
" Klan Wood? "
Philo kebingungan dengan perkataan Afra.
" Iya, klan Wood. Di Dunia ini kita ada 5 klan. Klan Flyx, Wood, dark reptix, Swimx dan human "
Afra menjelaskan nya kepada Philo dengan wajah menahan marah
" Aku tidak mengerti Afra, Nanti kau jelaskan saja padaku. sekarang lebih baik kau bawa aku pada Dam. "
Philo tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Afra.
mereka berdua kembali pergi ke arah air terjun.
sementara itu ibunya Dam
**
Ibu Dam bersembunyi di balik semak semak belukar, Ditangan nya tergenggam kotak tua yang sangat kuno.
beberapa pasukan kuda bayangan mencari Manusia yang bisa dibunuh nya lagi.
" Bagaimana ini? jika seperti ini terus aku tidak akan bisa bertemu dengan anak anak ku "
ibu Dam meneteskan air mata dan memeluk erat kotak kayu tua itu
Tak lama setelah itu Audero muncul di belakang ibu Dam
Ibu Dam terkejut dan berlari
" Mengapa kau berlari? Bukankah kau sudah lihat bagaimana cara ku membunuh suamimu ?"
Ucapan Audero tersebut menghentikan langkah ibu Dam.
" Sekarang berikan kotak itu pada ku, Aku telah membunuh Penjaga keluarga mu. apakah kau tidak tau itu? "
Audero mendekati ibunya Dam dengan senyum jahat nya
Ibu Dam tidak bergerak sedikitpun, ia hanya mencoba menahan air mata nya yang sudah tak bisa ditahan
" Menangis lah manusia, Itu memang hal yang bagus untuk manusia seperti mu. "
Audero semakin dekat dengan ibu Dam
" Cukup Audero, Aku tidak mau lagi ada kekacauan di desa ini. sudah sekarang hentikan perbuatan mu ini "
Teriak ibu Dam dengan penuh emosi
" Aku juga tidak ingin mengganggu para manusia disini. tapi, suamimu lah penyebab kekacauan ini. seandainya kalian berdua bisa memberikan ku batu kunci itu, desa ini tidak akan pernah kacauu "
Audero berteriak juga. Teriakan nya membuat dedaunan gugur.
ibu Dam meneteskan air mata, Sungguh dia ketakutan dan pasrah
Audero sekarang tepat berada di depan ibu Dam
" Sekarang berikan saja kotak itu pada ku, Dan kau akan aku bebaskan "
" tidak aku tidak percaya dengan perkataan mu. kau dari klan dark reptix yang tidak akan bisa dipercaya.. "
ibu Dam berlari menjauhi Audero, dia hanya bisa berlari ke atas bukit. Tetesan air matanya jatuh ke tanah. dia berharap ini bukanlah akhir dari hidup nya
" maafkan ibu Dam, Ted. ibu harus melindungi kalian sebisanya "
Dia semakin jauh dari Audero
" percuma kau lari dari ku. kau tetap akan berada di wajah ku "
Sementara itu Afra dan Philo
**
Beberapa rumput menahan kaki Philo dan membuat nya berhenti
" Kenapa kau berhenti Philo ?" Tanya Afra
" Kau lihat saja sendiri, rumput rumput ini menghalangi ku "
Philo menunjuk ke arah rumput rumput yang menempel di kaki nya
__ADS_1
" Philo tunggu, rumput rumput ini mencoba untuk menghentikan mu "
Afra mengambil beberapa rumput itu dan memperlihatkan nya pada Philo
" Bagaimana kau tahu? "
" coba sekarang kau, tempelkan rumpun ini di keningmu. mereka akan berbicara kepadamu Philo "
jawab Afra
" apa kau sudah gila? Bagaimana bisa rumput ini berbicara padaku. "
Afra sontak menempelkan rumput-rumput itu di kening Philo.
seketika mata Philo berwarna hijau.
Philo bisa melihat kondisi ibunya Dam.
ibunya Dam berlari ke atas bukit dengan dikejar oleh pasukan kuda bayangan.
" Apa yang kau lihat Philo? "
tanya Afra
" Kita harus ke atas bukit itu "
Philo menunjuk perbukitan yang berada di desa
" Jawab dulu Philo, apa yang kau lihat?"
" aku melihat ibu Dam dalam bahaya, beberapa pasukan kuda bayangan mengejar nya. kita harus membantu ibu dam "
Jawab Philo
" Kau pegang pedang ini "
Afra memberikan pedang pada Philo lalu membawa nya terbang ke arah bukit
" Afra hati hati, aku takut "
mereka berdua terbang ke arah bukit
***
" kakak kita sudah sampai, akankah kita beristirahat Disini? "
tanya sikecil Ted
" Kakak tidak tau apakah disini aman atau tidak. tapi, kau istirahat lah disini dulu jika kau lelah "
Ted Tidur di pangkuan kakaknya
" Aku benar benar lelah kakak, "
setelah itu sikecil Ted tertidur
Dam melihat ke langit, dia sangat berjaga jaga jika ada pasukan kuda bayangan melintas terbang di atas mereka
" Sudah 9 tahun lamanya peristiwa ini terjadi lagi, aku tidak tahu apa penyebabnya yang penting aku dan Ted harus bersembunyi "
Dam melihat ke air terjun
air terjun memercikkan embun dan udara dingin. ini membuat Dam merasa aman
***
" Afra itu ibu Dam "
Philo menunjuk ke bawah
di belakang ibu dam terdapat sosok laki laki kekar menunggangi kuda bayangan
" Tunggu Philo, disana juga ada Audero " Jawab Afra
Afra mencoba untuk turun di ranting pohon dan ia tidak sengaja menginjak ranting lapuk.
dan ranting itu jatuh ke tanah
Audero melihat ke belakang dan memerhatikan sekitar
__ADS_1
" Aku pikir ada beberapa tamu lagi yang datang "
ucap Audero
Audero memerintahkan kepada pasukan nya untuk mengawasi beberapa area.
Afra dan Philo sangat cemas, Mereka sangat takut jika keberadaan mereka diketahui Audero.
" Bagaimana ini Afra? "
tanya Philo sambil berbisik
" Diam kau, kau Malah membuat kita semakin bisa ditemukan "
mereka berdua bersembunyi dibalik dedaunan ranting pohon yang besar. dibawah mereka terdapat pasukan kuda bayangan yang mengincar.
Tak lama setelah itu pepohonan mengeluarkan bunyi yang aneh
" Bunyi apa ini Afra?"
tanya Philo berbisik lagi
" Entahlah, mungkin pepohonan ini mencoba untuk membantu kita ."
jawab Afra
beberapa pasukan kuda bayangan tersebut tampak kesakitan oleh suara dari pohon.
rintihan kuda itu terdengar sangat keras sehingga membuat telinga Afra dan Philo kesakitan.
setelah itu kuda-kuda tersebut pun pergi dari tempat Afra dan Philo.
" rintihan kuda itu membuat telingaku sakit. "
ucap Afra
" kau pikir hanya telinga kau saja yang kesakitan, aku juga Afra "
" hentikan perdebatan ini Philo. lebih baik kita mencari ibu Dam "
mereka berdua kembali mencari ibu Dam
***
Ibu dam sudah terpojok oleh Audero
" aku sudah bilang padamu, kau tidak akan bisa lari dariku manusia. jika kau ingin benar-benar selamat cepat berikan kotak tua itu padaku "
audero memberikan tawaran terakhirnya pada ibu Dam
" lebih baik aku mati daripada harus memberikannya padamu Audero licik "
Jawab ibu Dam
Dia tidak bisa lagi kemana mana, kini ibu Dam sudah berada di atas bukit bersama Audero dan beberapa pasukan nya.
ibu Dam sudah terpojok, di belakang nya hanya ada jurang tinggi dan sangat curam.
" Sungguh kau manusia keras kepala. aku bisa saja membunuhmu kapanpun aku mau, "
Audero berjalan ke arah nya
ibu Dam memeluk kotak tua itu dan berkata
" Maafkan ibu anak anak, ibu harus melindungi kalian "
audero mencoba menusuk kepala ibu Dam
" MATI SAJA KAU MANUSIA "
Teriak Audero
namun, ibu Dam melompat ke jurang dengan keberanian
Audero terkejut melihatnya dan mengatakan
" Cepat tangkap wanita tua itu "
Beberapa pasukan kuda bayangan lompat ke dalam jurang. sebelum pasukan itu menangkan ibu dam. Afra lebih cepat menangkap ibu Dam dan membawanya ke dinding tebing. mereka bersembunyi di balik bebatuan yang runcing
__ADS_1
( bersambung )