Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Cahaya


__ADS_3

" Siapa kau? " tanya ibu dam


" Nama ku Afra, aku anak dari Kore dari klan Flyx. ibu pasti tau itu " jawab Afra


" yang benar saja kau anak Kore? Sukur lah kau masih hidup " Ibu Dam memeluk Afra


" Aku pikir kalian berdua sudah terbunuh " Ibu Dam mengusap air matanya yang berlinang


Afra termenung sejenak


" Kenapa kau termenung?" tanya ibu Dam lagi


Sekarang giliran Afra yang memeluk ibu Dam. Afra menangis di pelukan nya dan mengatakan


" Ibuku telah di bunuh Audero " Afra menangis terisak isak


" apa, tapi bagaimana? "


" Ibu terluka di bagian kepala, kemungkinan besar Audero menusuk kepala ibu ."


Afra menceritakan nya pada ibu Dam dengan nada sayu


" Memang keterlaluan Audero itu, dia harus menerima balasan yang setimpal atas perbuatannya" ibu Dam membuka kotak tua yang masih ditangan nya


seketika cahaya Biru, Putih, Hijau, dan Ungu keluar bersamaan. Cahaya cahaya itu memancing perhatian Audero


" Cahaya itu berasal dari bawah sana " Audero menunjuk ke bawah jurang


" CEPAT CARI TAU KEBERADAAN CAHAYA CAHAYA ITU " suara Audero menggema gema di atas bukit


Kali ini beberapa Evil shadow turun kebawah jurang. Beberapa pasukan Audero lenyap begitu saja ketika berada di dinding tebing


" bagaimana bisa? " Audero tampak keheranan dengan apa yang ia lihat


Dari bawah tebing muncul sosok gadis bersayap putih yang memancarkan cahaya. Cahaya itu menyilaukan mata Audero.


" Cahaya apa ini ?" tanya Audero


" Ini lah waktu dimana kau akan mati Audero "


Ternyata sosok tersebut adalah Afra dengan perubahan sayap nya yang berbeda. bentangan sayap Afra lebih luas dibandingkan dengan yang dulu


" Siapa kau ?"


Tanya Audero keheranan


" Aku adalah wujud dendam untuk membunuh mu Audero " Bagian pupil mata Afra tampak berwarna putih


" Oh pasti kau dari klan Flyx. jelas sekali terlihat oleh benda yang menempel di punggung mu itu wahai gadis muda bersayap ". Audero mengeluarkan tombak nya


" Itu tombak yang kau gunakan untuk membunuh ibuku AUDERO !" Afra mengepakkan sayapnya sehingga membuat beberapa pasukan Audero terhempas mundur


" Sekarang aku tau siapa dirimu wahai gadis bersayap. Kau anak dari Kore, benar bukan? "


Audero tersenyum menyeringai sambil menjilati tombaknya yang berlumuran darah Kore


" Lancang sekali kau pada ibuku AUDERO "


Afra mengeluarkan pedang ibunya dan terbang menukik ke arah Audero


Audero mengelak dari serangan Afra. sekarang dua klan itu bertarung dengan dahsyat. Afra mencoba untuk menebas kepala Audero namun dengan kehebatan Audero yang bisa menghilang itu membuat Afra kewalahan


namun disisi lain, terdapat ibu dam dengan Philo sedang melihat pertempuran dua klan tersebut


" Begitu kuat kah Audero, sehingga Afra kewalahan? " tanya Philo pada ibu Dam

__ADS_1


" Audero memiliki kekuatan Manipulasi tubuh. dia bisa memindahkan tubuhnya dimanapun. oleh kekuatannya ini lah bibi hampir mati oleh Audero. " Ibu Dam menceritakan apa yang ia ketahui tentang Audero


" Aku baru ingat, Dia menggunakan kekuatan ini untuk membunuh ibunya Afra. Waktu itu dia berada di atas tanah, tiba tiba dia sudah berada saja di atas langit " Ucap Philo


Pertempuran antara kedua klan masih sangat panas, Afra melontarkan jarum jarum runcing dari sayapnya. Audero menangkis serangan itu dengan kekuatan Manipulasi tubuh


" Kekuatan mu tidak akan mempan pada ku gadis bersayap " ucap Audero


Afra sangat kelelahan, kekuatan nya hampir habis


" Meskipun aku mati, aku tidak akan rela kau hidup di dunia ini AUDERO "


tak hanya di bagian pupil sekarang seluruh mata Afra sudah sepenuhnya putih dia tidak punya pilihan selain memanggil Dam


" pemilik Kekuatan mentari aku sekarang memanggil mu untuk membantu melenyapkan kekuatan Audero "


Ucap Afra


" TIDAK, KAU TIDAK BOLEH MEMANGGIL DAM. TIDAK AFRA " ibu dam berlari ke arah Afra dengan berteriak tidak


Sontak hal ini membuat Audero mengetahui persembunyian nya


" BIBI " Philo mencoba untuk mengejar ibu Dam


Audero langsung menuju ke arah ibu Dam. Dengan tombak di tangan kirinya kini dia tidak ragu lagi untuk membunuh ibu Dam


Afra yang masih dalam keadaaan dendam tidak mengetahui bahaya yang akan di akibatkan nya.


" Shrubs !!! " Ucap Philo


beberapa semak belukar menghalangi jalan Audero.


" Klan Wood? " ucap Audero keheranan


Kini ibu Dam berhasil sampai di dekat Afra. namun Afra berada di atas ketinggian. ibu Dam nampak tertunduk menangis dan berkata


" Jangan halangi jalan ku bocah ingusan " ucap Audero. Audero lalu memotong beberapa semak belukar.


" Stem leaves " ucap Philo lagi


beberapa daun tumbuh merambat di tubuh Audero.


" Apaan apaan lagi ini?" tubuh Audero sekarang sepenuhnya di lilit oleh dedaunan


" Evil shadow "


ucap Audero


mayat mayat seperti bayangan keluar dari persembunyiannya.


" Bunuh bocah sialan itu " Audero menunjuk ke arah Philo


Philo terkejut, tanpa basa basi ia melawan beberapa mayat itu


namun, disisi lain ibu Dam masih tertunduk lesu. Afra masih tak sadarkan diri dengan apa yang ia lakukan. seketika cahaya biru muncul di belakang ibu Dam. Ibu Dam melihat ke belakang dan keheranan.


Muncul lah sosok Dam di hadapan ibu nya.


" DAM, !! " ibunya berteriak dan memeluk anaknya


" Ibu? , " Dam keheranan


" Cepat pergi dari sini Dam, kau harus pergi secepatnya " Ibu nya mendorong anaknya untuk pergi


" Bagaimana aku bisa disini ibu? " tanya Dam keheranan

__ADS_1


Afra sangat lelah dan ia terjatuh dari ketinggian


Philo yang melihat itu lalu mengucapkan


" Sunflower "


Bunga besar itu menangkap Afra yang hampir mati karena jatuh.


" Ahahahahahahah " Audero tertawa keras


" Jadi ini si pemilik kekuatan mentari? " tanya Audero menertawakan


sekarang situasi nya sangat sulit. Kondisi Afra tak memungkinkan ia melawan Audero. Philo kewalahan dengan evil shadow. Dan hanya tersisa Dam dan ibunya.


" Berhenti evil shadow " ucap Audero dengan menjentikkan jarinya


Philo tidak mampu menahan lelahnya dan ia pun pingsan


" PHILO! " Ucap Dam


" Mari kita selesaikan ini dengan hati damai Manusia. " Audero mendekati Dam dan ibunya.


ibu dam mencoba untuk melindungi anaknya.


" Tidak perlu cemas manusia, aku tidak akan membunuh kalian. yang aku inginkan hanya lah batu kunci nya " Audero terus mendekati Dam dan ibunya. sekarang jarak mereka tidak sampai 2 meter.


Dam melihat Audero, dia ingat kejadian 9 tahun lalu. Audero lah biang dari semua malapetaka ini.


" Tidak perlu menatap ku seperti itu manusia. eh, maaf aku lupa, kau pemilik kekuatan mentari. maaf sudah lancang pada mu TUAN "


Audero menunduk kan kepalanya pada Dam


" Jangan bersikap ramah Audero, aku tahu kelicikan mu. perkataan mu memang tidak bisa di percaya " Ibu Dam meludah ke arah Audero


Audero merasa tersinggung akan hal itu..


" kau membuatku marah, Aku sudah bicara baik pada mu. tapi kau malah meludahi ku? "


" itu pantas untuk mu " ucap ibu Dam


Audero menghilang


" Kemana dia pergi ibu ? "


Dam keheranan


Ibunya bersikap was was, bisa saja Audero muncul di atasnya bahkan di belakangnya.


ternyata Audero berada di samping tubuh Philo yang terbaring pingsan.


" Wah wah, pemuda ini sangat tampan. Dia mengingatkan ku pada masa mudaku "


Audero mengeluarkan tombak nya


" Jangan sesekali berani kau sentuh teman ku, "


Dam tampak marah dan menumpuk kan emosinya.


" Aku tidak akan menyentuh nya, aku berjanji. paling tidak tombak ku lah yang akan menyentuh nya " Audero sangat pandai membuat seseorang marah.


mata tombak Audero sekarang berada di atas kening Philo


" AUDEROOOOO !" Dam berlari ke arah Audero


Sekarang Audero mengayunkan tombaknya ke wajah Philo

__ADS_1


dan Churr ( Pancaran darah )


__ADS_2