Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Cahaya II


__ADS_3

Langkah Dam terhenti


seekor burung hantu terbang di wajah Audero, sehingga tombak yang di pegang Audero menancap di kaki nya. Burung hantu ini mencoba untuk menyelamatkan nyawa Philo.


" Hewan peliharaan siapa lagi ini. Sungguh banyak sekali pengganggu disini. " Ucap Audero


Di balik rerumputan muncul Ted


" Ted " ucap ibunya


ibu nya berlari ke arah Ted dan memeluk anak bungsu nya itu


" Apakah kau baik baik saja ?" Tanya ibunya pada nya. ibu nya nampak memeluk erat anak bungsu nya itu.


" Aku baik baik saja ibu, kakak menghilang dalam cahaya biru. aku kebingungan dan menangis untung nya ada seekor burung hantu yang membawa ku kesini " sikecil Ted menceritakan apa yang dia alami.


Ibunya lalu memeluk lagi anak bungsu nya itu.


Kaki Audero mengeluarkan darah, dan ia berkata


" Aku penasaran apakah darah kalian juga seperti ini ?" tanya Audero sambil melihat ke kaki nya yang terluka.


Audero mencabut tombaknya yang tertancap di kakinya. lalu tombak itu ia lemparkan ke arah burung hantu. Burung hantu itu pun jatuh dan tidak bisa terbang lagi.


" Berani sekali hewan bodoh ini mengganggu ku " ucap Audero


" Tidak, !! Burung hantu itu teman ku, kenapa dia membunuh teman ku ibu ?" sikecil Ted menangis dalam pelukan ibu nya


" Ow, maaf kan aku anak kecil. aku tidak tau itu Hewan peliharaan mu. apakah kau mau menyusulnya ke surga?" tanya Audero dengan kejam


" hentikan ini Audero kau memang tidak punya hati. " ucap Dam padanya


Mata Dam kemudian membiru, Ia melayang sedikit di udara. Audero yang melihat itu langsung termenung.


Dam membuat peluru air. lalu melemparkannya ke arah Audero. dada Audero tampak terluka oleh peluru tersebut.


" Bagaimana bisa ? " tangan Audero memegang dadanya yang terluka


Dam terus melontarkan peluru peluru air pada Audero. Audero tak bisa mengelakkan serangan Dam. ia terluka sangat parah.


" Evil shadow , bantu aku " ucap Audero


beberapa pasukan Audero menyerang Dam. Audero lalu menghilang. Dam tidak sadar jika Audero sudah menghilang. Sekarang Audero berada di belakang ibu nya dan adiknya.


Audero menculik Ted lalu membawanya ke atas udara.


" TED, " teriak ibu Dam


Dam melihat ke arah ibunya.


" Aku akan kembali lagi sang pemilik kekuatan mentari, Aku akan mengambil lagi kunci batu yang kalian sembunyikan. " Audero menyekap mulut Ted agar ia tidak bisa berbicara


" Jangan sekali kali kau lukai adik ku Audero !!" Dam berteriak pada Audero


" Sebagai tawanan, aku akan membawa adik mu. Sebenarnya aku juga ingin membawa kedua teman mu itu. " ucap Audero sambil menunjuk ke arah Afra dan Philo yang sedang terbaring pingsan.


" Namun, mereka begitu berat untuk aku bawa dalam kondisi seperti ini. Sampai jumpa lagi pemilik kekuatan mentari "


Audero pun menghilang, disusul beberapa pasukan nya yang juga menghilang.


" Tidak, tidak, jangan bawa anak ku !" ibu Dam menangis sejadi jadi nya.


Dam tidak bisa berbuat apa apa karena dia belum sepenuhnya bisa mengendalikan apa yang ia punya.


" Ibu jangan menangis, " Dam berusaha memeluk ibunya dan menahan air matanya.


" Aku berjanji akan membawa Ted pulang ibu. aku berjanji padamu ibu " Ucap Dam sambil mencoba menguatkan ibunya. namun sontak ibu Dam pingsan karena tidak terima dengan kejadian ini.


Suasana begitu suram, Dedaunan yang layu gugur dari ranting nya, Sepoi angin berhembus kencang di atas bukit. sekarang seorang manusia sedang dilanda tangis jerat.


Dam mengepal tinjunya, dan berkata dalam hati


" aku akan berjanji untuk membunuhmu Audero, jika kau berani melukai adikku "

__ADS_1


sekarang Dam benar benar tidak bisa menahan air matanya. Air mata Dam jatuh ke tanah, ia hanya bisa melihat 3 orang yang ia cintai pingsan bersamaan.


Suara pedesaan tempat ia tinggal di bawah kaki bukit juga hening. hanya terdengar suara api yang membakar rumah penduduk.


" Sakit,. "


Dam mendengarkan suara orang kesakitan, dia menoleh kearah suara itu. ternyata suara itu berasal dari burung hantu yang terluka tadi.


Dam menuju untuk melihat burung hantu itu. Dam memegang sayap burung hantu yang terluka.


" Hai, kau bisa berbicara ? " tanya Dam.


" Sakit,, " ucap burung hantu itu lagi


Dam mengeluarkan air dari jari nya dan meneteskan nya pada bagian sayap burung yang terluka. Lalu, luka itu pun sembuh.


Burung hantu itu tampak kelelahan, dia menahan rasa sakit oleh tombak Audero. Dam menolong nya dengan memberikan minum pada burung hantu itu.


Sekarang keadaan burung hantu itu membaik, ia mengepak ngepakan sayapnya dan kembali terbang. Dam yang melihat itu langsung tersenyum bahagia.


" Terimakasih tuan pemilik kekuatan mentari " ucap burung hantu itu


" kau bisa berbicara? " tanya Dam


" Sebenarnya aku ini manusia. Namun, aku dikutuk oleh Vexana "


" Vexana? Siapa dia ? " tanya Dam keheranan


Burung hantu itu mendarat dan bertengger di atas tanah


" Vexana, Dia adalah istri dari Raja Alto. " Ucap burung hantu itu


" Aku tahu raja Alto, Tapi aku tidak tau istrinya"


jawab Dam


" Raja Alto mempunyai dua anak kembar fraternal, Seorang laki laki dan satu nya lagi perempuan. Anak laki laki raja Alto bernama Anan dan yang perempuan bernama Anin. "


burung hantu itu tau lebih banyak dari pada Dam


" Ya, pangeran Anan dan Putri Anin adalah sepasang saudara yang jauh lebih jahat di bandingkan Audero. Audero hanyalah bawahan dari raja Alto. "


" Lalu kenapa kau bisa dikutuk menjadi burung hantu ? " tanya Dam lagi


burung hantu itu menjawab " Cerita nya panjang, Aku tidak bisa menceritakan nya disini "


" Ngomong ngomong dimana Ted? " tanya burung hantu itu pada Dam


Dam hanya tertunduk diam dan berkata


" Si jahat Audero itu menculik Ted " Dam mengepal tinjunya


" Yang benar saja? Kemungkinan besar Ted akan dibawa ke kerajaan Dark reptix. Disana hidup penduduk penduduk licik dan kejam di bawah pimpinan Raja Alto " Burung hantu itu mengepakkan sayapnya dan terbang


" Mau kemana kau? " tanya Dam


" Aku harus mengejar Audero " jawab nya


" Dia sudah pergi dari tadi " ucap Dam


Burung hantu itu pun terbang lagi ke bawah


" lebih baik, kau bantu aku membangun kan mereka yang pingsan ini " ucap Dam melihat ke arah ibu dan teman temannya


" itu mudah " jawab burung hantu ini


burung hantu itu lalu mengepakkan sayap nya di wajah Philo. beberapa serbuk hijau bertaburan di wajah Philo


" Apakah pemuda tampan ini berasal dari klan Wood? " tanya Burung hantu itu


" tidak mungkin Philo berasal dari klan Wood. dia seorang manusia seperti ku " jawab Dam


" Tidak mungkin dia manusia, dia Wooders terlihat sekali dengan butiran hijau ini " Burung hantu itu berhenti mengepakkan sayapnya

__ADS_1


Philo terbangun dari pingsan nya, belum sepenuhnya sadar Dam langsung memeluk sahabatnya itu.


" Philo, " ucap Dam sambil memeluknya


" Dam? aku melihat mu keluar dari sebuah cahaya biru tadi. apakah itu benar nyata? " tanya Philo sambil mencoba duduk


Burung hantu itu kembali terbang dan mengepakkan sayapnya dan berkata


" Bagaimana dengan dua wanita disana ?"


" Apakah ini mimpi, burung itu bisa berbicara? " Philo keheranan


" Aku akan menceritakan nya nanti pada mu. kau duduklah disini dulu. " Dam berdiri dan berjalan ke arah ibu nya.


burung hantu itu pun membangun kan ibunya dan Afra, kini semuanya terbangun dari pingsan. Dam memeluk ibunya


" Sudah Dam, kau tak perlu merasa bersalah. ini bukan sepenuhnya salahmu "


ibunya menepis air mata Dam


Afra lalu berjalan ke arah ibu Dam


" Apa yang terjadi ?" tanya Afra heran


" Kau kehilangan kesadaran dan hampir jatuh dari ketinggian, untungnya Philo menyelamatkan mu dan kau pingsan. Philo juga pingsan karena kelelahan melawan pasukan Audero. setelah itu Audero menculik Ted " Dam menceritakan nya dengan panjang


" maafkan aku, mungkin ini semua salahku " Afra mencoba terbang dan mengepakkan sayapnya


namun dia sudah kehabisan tenaga,


" Jangan memaksakan dirimu Afra " ucap ibu Dam


" Benar, kau begitu lelah karena kekuatan besar tadi. kekuatan apa yang ada pada kotak itu? " tanya Philo


ibu Dam kemudian mengeluarkan kotak kayu tua kuno itu lagi, dia membuka nya. di dalam kotak itu terdapat 5 batu kunci yang masing-masing memiliki warna berbeda. Putih, biru, Hijau, ungu dan hitam.


" Aku pernah melihat batu hitam itu, bukankah begitu Dam? " Philo menunjuk batu kunci yang berwarna hitam tersebut


" Iya, Philo menemukan nya di sungai dekat pohon tua nan jauh. Lalu batu itu terjatuh dan hilang " jawab Dam


" benar, kalian memang menemukan nya. Lalu Dam tertimpa pohon dan pingsan. setelah itu Philo mencoba mencari bantuan. namun, setelah Philo sampai di rumah dia heran kenapa Dam juga sudah terbaring . benar kan Philo? "


Ibu Dam se akan tau apa yang tidak mereka tahu


" bagaimana bibi tau? Aku bertanya tanya siapa yang membawa Dam pulang ?"


Philo heran dengan kejadian waktu itu


" Yang menolong Dam adalah Kore, ibunya Afra" jawab ibu Dam


" Siapa Kore ? " tanya Dam


" Kore adalah pelindung keluarga kita dari bahaya Audero. dia yang menolong ayah mu waktu itu, namun ayahmu terbunuh oleh Audero. ayahmu memberikan batu kunci hitam ini pada Kore, Kore menyembunyikan diri dari Audero selama 9 tahun." Ibu Dam nampak tertunduk diam


" Lalu ibu membuang batu kunci hitam itu disekitar sungai dekat pohon tua nan jauh. berharap tak ada orang yang menemukan nya. namun Philo menemukan batu itu. sehingga pohon tua nan jauh terusik lagi oleh kekuatan batu itu. " Afra kembali menceritakan apa yang ia dengar dari ibunya


" Lalu ibu Afra dibunuh oleh Audero " sambung Philo yang melihat kejadian waktu itu


" ibu Afra dibunuh? Audero memang jahat dan kejam " Dam kembali mengepal tinjunya


" oleh sebab itu, 5 batu kunci ini tidak boleh jatuh ke tangan raja Alto. dia lah dalang di balik semua ini " Ucap burung hantu itu


" Siapa kau? " tanya Afra pada burung hantu itu


" Tampak nya kau bukan salah satu dari 5 klan, benar kah" sambung ibu Dam


" Benar, aku hanya lah manusia yang dikutuk oleh Vexana "


" Vexana, Dia adalah istri raja Alto. keluarga kerajaan itu memang kejam " jawab Afra


" Sudah lah, kejadian ini memang tidak bisa dilupakan " ibu Dam berjalan pergi


" ibu mau kemana? " tanya Dam

__ADS_1


" kebawah kaki bukit, kita harus melihat kondisi dibawah "


Mereka pun menuju kembali ke pemukiman warga yang sudah hancur kacau balau. di tangan Dam tergenggam harapan yang begitu besar. dia ingin menghancurkan semua kekacauan ini. bersama teman-temannya iya akan memulai petualangan yang besar


__ADS_2