Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
kekuatan


__ADS_3

'' Nah ini dia bukunya '' nenek tersebut mengambil buku yang ia maksud. dia lalu memberikan nya pada Dam


'' buku apa ini ?'' tanya Dam keheranan


'' ini buku milik kakek mu. '' ucap nenek tersebut


'' kakek ku ? '' Dam kelihatan heran dan kebingungan. apa yang dimaksud dengan kakek oleh nenek Othello itu.


" Iya kakek mu Dam, Dia adalah seorang dari klan Swimx. Dia tau kau adalah pemilik kekuatan mentari jadi dia menyuruh ku dan Abar untuk menyimpan buku ini dan bisa diberikan pada mu nanti Dam. " Nenek itu menjelaskan nya pada Dam


" Siapa Abar itu nenek " tanya Philo


" dia adalah kakek tua yang kalian temui di klan Flyx, tetua klan Flyx. " ucap nenek tersebut


" Oh kakek nya Afra " jawab Philo


Nenek tersebut mengangguk.


" Lalu dimana kakek ku? " tanya Dam


" Sayangnya dia sudah tidak ada lagi, oleh sebab itu ia memberikan buku ini pada ku " jawab nenek itu sambil mengelus bahu Dam


" Aku belum pernah bertemu dengan kakek. Bahkan di usia ku yang cukup muda ayah juga pergi meninggalkan ku. " Dam terlihat sangat bersedih


" Ini kau simpan lah buku ini, buku ini bisa membantu mu nanti. " nenek tua itu memberikan bukunya pada Dam


" Tadi di klan Flyx, aku juga diberikan buku oleh kakek Abar. " Dam kemudian membuka tas nya dan memperlihatkan buku itu pada nenek


" Awal dari pemilik kekuatan mentari " nenek itu sangat terkejut. " Aku pikir buku ini tidak di tangan Abar. '' nenek tersebut lalu memeluk Dam


" Sekarang kalian kembali lah ke rumah Othello. Othello bawa mereka pulang " nenek tersebut menyuruh Othello membawa teman temannya pulang


" Satu hal lagi, kalian besok pagi datang secepatnya di pinggir sungai. aku akan menunggu kalian disana " ucap nenek itu lalu pergi kembali ke ruangan nya


" kenapa kita harus ke sungai besok pagi ?" tanya Philo


" Karena besok pagi kalian akan dilatih menjadi petarung yang hebat " jawab Othello


" Bagus, itu bagus sekali " Philo tampak bersemangat mendengar hal itu


***

__ADS_1


" Darimana saja kalian? " tanya ibu Othello


" Othello membawa kami ke perpustakaan kayu bibi. " jawab Afra


" Baiklah, sekarang mari kita makan terlebih dahulu. pasti kalian sangat lelah bukan? " ibu Othello menawarkan makanan


Dam dan teman temannya pun makan dirumah Othello. Mereka bercanda gurau dengan bahagia. kesedihan kesedihan yang mereka alami sirna begitu saja.


" Makanan bibi enak sekali " ucap Afra sambil tersenyum kepada ibu Othello


" Terimakasih pujian nya Afra " jawab bibi


" Ngomong ngomong bibi mau ke perpustakaan kayu tempat nenek Othello. kalian istirahat saja disini. kalau bosan Othello bisa mengajak kalian jalan jalan mengelilingi wilayah ini " Bibi pun pergi meninggalkan mereka


" Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya Philo


" Kita bisa melakukan apapun. kalian bertiga mau apa? " tanya Othello


" Aku mau keluar sebentar, aku akan kembali lagi " Dam pergi keluar dari rumah pohon Othello


Dam pergi menuju sungai dan dia duduk menenangkan pikiran disana. Afra melihat Dam termenung di tepi sungai.


" Ada apa dengan pemilik kekuatan mentari? " tanya Othello heran


" Ayo kita ke sana juga, pasti dia butuh seseorang yang mendengar kan ceritanya "


mereka bertiga pun juga keluar dari rumah pohon dan menghampiri Dam yang sedang duduk melamun di tepi sungai


" Ada apa dengan mu Dam? " tanya Afra


" Kalian kenapa disini juga? " Dam balik bertanya kepada Mereka


" Jika kau melamun seperti ini, kami juga pasti merasakan nya Dam " jawab Philo


" Cerita kan lah masalah apa yang sedang terpikir di otak mu pemilik kekuatan mentari ! " Othello duduk di samping Dam


mereka kini berempat berada di aliran sungai yang mengalir. Dam menceritakan masalah apa yang ia pikirkan


" Aku memikirkan adikku, aku takut raja Alto menyakiti nya. " Dam tampak bersedih akan hal itu


" bagaimana bisa adikmu di tempat raja Alto? " Othello yang tidak mengetahui cerita nya pun penasaran

__ADS_1


" Semua ini berawal karena kesalahan ku Othello " sambung Afra


" Tidak ada yang salah Afra, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. ini terjadi karena takdir " Dam mencoba untuk menyakinkan Afra bahwa dia tidak bersalah


" Ceritakan pada ku bagaimana kejadiannya. " Othello tampak sangat penasaran


" Waktu itu Aku lengah dan tiba tiba adikku disekap oleh Audero. lalu Audero membawa nya ke klan Dark reptix. " Dam sangat menyesal karena telah lengah dari adiknya


" Aku belum pernah bertemu pasukan raja Alto, bahkan kedua anak kembar nya. wilayah klan Wood sangat rahasia dan terpencil jadi mereka mungkin kesulitan mencari kalian sampai kesini. " Ucap Othello


" Bagaimana kalau kita menyelamatkan adikmu Dam. aku bisa membantu mu, kita semua pasti bisa " Othello tampak lebih bersemangat dibandingkan yang lainnya


" Othello, itu sangat berbahaya. Afra sudah banyak kehilangan orang yang dekat dengan nya karena ulah raja Alto itu. " jawab Philo


" Iya, Aku masih merasakan sakit hati yang sangat dalam. " Afra mengepal tinjunya


" Kalau begitu, ayo kita berlatih dan membalas dendam atas perbuatan mereka " ucap Othello


" Kau benar Othello, kita tidak bisa diam seperti ini terus. kita harus melakukan sesuatu. " Dam sudah bertekad untuk membalas kan dendam yang ia simpan selama ini


***


keesokan paginya Dam bangun lebih awal dibandingkan dengan yang lainnya. begitu juga Afra, dia masih tertidur pulas.


Dam pergi sendirian ke sungai yang dimaksud nenek Othello itu. Langit masih gelap karena cahaya matahari belum muncul. namun ketika ia tiba tidak ada seorang pun di sana.


Dam mencoba bermeditasi sendirian disana sambil menunggu kedatangan nenek Othello.


sebuah pisau di lemparkan dari arah belakang Dam, Karena Dam sudah semakin kuat dia mampu mengetahui itu dan menangkap pisau dari arah belakang nya tersebut.


" Kepekaan mu semakin tajam saja Dam " ucap nenek Othello yang sengaja melemparkan pisau tersebut ke arah Dam yang sedang bermeditasi


" Aku bahkan belum pernah berlatih seperti ini nenek. itu gerakan refleks dari tubuh ku " jawab Dam


" Bagus lah kalau seperti itu, Ngomong ngomong kenapa kau datang begitu pagi Dam. Jam seperti ini orang orang masih tertidur bahkan matahari pun juga belum bangun " nenek itu menghampiri Dam dan duduk di sampingnya.


" Aku ingin semakin kuat dan bisa membalas kan dendam ku pada raja Alto " jawab Dam


nenek itu tersenyum kepada Dam dan berkata " Jika kau hanya ingin balas dendam, kekuatan mu pun tak akan membantu mu "


" lalu aku harus bagaimana? " tanya Dam

__ADS_1


" kau harus.....


__ADS_2