
Akhirnya mereka sampai di kaki bukit. kekacauan terlihat jelas di mata mereka. tidak hanya rumah yang hancur, beberapa mayat manusia tergeletak di atas tanah. Warna merah dari tubuh mayat itu mengalir ke tanah.
Philo menepis air mata nya yang menetes, mata Dam tampak berlinang dengan air mata sementara itu Afra memeluk ibu Dam dengan Erat. Kini mereka semua tampak tak kuasa menahan emosional, Bagaimana bisa mereka tidak menangis atas kejadian seperti ini.
Burung hantu itu Terbang dan berhenti di salah satu mayat seorang wanita. Ternyata mayat itu adalah ibu nya Afra. Kini tubuh Kore terlihat kaku, jelas sekali karena dia kehabisan banyak darah. lubang kepala yang diakibatkan oleh tombak Audero terlihat jelas. helaian bulu sayap nya gugur. Afra memeluk ibunya itu, Dekapan sayap Afra menutup seluruh tubuh nya. Kini Afra tidak kuasa menahan tangis.
Dam hanya bisa melihat Afra seperti itu, kini kepalan tinju Dam semakin kuat. Dia sudah bertekad untuk membalas dendam pada Audero atas apa yang telah ia lakukan. ibu Dam memegang tangan anaknya itu dia berkata
" Kau tidak boleh seperti itu Dam, Dirimu tidak boleh di kendalikan oleh rasa marah. Dendam bukan lah solusi atas apa yang terjadi " ibunya menggenggam erat tangan anaknya
Philo berteriak kencang seakan ada orang lain yang mendengar mereka.
" Apakah ada orang yang selamat disini? " teriak Philo kencang
beberapa orang keluar dari sebuah bongkahan batu. mereka adalah penduduk yang selamat dari kekejaman Audero. Terlihat mereka adalah anak anak seusia Ted dan beberapa orang yang sudah tua renta.
salah seorang tua renta itu mendekati mereka,
" Apakah kau berasal dari klan Flyx? " tanya orang tua renta itu pada Afra
Afra berdiri dan melepaskan pelukannya dari mayat ibunya
" Benar, Aku dari klan Flyx Dan ibuku juga, Namun sekarang dia telah tewas oleh pasukan Raja Alto " Afra mencoba tersenyum pada orang tua renta itu
" Ibu mu tangguh, aku melihat sendiri bagaimana dia melawan Audero " jawab orang tua itu
Afra mengangguk tersenyum
" Sekarang dia harus di makamkan. Dan beberapa mayat warga lainnya juga harus di makamkan " Ucap orang tua itu lagi
Dam dan Philo membantu proses pemakaman mayat mayat itu. hampir semua mayat tersebut adalah orang dewasa. Anak anak yang selamat ini adalah anak mereka. beberapa orang anak memeluk orang tua nya yang telah meninggal sebelum di makamkan. Ini adalah perpisahan terakhir mereka dengan orang yang mereka cintai.
Proses pemakaman berjalan dengan baik. Sekarang beberapa diantara mereka yang selamat harus memulai hidup baru.
" Kita harus membuat tempat tinggal yang baru " ucap orang tua renta itu lagi
" Itu benar " ucap Philo
" Tapi bagaimana caranya ? " tanya salah seorang anak
" Iya benar, Kami tidak bisa membangun sebuah pondok kayu! " Sahut anak lainnya
Orang tua renta itu mengajak anak anak yatim piatu itu memungut beberapa kayu yang bisa dipakai untuk di jadikan papan.
" Aku akan membantu Kalian " ucap Dam
" Aku juga " Sambung Philo
Ibu Dam maju mendekati orang tua renta itu
__ADS_1
" Kita akan memulai kehidupan desa baru, Sama seperti 9 tahun yang lalu. "
Orang tua itu tersenyum pada ibu Dam
" Kau benar, Namun kita butuh seorang yang memiliki kekuatan sama seperti klan Wood " ucapnya
" Tenang saja, Kita punya salah seorang diantara klan Wood disini " ucap Afra
Anak anak yatim piatu itu keheranan, karena mereka tidak tau apa itu klan.
" Siapa dia?" tanya orang tua tersebut
" Philo " tunjuk Dam
Philo memperlihatkan kekuatan nya pada orang tua itu. memanggil daun, menghidupi tanaman yang mati, dan mengarahkan ranting pohon.
orang tua itu takjub dengan Philo, dia sangat senang. dan bertanya pada Philo
" Siapa ayahmu wahai anak muda tampan?" tanya orang tua itu
" Aku tidak tau, aku dulu tinggal dengan nenekku waktu berumur 9 tahun. Setelah itu Audero datang bersama pasukan nya. aku disuruh pergi untuk menyelamatkan diri. aku tidak pernah tau siapa orang tua ku, Nenek tidak sempat menceritakan nya padaku. dan dulu Nenek mungkin sudah dibunuh oleh pasukan Audero." Philo mencoba tegar apa yang ia alami
" Tenang Philo, sekarang kau punya kami " jawab Dam
" Klan dark reptix memang keterlaluan. mereka selalu saja mengusik kita manusia. " ucap ibunya Dam
Sekarang mereka semua membangun pondok kayu baru, dengan kekuatan Philo membangun sebuah pondok kayu adalah hal mudah. pondok kayu ini besar dan mampu menampung semua anak anak kecil ini. mereka membangun tempat tinggal yang jauh dari desa semula Karena mereka semua khawatir jika Audero datang lagi mengganggu manusia. Hari sudah larut malam, beberapa anak anak kecil yang malang kelaparan.
" Kakek, apakah kakek punya makanan? " tanya salah seorang anak kecil
Orang tua renta itu melihat ke arah Dam yang tengah duduk bersama Philo dan Afra
Afra yang mengerti maksud kakek itu lalu bertanya pada Philo
" Philo apakah kau bisa menumbuhkan pohon buah? " tanya Afra
" Itu tidak mungkin Afra, aku hanya bisa berkomunikasi, mengarahkan dan menghidupkan tanaman. itu pun tidak semua tanaman. " jawab Philo sambil mengeluh.
" Tapi, Waktu itu kau bisa menumbuhkan bunga matahari yang besar untuk menyelamatkan Afra, apakah kau tidak ingat? " sambung Dam
" Ya, kau benar. aku ingat sekarang " jawab Philo
Philo mengajak Afra dan Dam untuk keluar. beberapa orang anak tampak sedang menahan lapar. Mereka sampai di luar pondok, Philo mengucapkan sebuah kata
" pohon apel tumbuh lah " ucap Philo. namun tidak ada terjadi apa apa
" kau kurang serius Philo, coba lagi " ucap Afra
" Semangka besar datang " ucap Philo lagi dengan suara keras.
__ADS_1
hal yang sama tidak terjadi juga, Philo tampak kebingungan dengan apa yang terjadi. di ranting pohon datanglah seekor burung hantu. itu burung hantu tadi.
" Kalian semua bodoh sekali " ucap burung hantu itu
Dam, Philo dan Afra melihat ke arah burung hantu tersebut. burung hantu itu bertengger di atap pondok kayu.
" Philo bukanlah murni dari klan Wood, itu pasti. maka oleh itu dia tidak bisa menggunakan kekuatan klan Wood dengan sempurna. " burung hantu itu mengatakan nya
" Bagaimana kau bisa tau ? " tanya Afra
" Jelas sekali Kalian berbeda. Afra kau memiliki sayap murni, sayap itu tidak bisa kau lepaskan karena kau murni dari klan Flyx. sedangkan klan Wood memiliki ekor hewan pemanjat murni namun Philo tidak punya jenis ekor hewan pemanjat apapun. sedang klan Swimx memiliki sirip ekor layaknya ikan dan klan dark reptix murni memiliki sisik seperti ular. " Burung hantu itu menjelaskan nya pada mereka
" Jadi, jika kita tidak punya Bentuk murni diantara klan itu, kita tidak bisa disebut keturunan klan itu? " tanya Dam heran
" Benar Dam, kemungkinan besar Philo adalah hasil dari sepasang kekasih klan manusia dengan klan Wood " ucap burung itu lagi
" bisa dibilang ibu dan ayah Philo berbeda klan? " tanya Afra
" Bisa dibilang seperti itu " jawab burung hantu itu
" lalu bagaimana Philo bisa menguasai kekuatan nya? " Tanya Dam penasaran
" Mudah sekali, dia hanya perlu datang ke wilayah klan Wood dan menemui pemimpin klan Wood disana. " burung hantu itu lalu mengepakkan sayapnya.
" mau ke mana kau? " tanya Philo
" kalian butuh makanan bukan? jadi ayo ikuti aku. aku tahu tempat dimana kalian bisa menemukan makanan " burung hantu itu pun terbang ke arah air terjun
Dam, Philo dan Afra mengikuti burung hantu itu. Afra juga tak ingin kalah oleh burung hantu itu, ia terbang dan mengepakkan sayapnya.
kini di bawah Afra dan burung hantu, terdapat Dam dan Philo mengejar dibawah.
akhirnya mereka bertiga sampai di air terjun.
burung hantu itu membawa Dam dan 2 temannya. untuk mendekati sebuah pohon apel
" ini pohon apel, Kalian bisa memetik nya sepuasnya. bawalah pulang untuk anak-anak kecil itu, kasihan sekali mereka tidak punya orang tua. mereka semua adalah tanggung jawab kalian bertiga. "
burung hantu itu pun pergi lagi dan terbang tinggi
" terima kasih " Dam berteriak sambil melambaikan tangan nya
Afra memetik beberapa buah apel yang tinggi dan Philo menantinya dibawah. Dam memanjat untuk membantu teman-temannya lebih cepat.
sekarang mereka bertiga sudah berteman.
lalu mereka bertiga kembali pulang ke pondok.
dan memberikan buah-buah itu pada anak-anak yang lapar, Ibu Dam tersenyum pada mereka seolah menahan tangis atas kepergian si kecil Ted
__ADS_1