi menyipit dan gigi-giginya beradu. Cepat ia menoleh dan membentak marah.
"Jangan memanggilku seperti...itu...."
Seketika matanya terbuka lebar dan dia terkejut sekali. Seluruh tubuhnya menegang, tak ada suara yang mampu keluar dari tenggorokannya melihat apa yang berada di hadapannya ini.
Senyuman Jasmine berhasil membius seorang Tanaka Asahi sampai kaku tak bergerak seperti itu. Mata merah yang menyala-nyala bagaikan kobaran api itu menatap intens sepasang mata Asahi, namun bibir merah muda yang tersnyum amat cantik dan elok itu benar-benar menggetarkan hati Asahi.
Buru-buru dia alihkan pandangannya dan menjawab ketus, "Apa-apaan dengan dirimu?"
"Haha...kau memang cabul benar!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Ilustrasi Jasmine bro, sorry jelek yang gambar AI soalnya😁😁
BERSAMBUNG