
Dia ditangkap oleh sebuah jaring yang sangat besar, tubuhnya tertidur di atas jaring tersebut.
" Syukurlah " Ucap Dam sambil menghampiri Philo
" Aku sangat benar benar kecewa dengan ekspektasi ku pada mu Philo " ucap Afra padanya
" Siapa yang menyuruh mu berekspektasi pada ku? " tanya Philo sambil berdiri
Mata Philo menatap ke arah tuan Ares. dia tidak berhenti menatap tuan Ares.
" Kau tidak perlu khawatir lagi padaku. namaku Ares, aku adalah pemimpin pasukan klan Flyx yang dipimpin Raja Sopran. " Ucap tuan Ares pada Philo
" Apakah kau sama dengan Audero?, " tanya Dam
" Benar, pangkat ku sama Dengan Audero. sama sama pemimpin pasukan klan. bisa dibilang kami adalah komando perang klan " jawab tuan Ares pada Dam
" Berarti kekuatan mu sama besarnya dengan Audero. kalau begitu bantu lah kami untuk menghabisinya " Terlihat mata Philo sangat berbinar binar
" Sayangnya, aku tidak sehebat Audero. aku tidak bisa meninggalkan klan Flyx. jika aku pergi, klan Flyx akan kacau. " wajah Tuan Ares sangat murung
" kenapa? " tanya Dam
" Dulunya Raja Sopran memiliki putra mahkota, namun dia sudah lama menghilang. Ini membuat raja Sopran sangat sedih. istri nya meninggal karena selalu memikirkan anaknya itu. Dan sekarang raja Sopran sangat tua, ia terbaring lemah di kerajaan nya sekarang. kami tidak punya lagi penerus kepemimpinan klan Flyx. Bisa dibilang peradaban kami akan kacau. " Tuan Ares tampak menahan air matanya
Afra yang berada disitu cuma bisa diam. karena semua perkataan yang dikatakan tuan Ares itu semua nya benar.
" Mari kita harus bertemu raja Sopran " ucap Dam
" Tunggu sebelum kita menghadap raja, kalian berdua harus menemui kakek terlebih dahulu " ucap Afra
Dam dan Philo saling tatapan, mereka tidak tau siapa kakek yang dimaksud Afra. tanpa pikir panjang, mereka berdua pun mengikuti Afra dan tuan Ares. Harsa juga mengikuti mereka.
Disepanjang perjalanan tuan Ares bertanya pada Dam
" Apakah burung hantu itu peliharaan mu? '' tanya tuan Ares
Dam menjawab
'' benar, aku sudah lama memelihara nya. "
Harsa memotong pembicaraan Dam
'' aku bukan peliharaan mu '' ucapnya
Tuan Ares tampak takjub dengan melihat seekor burung hantu yang bisa berbicara.
'' burung itu bisa berbicara? '' tanya tuan Ares
__ADS_1
'' benar, dia juga sangat menjengkelkan. '' balas Philo
***
mereka sampai di sebuah bangunan tua. Bangunan ini memiliki pilar yang sangat tinggi. Philo sangat terpukau dengan bangunan bangunan ini.
" Ini adalah perpustakaan tua milik klan Flyx. disini semua buku sejarah ada, bahkan sejarah asal usul para raja dan ratu kelima klan. " Tuan Ares menjelaskan nya kepada Dam dan Philo
" Raja dan ratu? Tapi kami tidak pernah tau siapa raja dan ratu klan manusia. Apakah klan manusia juga memiliki raja? " tanya Philo kebingungan.
" Yang aku tau, Raja klan manusia telah lama meninggal. Itu terjadi sekitar 100 tahun yang lalu. sampai sekarang manusia juga tak memiliki penyambung kekuasaan. Jadi, klan manusia adalah klan paling mandiri diantara keempat klan lainnya " Dam menjawab dengan apa yang sekedar dia ketahui
" Kau berwawasan sekali anak muda " seorang kakek tua berjenggot putih keluar dari sebuah ruangan
" Siapa kau? " tanya Philo
" Dia adalah tetua klan Flyx " jawab Afra
" Aku yang menyuruh Kore untuk melindungi ayahmu dulu. namun sayangnya ayahmu mati di tangan Audero. " kakek tua itu mendekati Dam
" Bagaimana kau tau,? " Tanya Dam penasaran
" Aku tau semuanya, bahkan siapa dirimu sebenarnya. Dan pemuda tampan itu juga, aku tau dia. " jawab kakek tua itu sambil menunjuk ke arah Philo
Kakek tua itu mengambil sebuah buku dari beberapa susunan buku yang berdebu. Dia memberikan buku itu pada Philo
" teknik penguasaan ilmu tanaman? " ucap Philo sambil memegang buku itu
" Ya, Kau akan membutuhkan buku ini "
Kakek tua itu lalu memberikan Dam sebuah buku juga. Dam menerima buku itu dan membaca sampulnya.
" Awal dari pemilik kekuatan mentari "
" Ya buku ini akan menuntun mu bagaimana mengendalikan emosi serta tekad dalam dirimu Dam " Kakek tua itu lalu memberikan mereka sebuah tas
" Masukan buku itu kedalam tas ini. aku lihat Tas yang kau sandang itu sudah cukup berat. " Kakek itu menunjuk ke tas yang disandang Dam
Mereka lalu berkemas memasukkan 2 buku penting itu kedalam tas yang diberikan kakek tua berjenggot putih itu.
" Ares, sebaiknya cepat kau antarkan mereka keluar dari sini. " Ucap kakek tua itu
" Memangnya akan ada apa ? " Tuan Ares tampak kebingungan
" Pasukan Raja Alto akan datang kesini. " kakek itu menjawab dengan nada lemah
" Tidak mungkin, Aku telah melukai Audero cukup parah " jawab Dam
__ADS_1
" Kali ini bukan Audero yang memimpin. namun kedua anak kembar raja Alto. " ucap kakek tua itu.
" Bagaimana kakek bisa tau? " tanya Philo
" Sudah jangan banyak tanya. Kalian harus keluar dari wilayah ini secepatnya. " Kakek itu bicara dengan nada tinggi
" Baik " Afra lalu mengepak kan sayap nya.
" tunggu Afra, biar Aku yang akan mengambil kapal terbang untuk Kalian. " Tuan Ares lalu terbang keluar dari perpustakaan
Kakek tua itu membawa mereka ke sebuah ruangan yang paling terpencil dari luar. Kakek itu menutup pintu dengan menekan sebuah tombol. otomatis pintu itu tertutup dengan rapat
" Apakah diantara kalian ada yang bisa berenang? " tanya kakek tua itu
" Kami semua bisa berenang. " ucap Philo
" bagus lah, sekarang kalian turun kebawah melalui tangga itu. setelah sampai dibawah ikutilah arus sungai sungai dengan menaiki sekoci. Afra kau bantu mereka. " Ucap kakek tua tersebut
Dam dan Philo mengikuti Afra dari belakang menyusuri anak tangga. Harsa juga terbang di belakang Dam.
" Cepat Harsa, " ucap Dam
*
kini mereka sampai di dekat aliran sungai.
" Cepat naik ke sekoci itu. ini adalah cara tercepat untuk keluar dari sini. "
Sebelum Dam dan Philo naik ke sekoci itu. suara ledakan Terdengar dari arah rumah penduduk.
" Suara apa itu? " tanya Philo penasaran
" Sudah jangan hiraukan itu, kalian harus segera pergi secepat nya " Ucap Afra
Dam dan Philo lalu menaiki sekoci itu. Sebelum Afra memotong tali sekoci nya Dam berkata pada Afra
" Bagaimana dengan mu? "
" Aku punya dua sayap, kalian tidak perlu menghawatirkan ku. justru khawatirkan lah diri kalian berdua. " setelah itu Afra memotong tali sekoci nya.
Sekoci itu pun terbawa oleh arus sungai yang deras. Dam dan Philo terhempas oleh aliran sungai deras itu. di atas mereka terdapat Harsa yang mengikuti.
Sekoci ini dibawa ke dua cabang sungai. Dam dan Philo heran harus ke cabang mana mereka pergi. Untung ada Harsa yang membantu mereka
" Yang ini, " Harsa lalu memimpin di depan
Sekoci mereka mengikuti arah Harsa terbang dan sampai lah mereka di...
__ADS_1