
'' Harsa darimana saja kau? " tanya Afra
'' Aku punya berita buruk " jawabnya sambil bertengger di bahu Dam
'' Apa yang terjadi '' Philo tampak penasaran
'' Raja Alto akan datang kesini. Sebaiknya kita harus cepat pergi ke wilayah klan Swimx. '' ucap Harsa. Dam sangat terkejut mendengar hal itu. Dia tidak menyangka kabar apa yang dibawa oleh Harsa.
" Lalu kita harus bagaimana? '' tanya Othello. '' aku tidak ingin penduduk disini menderita. ''
'' Tunggu, bukankah wilayah klan Wood sangat aman? " tanya Afra
'' Benar, Bagaimana kau tahu Harsa ? '' tanya balik Philo
'' Aku pergi ke gerbang batu. Di sana aku melihat beberapa bayangan hitam berkeliaran. Mereka tidak bisa melihat keberadaan gerbang batu. Kemungkinan besar sekarang mereka masih mencari jalan masuk ke wilayah klan Wood " jawab Harsa
" kalau begitu mari kita menemui nenek '' ucap Othello
Mereka pun pergi ke perpustakaan kayu tempat nenek Othello berada. Sesampainya disana nenek telah berdiri di depan pintu.
'' Nenek '' Ucap Philo sambil terengah engah
'' Aku sudah tau maksud kalian. Aku telah menyiapkan rencana kepergian kalian. Kalian tenang saja, Pasukan Raja Alto hanya mengincar kalian. Soal penduduk disini Kalian tidak perlu khawatir. Cepat kalian temui Ratu Bass dia akan membantu kalian melawan Raja Alto. " ucap nenek lalu mengajak mereka masuk ke dalam perpustakaan.
Didalam perpustakaan sudah terdapat alat teleportasi untuk pelarian mereka.
" Alat apa ini nenek? '' tanya Dam
'' Ini adalah mesin teleportasi untuk pelarian kalian semua ''
'' Kemana kami akan dibawa nenek? '' tanya Afra
'' Danau Kamarie, pintu masuk ke wilayah klan Swimx '' jawab Nenek
'' Tapi Nenek, '' Othello memegang pundak neneknya
'' Aku paham maksud mu Othello '' Nenek tersenyum kepada cucunya itu.
'' Ada apa? '' tanya Philo bingung
'' Alat teleportasi ini membutuhkan energi yang besar. Nenek sudah tua, Jadi darimana energi yang akan kita dapatkan untuk menjalankan alat ini ? '' Othello menatap neneknya dengan wajah sedih
__ADS_1
'' Kita tidak punya pilihan, '' Nenek lalu menghantamkan tongkatnya. Sehingga hal itu membuat tanah bergetar.
Semua penduduk klan Wood berdatangan ke perpustakaan. Semua nya berkumpul dihalaman perpustakaan. Tak terkecuali, Anak kecil serta orang tua seumuran nenek Othello juga berkumpul.
Nenek Othello mengajak Dam dan teman temannya untuk keluar dari perpustakaan.
" Kau meminta kami berkumpul pasti karena akan ada sesuatu yang besar terjadi. Apakah itu benar ? " tanya seorang nenek tua seumuran nenek Othello.
" Benar, " jawab nenek Othello
" Pemilik kekuatan mentari keberadaan nya sedang terancam. kita harus cepat membantu nya untuk keluar dari wilayah klan Wood. Pasukan Raja Alto sedang menuju ke sini. " Ucap nenek Othello sambil menunjuk ke arah Dam
Dam tidak tau harus bagaimana, Tatapan penduduk klan Wood sangat berharap besar padanya.
" Baiklah kami akan membantu kakak itu " ucap seorang anak kecil yang memiliki ekor kelinci
Anak kecil itu lalu mengajak teman teman nya untuk membuat sebuah lubang besar. Sedangkan penduduk lainnya membawa alat teleportasi itu keluar. Mereka meletakkan alat itu didalam lubang besar yang telah mereka buat.
" Ibu cepat, pasukan kuda bayangan hampir sampai ke sini '' Teriak ibu Othello kepada nenek Othello
Penduduk klan Wood yang dominan pria dewasa menjaga pohon besar yang merupakan tempat masuk ke wilayah mereka. Mereka semua telah bersiap untuk perang antar klan ini.
Sementara itu nenek Othello kembali menghentak kan tongkatnya ketanah. Beberapa pohon menjulang tinggi tumbuh untuk menyalurkan energi ke alat teleportasi yang berada dalam lubang besar.
'' Cepat, Alat teleportasi ini cuma bisa mengirim satu orang setiap satu energi. '' ucap nenek Othello
" Apakah tidak bisa mengirim 3 orang sekaligus? '' tanya Philo
'' Tidak, '' jawab Othello. '' Energi yang ada cuma terbatas, lubang besar ini menyalurkan energi dari setiap pohon yang nenek tumbuhkan ''
Afra paham sekarang, Setiap nenek menghantam kan tongkatnya ke tanah. Beberapa pohon besar akan tumbuh untuk menghasilkan satu energi yang akan mengirim satu orang. Jadi, nenek tidak bisa menumbuhkan banyak pohon untuk mengirimkan langsung tiga orang.
" Kekuatan nenek terbatas, nenek juga sudah tua. Jika nenek terlalu memaksakan diri, bisa bisa nenek sendiri kehabisan energi '' Ucap Othello. Othello tampak memegang sebuah bunga. Bunga itu lalu terbang dan hinggap di telinga Afra.
'' Bunga ini akan membantu kalian berkomunikasi dengan ku, Selagi aku tidak apa apa. '' Ucap Othello
'' Kami bisa disini untuk membantu kalian '' Dam terlihat tidak ingin menyusahkan klan Wood
'' Dam, dengarkan nenek. Nyawamu lebih penting daripada semua orang disini. Kau memiliki batu kunci, Jika kau bisa membawa batu kunci itu pergi dari sini. Semua penduduk klan bisa kau selamat kan. Itu jauh lebih penting Dam '' Nenek mencoba meyakinkan Dam bahwa kehidupan klan tergantung padanya
'' Cepat, siapa yang akan pergi dulu? '' tanya Othello yang telah siap dengan teleportasi nya.
__ADS_1
'' Biarkan Afra yang pergi dulu, Dia memiliki alat komunikasi diantara kita. '' Jawab ibu Othello
Afra lalu masuk ke alat teleportasi itu. Afra menatap Othello dengan mata yang berlinang.
'' Kau tak perlu sedih Afra, kita akan bertemu lagi nanti '' ucap Othello padanya. Othello lalu menghidupkan mesin itu dan langsung mengirimkan Afra ke danau Kamarie.
Tampak nenek tersungkur ke tanah. Dam lalu menghampiri nenek.
'' apakah Nenek tidak apa-apa ?'' tanya Dam dengan cemas.
'' Tidak, jangan khawatir kan aku '' jawab nenek
terdengar suara ledakan dari balik pohon besar, Anak anak kecil yang mencoba membantu tadi tampak ketakutan. Pria dewasa yang berada di atas pohon besar telah mengambil ancang-ancang beladiri.
'' Cepat ibuuu '' Teriak ibu Othello
Nenek lalu kembali berdiri, dan kemudian menghentakkan Tongkat nya ke tanah. Beberapa pohon besar kembali tumbuh untuk menghasilkan energi selanjutnya.
'' Selanjutnya kau Philo, '' Othello lalu menarik tangan Philo dan menyuruh nya masuk ke alat teleportasi
'' Apakah ini akan membuat sakit ?'' tanya Philo
'' Sedikit '' jawab Othello tersenyum kepada Philo
Philo memejamkan matanya, seketika tubuhnya hilang dan langsung terkirim ke Danau Kamarie.
Di atas pohon besar beberapa penduduk klan Wood yang mencoba melindungi wilayah nya jatuh dari ketinggian pohon. Anak anak kecil yang melihat nya lalu berteriak ketakutan.
Sesosok laki laki berambut panjang dan memiliki sisik berdiri di atas pohon besar.
'' Hahaha, Kalian semua bodoh. Kenapa kalian menyembunyikan pemuda yang membuat kalian menderita '' Ucap laki laki itu
Ternyata laki laki itu adalah Audero. Audero melihat ke bawah, Dia berharap bisa menemukan Dam.
Nenek sudah tidak bisa lagi berdiri, Kekuatan nenek sudah hampir habis.
'' Nenek, Apakah nenek sudah tidak sanggup lagi ? '' Tanya Othello
Nenek tidak menjawab nya, Tampak nya nenek memang sudah kelelahan.
'' Othello, kau jaga nenek dan Dam disini. Biar ibu yang mengurus Audero '' ucap ibu Othello pada Othello.
__ADS_1
Othello mengangguk, Dia membuat sebuah perlindungan dari akar tanaman. Akar tanaman itu lalu melengkung di atas mereka. Akar tanaman itu menyesuaikan diri dengan tanah. Agar Audero tidak mengetahui keberadaan Dam dari atas.
Ibu Othello mendekati Audero