
Disiang hari ini langit tampak cerah. Dam duduk di sebuah kursi kayu tua. dia memandang Mandang sekeliling nya. Kini Dam sudah merasa lebih baik. mata nya yang biru membuat dunia tampak lebih hidup.
Ted datang dari arah belakang Dam
" kakak, aku membawakan kakak roti. Ibu menyuruh ku untuk memberikan nya pada kakak "
ucap si kecil Ted
" terimakasih Ted, kau letakkan saja disini dulu "
Ted duduk di sebelah Dam
" apa yang kakak pikirkan? "
tanya sikecil Ted
" Tidak apa apa, kakak hanya memikirkan tentang desa kita "
" kenapa kakak memikirkan desa kita? desa kita tidak terjadi apa apa. kakak tidak perlu mengkhawatirkannya "
Si kecil Ted memegang tangan kakaknya itu. dia mencoba untuk menenangkan kakaknya
" Bukan itu masalah nya Ted. Kita tidak tau kapan saja hal buruk terjadi. "
Dam mencoba untuk menahan rasa tangis nya. entah apa yang Dam pikirkan sampai sampai air matanya berlinang.
Dam mengingat kembali peristiwa beberapa tahun ke belakang yang terjadi. Waktu itu ia masih berumur 9 tahun. Beberapa pasukan kuda bayangan mengacaukan desa. Dam kecil tidak tau apa yang terjadi, ia di gendong ibu nya dan berlari. Dam kecil melihat beberapa penduduk lainnya di bunuh oleh pasukan kuda bayangan itu.
" Arggggggggggggggggggg "
teriak seorang warga yang dibunuh dengan kejam oleh pasukan kuda bayangan itu
Dam kecil dalam pelukan ibunya shock besar ia hanya bisa diam dan menahan tangisannya. ibunya sekuat tenaga terus berlari mencari tempat yang aman. sebagian penduduk yang selamat terus berlari dan tak tahu harus kemana. Rumah penduduk di luluh lantak kan oleh pasukan tersebut.
Kini Dam kecil dan ibunya berada dalam sebuah bangunan tua. bangunan ini adalah lumbung pangan milik penduduk. Ibunya berusaha menahan tangis. Ted yag masih dalam kandungan Waktu itu menjadi beban untuk ibunya.
Ayah Dam datang ke lumbung itu untuk melihat keadaan kedua anak dan istrinya.
" apakah kalian semua tidak apa apa?" tanya ayahnya Dam
" Ayah........!"
Dam memeluk ayahnya
" tidak apa apa Dam, kau tidak boleh menangis. kau ini anak laki laki yang kuat "
ayahnya mencium kening Dam sambil berusaha menahan air matanya
ibu Dam juga memeluk suami nya.
dan mengucapkan sesuatu
" Aku dan kedua anak kita tidak bisa lagi bersembunyi seperti ini "
sambil memegang perutnya yang tengah mengandung Ted
" tunggulah sayang.. aku akan kembali lagi. aku harus menghabisi pasukan Audero itu.. kalian tunggu lah disini "
Ayah nya Dam pergi meninggalkan istri dan kedua anaknya
" ibu, apakah ayah akan kembali lagi ?" tanya Dam kecil pada ibu nya
" pasti sayang, itu pasti "
Ibu nya tersenyum dan meneteskan air mata
Setelah agak lama menunggu di lumbung tua itu. ayahnya Dam juga belum kembali
" ibu ini sudah lama sekali. kenapa ayah belum juga kembali?"
tanya Dam kecil
" tenang lah sayang, ayahmu pasti akan kembali "
__ADS_1
Sampai saat ini juga, Dam sudah tumbuh menjadi pemuda dewasa ayahnya juga belum kembali. itulah terakhir kali Dam dan ayahnya bertemu. Ted yang didalam kandungan dulu kini telah lahir dan sekarang Ted berada di sisi Dam.
" kakak kenapa menangis?"
tak sadar air mata Dam jatuh menetes ke baju si kecil Ted
" tidak, kakak tidak menangis. ada benda kecil yang masuk ke mata kakak. "
Dam berusaha menyapu air mata nya
" Ini roti makanlah "
ucap sikecil Ted
Dam mengambil roti itu dan memakannya
" kau juga harus memakannya Ted, supaya kau bisa cepat tumbuh dewasa "
Ucap Dam sambil memotong roti dan memberikan nya pada Ted
" Benarkah itu bisa membuat ku cepat tumbuh dewasa?" tanya polos Ted
Dam mengangguk, Ted lalu mengambil roti yang di berikan oleh Dam dan memakannya.
diatas pohon, Duduk seorang gadis muda yang tak lain itu adalah Afra. dia melihat Dam dan adiknya duduk di kursi tua.
" Kenapa Dam tampak sedih? apa yang dia pikirkan?" Afra menerka nerka apa yang ada di pikiran Dam
" ah sudahlah, tugas ku disini cuma mengintai sang pemilik kekuatan mentari "
ucap Afra
Langit yang cerah tadi seketika berubah menjadi langit hitam.
penduduk desa tampak kebingungan apa yang akan terjadi.
Afra terkejut dan langsung melihat ke langit
" Oh tidak, jangan sekarang. "
Di atas pohon yang Afra tempati datang ibu nya dari atas dan berteriak
" Afraaaaa !!! "
sontak Afra melihat ke arah ibunya
ibunya menghampiri Afra dan berkata
" Mereka kembali lagi, ibu pikir mereka tidak akan datang pernah datang lagi "
ibu Afra nampak terengah-engah
" ibu, tenang kan dulu pikiran ibu. "
Afra mencoba menenangkan ibunya
" cepat kau lindungi Dam. jangan sampai pasukan Audero tau keberadaan pemilik kekuatan mentari "
'' baik ibu, "
Afra segera mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah tempat Dam
Penduduk merasa keheranan. mereka semua beramai ramai melihat ke langit. di balik awan muncul pasukan berkuda. kuda itu bukanlah kuda sebenarnya, melainkan hanya bayangan seperti kuda.
" CEPAT CARI TEMPAT BERLINDUNG... "
ucap salah seorang penduduk dengan berteriak
Semua penduduk berlari ketakutan. Dam dan adiknya yang melihat di luar rumah langsung lari kedalam rumah.
" Ibu,, mereka kembali lagi "
ucap Dam pada ibunya
__ADS_1
" sekarang cepat kau dan Ted cari tempat yang aman "
ibu nya Dam mencoba menyuruh kedua anaknya untuk pergi menyelamatkan diri
" Ibu juga harus pergi, kami tak akan pergi tanpa ibu "
Dam berteriak pada ibunya
" jangan keras kepala Dam. kau bawa adik mu ke tempat yang aman "
ibunya menangis dan memeluk Ted
Ted juga meneteskan air mata. sikecil Ted tidak tau apa yang harus ia lakukan.
" tapi kenapa ibu tidak mau pergi juga ?"
tanya Dam
" ada yang harus ibu cari terlebih dahulu "
Dumbbbbb
suara ledakan dari luar terdengar begitu keras
" cepat Dam, bawa adikmu pergi "
ucap ibunya
Dam menggendong adiknya dan pergi melalui pintu belakang.
sementara itu Afra terus memantau kondisi Dam dan adiknya.
*
pasukan Audero sudah meluluh lantakkan semua perumahan penduduk.
dia berteriak
" BERIKAN AKU KUNCI NYAAAA "
suara nya menggema sampai ke penjuru desa.
kuda bayangan nya berlari cepat dan membunuh semua warga yang ditemui
Ibu Afra sang pengintai menghampiri Audero
" wah wah, si pengintai dari klan Flyx yang berani menemui ku "
ucap Audero
" apalagi yang kau inginkan Audero ?"
tanya ibunya Afra
" aku menginginkan kunci nya, dimana kunci nya? "
" kau sudah membunuh kunci nya. apa kau tidak ingat perbuatan mu 9 tahun yang lalu?"
ucap ibunya Afra dengan nada tinggi
" Itu masalah nya, si laki laki tua itu telah mewariskan kunci itu pada anaknya. "
Audero mendekati ibunya Afra
ibunya Afra mengepakkan sayapnya dan terbang menghindari Audero.
Audero memiliki fisik yang kekar, ia sangat licik dan jahat. bisa saja ia membunuh ibunya Afra.
" Kau pikir dengan terbang kau mampu lari dari ku? kejar wanita tua bersayap itu "
Audero memerintahkan pasukan kuda bayangan nya untuk menangkap ibunya Afra.
Ibunya Afra berusaha lari dari kuda bayangan ini. namun....
__ADS_1
( bersambung )