
5 tahun kemudian
" Dam...... !"
Ucap Seorang manusia
" ada apa Philo ?"
Ucapnya
ternyata namanya adalah Dam. Sudah 5 tahun kita menunggu siapa namanya. Manusia yang selalu duduk dibawah pohon tua itu namanya Dam. dan seorang sahabatnya itu bernama Philo. Philo adalah orang yang dia temui di waktu bulan menyinari setiap langkahnya untuk kembali pulang ke rumah kayunya. Philo adalah orang yang mengangguk setuju saat Dam menanyakan apakah Ia bisa menjadi sahabatnya.
" lihat aku menemukan batu indah ini di aliran sungai disana "
ucap Philo dengan wajah antusias.
" yang benar saja? batu ini sangat berkilau "
" Benar Dam, aku menemukan batu indah ini. ini memang hari keberuntungan ku. "
" menurut mu, berapa harga batu ini Philo? "
Tanya Dam Kepada Philo
Philo tak henti hentinya menatap batu tersebut. dia sangat terpukau oleh Kilauan yang terpancar pada batu itu
" Philo kau seperti orang yang tergila-gila pada benda indah "
Dam menepuk bahu sahabat nya itu
Philo tampak terkejut oleh tepukan Dam, dan tidak sengaja menjatuhkan batu itu tepat di akar pohon tua.
setelah itu angin datang dan berhembus kencang menggugurkan daun-daunan pohon tua, tiba-tiba ranting pohon tua itu patah
" Awas Philo!!!! "
Dam mendorong Philo sehingga Philo tersungkur ke tanah
Ranting pohon itu jatuh dan menimpa Dam
" Ah tidak, "
Philo berdiri dan segera membantu sahabat nya
" maafkan aku Dam, bagaimana ini?. Dam bangunlah, oh tidak Ini semua salah ku "
Philo tampak menangis dan pasrah. Dia sudah mencoba untuk membangun kan Dam. tapi, Dam tidak bereaksi sedikit pun.
sekarang Philo yang malang hanya bisa menangis. dia begitu lemah untuk membantu Dam, Philo hanyalah seorang manusia tanpa pemikiran yang dalam, dirinya terlalu lemah dalam hal apapun.
angin terus berhembus kencang, mereka berdua masih berada di bawah pohon tua itu. Philo yang sedang menangis dan Dam yang sedang terbaring kaku tak ada tanda tanda untuk sadar.
" Tidak, aku tidak bisa seperti ini. aku harus mencari bantuan "
ucap Philo dengan wajah menahan luka
" maafkan aku Dam, aku harus kembali ke desa untuk mencarikan mu bantuan. tunggu aku disini, aku akan segera kembali. "
Philo berjalan menjauhi pohon tua. derap kakinya semakin menjauh, dia mencoba melihat ke belakang dan Dam masih terbaring kaku. dia memalingkan hadapannya dan terus berjalan.
__ADS_1
kini Philo sampai di kebun bunga, bunga-bunga menghambat kakinya untuk berhenti berjalan. tapi dengan tekad yang kuat dia tidak berhenti.
kini Philo sampai di air terjun, air terjun membasahi wajahnya untuk menggoda beristirahat sebentar. tapi dia sangat memikirkan Dam. dia tidak berhenti dari tadi, dan dia terus berjalan mencari bantuan.
dan akhirnya Philo sampai di bawah kaki bukit, dia melihat begitu banyak orang. akhirnya dia sampai di desanya dan sekarang dia mencari bantuan
" Ted!!! "
Teriak Philo sambil berlari menuju rumah kayu tua.
dia mencoba masuk ke rumah itu, dan disana ia sangat terkejut.
dia melihat Dam sudah berbaring di atas papan kayu. Philo sungguh terkejut, dan tidak bisa menahan kakinya lagi. dia tersungkur melihat Dam sudah berada di desa.
" Ada apa Philo? "
tanya seorang wanita tua. yang tidak lain itu adalah ibunya Dam
Philo tidak bisa berkata sedikitpun, dia hanya terkaku diam, seolah-olah mulutnya dikunci sesuatu.
****
kita kembali sebelum Philo pergi meninggalkan Dam untuk mencari bantuan
Di bawah pohon tua Dam masih terbaring kaku.
langkah Philo sudah begitu jauh dari pohon, sekarang tinggallah Dam sendiri disini.
setelah Philo begitu jauh dari pohon. seorang manusia lainnya keluar di balik rumput rumput kasar nan tinggi.
dia seorang wanita, dan mencoba untuk menghampiri Dam.
" sungguh malang sekali pemilik kekuatan mentari, "
wanita tua itu mengambil dedaunan pohon tua yang gugur oleh angin. dan menghaluskan nya dengan batu. setelah dedaunan itu ***** halus, dia mengoleskannya ke badan Dam yang terluka. sambil mengatakan
" ini kekuatan alam, "
tak lama setelah itu, badan Dam yang terluka pun sembuh dan hilang
wanita tua itu mengambil batu yang ditemukan oleh Philo tadi, dan menyimpannya di dalam bajunya.
dia mencoba untuk mengangkat Dam, beberapa bulu keluar dari punggungnya.
bulu-bulu itu membentuk sayap. dia mengepakkan sayapnya dan membawa Dam kembali ke desa.
seperti itulah ceritanya
****
" Philo kenapa kau diam? "
tanya ibu Dam
" Bi-bi tadi Dam bersama ku! "
'' bibi tahu, bukankah kamu tadi yang mengantarkan Dam pulang? setelah itu kau pergi lagi, katamu kau mau pergi sebentar "
ucap ibunya Dam
__ADS_1
" Ta-pi,, "
Philo tampak kebingungan, dan dia tak bisa lagi berkata kata.
Philo pun pergi ke sungai untuk menenangkan diri, dia membuka baju nya dan mencoba untuk berendam. kakinya menginjak air dan Philo menenggelamkan tubuh nya. tubuhnya yang begitu indah dibasahi oleh air sungai yang mengalir.
didalam air dia berkata
" hari ini begitu rumit dan membingungkan ku, Bagaimana bisa bibi bilang kalau aku yang membawa Dam pulang? ini sungguh aneh "
Jauh di atas bukit ada seorang gadis muda yang memperhatikan Philo berendam. dia bukan manusia biasa, dia memiliki sayap sama seperti wanita tua yang menolong Dam
" Afra Afra "
ucap wanita tua yang sama persis dengan yang menolong Dam
" ibu, aku terkejut "
gadis muda bersayap itu terkejut oleh kedatangan ibunya
" kau selalu memperhatikan seorang pria yang menawan mandi. apakah kau begitu terpesona olehnya? "
ucap ibunya
" Ibu,... ibu bikin aku malu, "
" sudahlah Afra, tugas kita hari ini selesai. sudah waktunya kita kembali ke gerbang pohon tua "
ucap wanita tua itu kepada anaknya
" lalu bagaimana dengan Dam? apakah dia sudah begitu membaik?"
" ibu sudah selesai mengobatinya, dan menghantarkan dia pulang. dengan menggunakan wujud pria yang mandi itu. "
" siapa nama pria yang mandi itu ibu? "
tanya Afra
wanita tua itu menjawab
" dia adalah Philo, sahabat pemilik kekuatan mentari "
" Bagaimana bisa ibu yakin, jika Dam adalah pemilik kekuatan mentari?"
tanya Afra lagi pada ibunya
" ibu telah mengintai dia sejak lama, tugas kita adalah mengintai oleh sebab itu kita dinamakan pengintai pemilik kekuatan "
" Aku ingin kedamaian lagi ibu, sungguh "
" oleh karena itu kita harus menjaga pemilik kekuatan mentari. Jika dia bisa menolong kita maka kedamaian juga akan mengikutinya "
ucap ibunya
" baiklah ibu mari kita pulang "
dua wanita bersayap tadi pun terbang pergi, mereka kembali ke gerbang pohon tua di mana Dam dan Philo menemukan batu yang indah.
kini kedua wanita itu telah pergi dari bukit, dan Philo masih saja berendam di sungai yang mengalir
__ADS_1
( bersambung )