Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Berlatih II


__ADS_3

Dam mencoba menolong Philo namun nenek menahannya " Lihat saja Dam, " Ucap nenek padanya


Philo hampir sampai dibawah, Terlihat sekali Philo sangat ketakutan. Dia menutup matanya dan badannya terus menukik jatuh kebawah. Afra yang dari atas tampak santai melihat kejadian itu. Sesekali Afra tersenyum kepada Philo yang hampir sampai dibawah.


Othello dan Dam telah mengeluarkan keringat dingin, mereka tidak mengerti kenapa nenek melarang mereka untuk menolong Philo.


Beberapa rumput lunak membentuk sebuah bulatan, Di bulatan itulah Philo jatuh.


Dam yang melihat rumput rumput itu bergerak sangat keheranan. Begitu juga dengan Othello, dia tidak menduga jika hal itu akan terjadi.


Afra terbang kebawah untuk melihat kondisi Philo. Othello dan Dam juga berlari ke arah Philo.


" Kau baik baik saja? " tanya Othello


'' Aku baik, Sekarang aku tau alasan kenapa Afra membiarkan aku jatuh '' jawab Philo sambil berdiri


'' Aku tau rumput rumput itu akan menyelamatkan mu, Sama seperti waktu itu. " sambung Afra


Philo melihat sinis ke arah Afra. " Hai, Jangan marah padaku. Aku juga tidak akan tega melihat mu jatuh '' ucap Afra sambil mendekati Philo


" Apa maksud Afra sama seperti waktu itu? '' tanya Dam


" Waktu itu nyawaku juga hampir melayang. Aku melepaskan pegangan ku pada Afra waktu terbang. Lalu aku jatuh menukik kebawah, Aku pikir aku mati. Ternyata beberapa rumput juga membentuk bulatan seperti ini " jawab Philo dengan menunjuk rumput rumput itu.


Dam paham sekarang, Klan Wood punya kekuatan yang unik. Bukan hanya memiliki ekor, namun mereka juga memiliki komunikasi dengan tanaman.


" Sudah sudah, ayo kita kembali berlatih " nenek mendekati mereka berempat.

__ADS_1


Mereka berempat kembali berlatih di pinggir sungai. Afra bertarung melawan Philo, sedangkan Othello bertarung dengan Dam.


mereka berempat bertarung dengan serius. Tampak Philo menggunakan senjata seperti cambuk sedangkan Afra menggunakan pedang milik ibunya.


Nenek melihat mereka bertarung di bawah pohon. Mata nenek sangat berbinar binar melihat ke arah Dam dan teman temannya. Nenek berharap mereka semua bisa kembali memiliki kedamaian. Sudah lama sekali kedamaian hilang di dunia ini. Terlebih lagi pemimpin klan Wood yaitu Ratu Tenor telah lama pergi.


***


mereka sudah selesai bertarung, dan duduk dipinggir sungai yang mengalir jauh.


" Kau hebat sekali Dam '' ucap Othello yang mengagumi kehebatan Dam


" Tidak aku tidak sehebat dirimu Othello '' jawab Dam


" Iya, kau hebat sekali Othello. Aku dan Afra tadi melihat mu menggunakan kekuatan yang luar biasa. '' Philo berjalan dan memeragakan bagaimana Othello menggunakan Kekuatan nya tadi.


" Itu teknik memanggil roh tanaman " jawab Othello


'' Iya, roh tanaman. roh itu akan masuk ke tubuh dan menjadikan dirimu seperti layaknya tanaman. " jawab Othello


" Oh pantas tadi rambut mu berwarna hijau. " jawab Afra


" Aku juga bisa berwarna Hijau " sambung Philo


" Apa nya? " tanya Dam


" mataku " jawab Philo

__ADS_1


Nenek yang berada di bawah pohon melihat mereka berempat bercerita dipinggir sungai dari kejauhan. Nenek berjalan pergi dari tempat duduknya. Afra yang melihat nenek pergi lalu menanyainya.


" Nenek mau kemana? '' tanya Afra


'' Nenek mau ke perpustakaan kayu. '' jawab nenek sambil berjalan menggunakan tongkatnya


'' Baiklah, '' ucap Afra


Afra melihat baju Philo tampak kusam dan kotor. Terlintas di pikiran Afra untuk mendorong Philo ke sungai. Afra Lalu mendorong Philo dengan tangannya, Philo yang tidak menduga itu lalu terkejut dan jatuh ke sungai. Semua pakaian Philo basah.


" Afra, kenapa dengan mu? '' Tanya Philo yang berada di sungai


Dam dan Othello tertawa melihat tingkah Afra dan Philo.


'' Kau kotor sekali, jadi kau harus mandi '' Afra tertawa terbahak bahak


Philo lalu berniat untuk balas dendam. Dia membuat tanaman tanaman air disekitar nya melilit kaki Afra. Afra yang masih tertawa tidak menyadari akan hal itu. Tanaman tanaman air itu lalu menarik kaki Afra. Sehingga, Afra jatuh dan tidak sengaja memegang baju Othello. Alhasil mereka berdua juga tercebur ke sungai.


Dam yang berada di pinggir sungai lalu menghindar dari mereka. Takut jika dia menjadi korban selanjutnya.


" Philo, Sayap ku basah '' Afra berteriak kesal pada Philo


'' Kau juga membuat ku tercebur Afra, '' keluh Othello yang tubuhnya basah kuyup


" Tidak adil, Dam tidak basah. Seharusnya dia juga basah sama seperti kita '' ucap Afra yang melihat Dam masih berdiri agak menjauhi pinggir sungai


Philo dan Othello saling menatap, Mereka berdua tau apa yang harus dilakukan. Tidak lama setelah itu tanaman tanaman air keluar banyak dari dalam sungai. Mereka mengejar kaki Dam, Dam yang melihat itu hanya pasrah dan tersenyum kepada Philo dan Othello. Beberapa tanaman air itu lalu menarik kaki Dam ke sungai. Hal ini membuat Dam juga tercebur dan tubuhnya basah kuyup.

__ADS_1


Kini mereka berempat tertawa bersama didalam sungai. Tampak senyuman mereka seperti anak kecil yang sangat bahagia dengan masa kecilnya.


Dari kejauhan terlihat seekor burung hantu yang terbang menuju tempat Dam dan teman temannya. Burung hantu itu tidak lain adalah Harsa. Darimana saja Harsa selama ini?. Apakah dia mempunyai informasi yang penting?.


__ADS_2