
Angin berhembus kencang menggugurkan dedaunan pohon tua yang tampak berdiri di atas Padang rumput kasar. dibawah pohon tua itu duduk seorang manusia yang entah apa ia kerjakan. dia mungkin sedang menulis sebuah kisah klasik namun dedaunan yang jatuh selalu membuat nya membersihkan rambut sehingga tulisan nya pun tak pernah selesai. dia melihat jam tangan kuno miliknya, dan jam itu menunjukkan angka 4. dia berdiri dan pergi dari tempat itu dan tak lupa berkata
'' Hari ini sudah mulai gelap, aku tak mau orang orang khawatir mencari ku. selamat tinggal Dali "
dia memanggil pohon tua itu dengan nama Dali. setelah itu ia melangkah pergi dari pohon tua itu.
rumput kasar yang tumbuh di padang luas itu menggores kakinya, sehingga warna merah keluar dari kulit nya yang lembut
'' Oh tidak, hampir setiap hari aku terluka oleh rumput rumput ini "
ucap nya dengan keluhan marah
Dia membersihkan luka itu dengan membasuh kaki nya. air yang menetes dari tangan nya menghilangkan warna merah tersebut.
tampaknya ia bukan manusia biasa, ada hal ganjil dari tubuh nya.
" cukup hari ini, aku tidak mau orang orang melihat ku. mohon tuan tuan rumput, aku hanya ingin pulang ke rumah ku "
ucapnya sambil menunjuk rumput rumput kasar itu
Dia melangkah kembali, luka yang tergores tadi sembuh begitu saja oleh air dari tangan nya
****
Dia sampai di sebuah kebun bunga. kebun itu di tumbuhi banyak tanaman. hampir semua sisi memiliki warna masing masing.
Dia memetik bunga dengan warna jingga, dan berkata
" ini akan menjadi resep teh yang enak. sesekali aku harus membawa keranjang. dan memetik seluruh bunga ini "
dia tersenyum manis dan kembali melihat jam tangan kuno nya. angka di jam tersebut menunjukkan angka 5.
langit memancarkan sinar merah, mentari hampir terbenam di barat. dia bergegas pergi dari kebun bunga itu
***
dia sampai di air terjun yang indah. air itu jatuh bagaikan mutiara berkilau terkena pancaran mentari. deras nya angin membuat tetes air berterbangan ke wajah nya. dia mengambil sapu tangan nya, dan menggosokkan nya ke wajah. dia berucap
" kalian menggodaku, baiklah aku akan bersama kalian sebentar. "
dia membuka bajunya, helaian baju yang lembut menggores kulit lembut tubuhnya.
sekarang kakinya menginjak kan air, berendam sebentar dan berkata
"sudah lama aku tidak seperti ini, hari ini sungguh hari yang damai. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi esoknya. jadi, aku akan bersama kalian sebentar "
beberapa menit kemudian dia keluar dari air.
tubuhnya basah kuyup tapi tak sampai ke kepala, dia mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas pergi untuk pulang.
***
__ADS_1
sekarang dia sampai di kaki bukit. di kaki bukit ini berbaris rapi perumahan kayu, orang-orang di sini tampak bahagia. kalau bisa dibilang mereka adalah penduduk surga. desa di sini sangat indah, bisa dilihat dari kebun kebunnya. berbagai tanaman tumbuh di sini dan tak satupun ada yang mati.
manusia ini kembali berjalan, dia menyapa setiap penduduk yang lewat. bibirnya tersenyum manis dan tak ada sedikitpun rasa benci. langit merah tadi sudah hilang dan berubah menjadi langit hitam.
dia melihat jam kuno miliknya, angka di jam itu menunjukkan 6
dia berkata
" akhirnya aku sampai, perjalanan melelahkan. tapi bagiku itu hal yang dibutuhkan "
***
dia membuka pintu rumah kayu, di dalam rumah tersebut sudah ada dua orang manusia lainnya sibuk memasak makan malam.
" Ibu..."
ucap manusia tersebut
" ibu pikir kau masih tertidur di bawah pohon tua nan jauh itu "
ucap wanita yang dipanggil nya ibu
" iya benar, apakah kau tidak lelah berjalan sejauh itu? "
tanya seorang manusia lainnya
" Aku tidak akan lelah jika harus mencari kedamaian, lagi pula aku hanya membutuhkan waktu sendiri "
ucapnya
" hari ini kita hanya bisa makan roti lagi, maafkan ibu anak-anak "
" tidak apa-apa Bu, kami berdua justru minta maaf kepada ibu karena telah merepotkan "
" ibu juga minta maaf "
...
" ibu, tadi aku memetik beberapa bunga. bunga-bunga ini bisa dijadikan resep untuk minuman kita "
ucapnya pada ibunya
" ini adalah bunga gold "
ucap ibunya
" bunga ini mampu meredakan sakit apapun. Di mana kau mendapatkannya? "
tanya ibunya
" aku mendapatkan bunga itu di kebun nan jauh. ada banyak tumbuh bunga disitu. warna di seluruh penjuru dunia ada di kebun itu "
__ADS_1
" Lain kali kakak harus membawaku ke tempat nan jauh itu "
ucap manusia lainnya
ternyata dua orang manusia itu adalah ibu dan adiknya jelas sekali saat dia memanggilnya dengan kakak .
***
mereka bertiga memakan roti yang telah disiapkan ibunya tadi. di atas bulatan meja mereka tertawa bahagia. suara kayu rumah yang hampir jatuh terkulai oleh angin menambah suasana dingin nya malam. hari ini dia dan ibu serta adiknya, tampak hidup bahagia. apakah besok mereka bertiga akan kembali tersenyum seperti malam ini ?.
Entahlah
***
setelah makan bersama ibu dan adiknya. dia keluar dan melihat sekitar. cahaya bulan menyinari setiap langkahnya.
dia sampai di suatu sungai yang mengalir bagaikan mutiara indah yang disinari oleh cahaya bulan.
ia berkata
" malam ini sungguh dingin, dinginnya seperti menusuk ke tulangku. bayangkan aku hidup dengan ibu dan adikku. aku selalu merasa sedih setiap malam. aku iri dengan bulan, di sisimu selalu ada bintang yang menyinari. tak hanya satu tak hanya dua, ada banyak bintang yang menemani bulan. bagaimana bisa kalian begitu akrab? sedangkan aku selalu merasa sendiri "
setelah berkata seperti itu dia melihat kembali jam kuno miliknya. angka di jam tersebut menunjukkan angka 9.
kini ia kembali berdiri melangkah menuju rumahnya. di perjalanan dia bertemu seorang manusia lainnya, dan manusia lain itu berkata
" mau ke mana kau malam-malam seperti ini? "
tanya manusia lain tersebut
dia berkata
" aku begitu sepi tak ada yang bisa aku lakukan kecuali hanya berjalan setengah sinarnya cahaya bulan "
dan manusia lain itu bertanya lagi
" mengapa kau merasa begitu sepi? sedangkan banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama "
dan dia menjawab
" Aku tahu itu, tapi bisakah kau lakukan itu untukku? "
manusia lain itu mengangguk tersenyum manis kepada dia.
manusia lain itu tidak menolaknya, bahkan ia mengiyakan ajakannya.
Kini manusia itu bertemu dengan manusia lain, dan mereka menjadi seorang sahabat.
( bersambung )
kisah ini ditulis sesuai dengan imajinasi sang penulis, jika hal ini berkenan dengan anda bisakah anda menyukai cerita ini dengan menanyakan hal apapun di komentar atau Anda juga bisa mengkoreksi cerita penulis.
__ADS_1
terima kasih 🌞