
sampai lah mereka di tempat tuan Ares. Tuan Ares telah menyiapkan kapal terbang untuk mereka pergi dari klan Flyx.
" Ayo cepat kalian naik kesini, sebentar lagi peperangan akan terjadi " teriak tuan Ares menghampiri mereka
Philo lari ke arah kapal terbang, dia takut jika bertemu dengan pasukan Raja Alto.
" Ayo Dam " ucap Philo
Dam dan Philo sekarang sudah berada di atas kapal terbang ini. sementara itu tuan Ares menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu agar kapal terbang ini bisa terbang.
" Kapal terbang ini tanpa awak. Aku sudah mengatur nya untuk kalian bisa pergi secepatnya dari wilayah ini. kapal terbang ini akan membawa kalian menuju klan Wood. kakek telah menghubungi klan Wood tadi untuk membantu kalian ke situ. jadi jangan khawatir " Ucap tuan Ares sambil melepas landas kan kapal terbang ini.
" Kami akan pergi ke wilayah klan Wood? " tanya Dam
" iya kalian tidak perlu khawatir, kami akan berjaga jaga disini. lagipula kau lah yang di incar Raja Alto " ucap tuan Ares pada Dam
Sebelum kapal terbang itu lepas landas. seorang gadis muda cantik muncul di belakang tuan Ares
" Wah, kalian tidak ingin membawa ku juga? " tanya gadis muda cantik itu
tuan Ares melihat kebelakang dan tak menduga jika gadis itu mengetahui lokasi mereka.
" Putri Anin, " ucap tuan Ares sambil mengeluarkan sebilah pedang dari sarung nya
" Tunggu tuan Ares, aku disini datang dengan damai. " putri Anin itu tersenyum jahat pada tuan Ares
Dam dan Philo yang berada di kapal terbang melihat gadis itu. Gadis itu memakai sebuah jubah dan topeng yang hanya menutupi bagian matanya dan hidung nya saja, bagian mulut nya masih bisa dilihat.
" Dimana kembaran laki laki mu " tanya tuan Philo pada Putri Anin
" Oh, saudara kembar ku Anan. apakah kau tidak tahu dimana dia? Anan selalu membawa sebilah pisau tajam. aku tidak tahu dimana dia sekarang, entah di perpustakaan atau di istana " putri Anin menyengir ke arah tuan Ares
" Tidak, Kakek dan raja Sopran " Tuan Ares tampak terkejut dengan jawaban Putri Anin
" Ya kau tau itu, Entah bagaimana nasib raja mu sekarang. sayangnya klan Flyx tidak akan lagi memiliki pemimpin " Putri Anin mengeluarkan sebuah Gungnir. sebuah senjata seperti tombak namun memiliki mata tombak yang runcing.
Dam dan Philo hanya bisa melihat dari atas kapal terbang yang belum berjalan. kapal terbang itu belum sepenuhnya disiapkan oleh tuan Ares.
__ADS_1
" Ngomong ngomong, kenapa kau menyiapkan kapal terbang. Siapa yang akan kau kirim pergi dari sini? " Putri Anin mendekati tuan Ares
" Jangan berani kau melangkah maju ke hadapan ku " Tuan Ares menyodorkan pedang nya ke arah Putri Anin
Putri Anin dengan cepat menyerang tuan Ares. tuan Ares mengelak dari serangan nya, Walaupun putri Anin adalah seorang gadis namun kemampuan nya tidak bisa di remehkan.
Serangan seorang Putri Anin begitu cepat sehingga lengan tuan Ares tergores sedikit.
sementara itu Dam dan Philo menyaksikan pertempuran itu.
" Bagaimana ini Dam, kita tidak hanya akan melihat mereka bertarung bukan. " tanya Philo pada Dam
" Namun kita harus pergi secepatnya ke klan Wood Philo. "
Dam melihat ke sekitar, tali dari kapal terbang ini belum dilepaskan. Dam berniat untuk turun dan melepaskan tali tersebut.
" tunggu Dam, jika kau turun kau akan nampak oleh gadis itu. " ucap Philo
" terus kita harus bagaimana, seperti yang kau bilang kita tidak boleh diam di sini. " Dam bertekad untuk turun
Tuan Aris mencoba untuk mengalihkan perhatian Putri Anin, agar dia tidak mengetahui keberadaan Dam
" Kau ternyata hebat juga dalam pertempuran Anin. " tuan Ares mencoba untuk mengalihkan perhatian nya
" Oh, ini karena bakat ku. aku tidak menyukai sihir seperti ibuku. Aku lebih suka bertempur dengan cara yang lebih Ganas. " jawab putri Anin
" Kenapa kau menyerang wilayah kami, kami tidak pernah mengganggu wilayah kekuasaan kalian " Tuan Ares berdalih bertanya
" sebenarnya ayahku menyuruh untuk mencari pemilik kekuatan mentari. si pemilik itu telah melukai Audero cukup parah. jadi aku dan saudara ku mencari kesini. " Putri Anin yang memakai topeng itu mengeluarkan rambut nya yang ditutupi jubah
" Dia adalah manusia kenapa kau mencari ke wilayah klan Flyx ? " tanya tuan Ares
" Bagaimana kau tahu kalau dia adalah manusia? " Putri Anin curiga dengan perkataan tuan Ares
Tuan Ares hanya bisa diam, dia tidak sadar berbicara mengenai itu
" Jadi kau telah mengetahui pewaris kekuatan alam? hahahaha, Kau terjebak oleh omongan mu sendiri tuan Ares " Putri Anin mencoba untuk melempar Gungnir nya ke kapal terbang
__ADS_1
" Mau apa kau? " Afra berdiri di atas kapal terbang. Dan mendarat di Samping tuan Ares
" kenapa kau kesini Afra? " tanya tuan Ares
" Aku datang untuk membantu mu dari perempuan licik itu " jawabnya
" Bagaimana dengan kakek? " tanya tuan Ares lagi
" Kakek telah aku bawa ke tempat yang aman, Tenang saja. Dan pasukan kita telah menjaga ketat area istana. " jawab Afra dengan berani
" Dasar, perempuan jelek. " ucap Putri Anin kepada Afra.
" jika aku jelek, kenapa kau selalu menutupi wajah mu dengan topeng buruk mu itu ? " tanya Afra
" Kau tidak pantas melihat kecantikan ku wahai perempuan klan Flyx. kalian semua hanyalah orang orang dari klan rendahan dan tidak tau bagaimana berpenampilan dengan anggun " ledek putri Anin pada Afra
" Dasar kau,, " Afra mengeluarkan pedang ibunya dan langsung menyerang putri Anin
Putri Anin tidak tau jika Afra akan menyerangnya, namun putri Anin hilang begitu saja dari tempat nya
" Kemana dia pergi? " tanya tuan Ares
" Dia tidak bisa melakukan sihir, mustahil dia bisa hilang "
Dam yang berada di dekat kapal terbang heran dengan hilang nya gadis itu.
Seorang pemuda bertopeng muncul dari atas bersama putri Anin
" kau harus belajar sihir Anin, jika aku tidak menyelamatkan mu kau bisa mati di tangan perempuan kotor itu " ucap pemuda bertopeng itu yang tak lain adalah kembaran putri Anin yaitu pangeran Anan
" Mereka di atas sana ! " ucap Afra
Pangeran anan melempar sebuah bola hitam ke arah Dam berada. Ini membuat Dam terkejut dengan kedatangan bola hitam itu. seketika bola hitam itu melilit tubuh Dam
" Dia lah yang kita cari, bukan perempuan bersayap itu Anin " ucap pangeran Anan
Tuan Ares lalu mendekati Dam namun bola hitam itu melempar tuan Ares terpental jauh.
__ADS_1