
Dan sampai lah mereka di rumah ibu Othello. " kalian boleh beristirahat dulu disini jika lelah, bibi mau mencari buah buah untuk kita makan " ibu Othello pun pergi dari rumahnya
" Othello " ucap Dam
" ada apa Dam ? " tanya Othello
" tunggu aku belum memperkenalkan diriku, bagaimana kau bisa tau namaku " Dam sangat heran dengan hal itu
" Aku tau dari nenek, Kau pemilik kekuatan mentari. Bahkan semua orang tau itu, Penduduk klan Wood telah tau tentang diri mu. " ucap Othello
" Bagaimana nenek mu tau Othello ?" tanya Afra
" nenek ku tau semuanya, sama seperti tetua di klan Flyx. mereka berdua berteman, tetua di klan Flyx lah yang memberitahu nenek ku " jawab Othello
" Dimana nenek mu sekarang? " tanya Dam
" di Perpustakaan kayu, aku boleh mengantarkan kalian kesana. "
" Baiklah ayo kita ke perpustakaan kayu " ucap Afra
Mereka pun pergi ke perpustakaan kayu. di perjalanan anak anak terlihat sangat histeris melihat Afra.
" Oh ini sungguh tidak bisa di percaya, kakak cantik itu memiliki sayap. " teriak seorang gadis kecil yang begitu terpukau.
" Mungkin kakak itu dari wilayah unggas " teriak salah seorang anak lainnya.
anak anak itu pun menghampiri Afra. Dan berkata " bolehkah kami menegang sayap mu? "
" tentu silahkan " jawab Afra dengan senang hati
" Wow ini menakjubkan " mereka sungguh senang dengan apa yang mereka pegang tersebut
" Sudah sudah, kakak ini sangat sibuk. jadi kalian kembali lah bermain " Othello mencoba menyuruh anak anak itu untuk pergi.
" Ah, kak Othello serius lah, kami hanya ingin memiliki sayap seperti kakak cantik ini juga " Ucap salah seorang anak
" Tapi kita memiliki ekor, ekor yang bisa bergoyang goyang " Philo menggoyang goyangkan ekor nya. anak anak itu pun mengikuti goyangan ekor seperti Othello.
anak anak itu pun tertawa dengan bahagia dan meninggalkan Afra
" Aku melihat kebahagiaan di wajah anak anak itu " ucap Afra
" Tentu mereka bahagia, disini damai dan tenang. " jawab Othello
mereka berempat kembali berjalan pergi ke perpustakaan kayu. Diperjalanan Philo sadar bahwa Harsa tak sama mereka.
" Hei tunggu, dimana Harsa? " Tanya Philo keheranan
__ADS_1
" Oh iya, aku juga baru sadar dia tidak disini. " jawab Dam
" siapa Harsa? " tanya Othello
" burung hantu yang bersama kami tadi, namanya Harsa " Jawab Afra
" Burung hantu itu, aku tadi melihat nya terbang ke arah pohon besar. " jawab Othello sambil menunjuk tempat mereka melompat tadi.
" kenapa Harsa pergi ke sana? " tanya Dam dalam hati
***
Akhirnya mereka sampai di perpustakaan kayu. perpustakaan ini lebih terawat dan terlihat baru di banding perpustakaan milik klan Flyx.
" Kenapa orang orang tua selalu berada di perpustakaan? " tanya Philo
" Entahlah, " jawab Dam
mereka masuk kedalam, dan tidak melihat siapa siapa disini. Othello memanggil neneknya itu.
" Nenek !! " teriak Othello
Beberapa kali Othello memanggil tidak ada jawaban dari neneknya.
Dam merasa tidak enak disini, Bulu kuduk Philo berdiri. Afra berkata
" Tunggu teman teman, " ucap Othello
Othello masuk kesebuah ruangan gelap dan disana ia mencoba melihat sekitar namun..
" Tolong " Suara teriakan Othello hilang di balik ruangan gelap itu.
" Othello " teriak Philo
" ada apa dengan dia? " tanya Afra
" Tunggu teman teman, Kalian tetap lah dibelakang ku. " Dam mengambil posisi beladiri nya
Sesosok keluar dari ruangan itu dan posisinya menggelantung di dinding. Wajah nya tidak terlihat dikarenakan gelapnya ruangan. sesosok itu langsung menyerang dengan cara melempar kan sebuah kayu ke arah Philo dan sosok itu menyebutkan sesuatu " Perangkap kayu " ucap sesosok itu.
lalu Philo masuk dalam kurungan kayu tersebut.
" Dam bantu aku " Philo berteriak kencang
Afra mencoba menyerang ke arah sesosok itu dan lalu Afra membuat angin kencang. sehingga sosok itu terhempas dari atas dinding dan jatuh. Sosok itu lalu mengeluarkan sebuah tongkat dan menghantamkan nya ke lantai sehingga membuat Afra tidak bisa terbang di ruangan tersebut. Afra jatuh dari terbang nya,
" Bagaimana mungkin dia bisa Melakukan itu ?" tanya Afra yang tidak bisa lagi terbang
__ADS_1
" Entahlah, aku tidak begitu bisa melihat jelas Bentuknya " jawab Dam
Philo yang berada dalam kurungan kayu lalu mencoba menggunakan kekuatan nya untuk keluar dari kurungan ini. Philo membuat kayu kurungan ini lapuk sehingga ia bisa keluar dari kurungan tersebut. Philo dengan sikap lalu membuat kayu kayu itu hidup lagi dan menjadikan nya sebuah tombak. " tombak kayu tua " ucap Philo sambil melempar kan tombak tombak itu ke arah sosok tersebut. namun sosok itu mampu mematahkan tombak tombak milik Philo.
" Siapa kau ?" tanya Philo
" lalu dimana Othello? " Philo mengambil serpihan kayu tersebut dan meletakan nya di kening nya, sebelum Philo meletakkan serpihan kayu tersebut di kening nya. serpihan kayu itu lalu menghilang dan menjadi debu
" Bagaimana bisa? " Philo keheranan
" Baiklah, kau membuat ku marah " ucap Dam
Seketika mata Dam berwarna biru, Dam lalu menggerakkan jarinya dan membuat sebuah bola air yang cukup besar, lalu Dam memasukkan sosok itu pada Bola air yang ia ciptakan. sosok itu tampak kesulitan dan hampir kehabisan nafas dalam bola air tersebut.
" Sudah cukup, hentikan semua ini " Othello datang dan menghidupkan kembali lampu yang sengaja dimatikan
" Othello? " ucap Philo
Dam lalu bisa melihat sesosok tersebut, ternyata dia adalah seorang wanita tua yang rambutnya hampir semuanya putih.
" Hentikan Dam " teriak Afra
Dam lalu menghentikan apa yang ia lakukan, Dam lalu berlari ke arah wanita tersebut
" Maafkan aku nenek, " ucap Dam
Nenek itu hanya tertawa dan tersenyum kepada Dam. " kau memang pemilik kekuatan mentari, aku tidak apa apa. jangan cemas kan aku, " ucap nenek tersebut
Othello lalu menghampiri neneknya. " aku sudah bilang pada nenek, ini semua adalah rencana yang bodoh " Ucap Othello pada nenek nya
" Hahahaha '' nenek itu kembali tertawa
" aku hanya menguji seberapa besar kemampuan mereka, Bahkan aku tidak melukai mereka sedikit pun " nenek itu mencoba untuk berdiri dan mengambil tongkat nya
" Aku hampir mencelakakan nenek, maafkan aku " Dam sungguh merasa bersalah
" tidak apa apa, perbuatan mu sudah cukup baik sebagai pemilik kekuatan mentari. Kau tidak ingin teman teman mu terluka, itu sudah cukup bagus untuk mu " nenek itu lalu pergi mengambil sebuah buku
" Dimana aku meletakkan buku itu, " nenek terlihat sudah tua dan pikun
" Buku apa yang nenek cari ?" tanya Othello
" Buku Bersampul biru " ucap nenek tersebut
" Seperti apa buku itu nenek?" tanya Philo
" Buku itu sangat biru " nenek tersebut masih mencari dimana ia meletakkan buku yang ia sebutkan
__ADS_1
Dam dan Afra membantu nenek tersebut mencari buku yang ia katakan