
" Kau harus menjadi orang yang lebih baik, balas dendam tidak ada guna Dam. Kebencian akan menguasai mu lambat laun jika hanya ada kemarahan dalam hatimu. " Nenek itu lalu memukul air sungai dengan tongkatnya. Beberapa cipratan air itu melayang di udara.
" Kau lihat bulatan air yang berukuran kecil itu Dam, itu sama seperti rasa dendam yang ada di hati mu. Jika bulatan air kecil itu disatukan maka akan membentuk bulatan air yang lebih besar. Dan itu tidak akan bisa dikendalikan lagi " Nenek Othello menyatukan beberapa bulatan air tersebut sehingga bulatan itu semakin besar dan pecah. air yang pecah itu lalu membasahi tubuh Dam.
" Anggap saja bulatan air besar tadi adalah wujud dendam mu. Dan dendam mu itu bisa meledak dan melukai orang orang disekitar mu. " ucap nenek Othello pada Dam.
" Sekarang aku mengerti, dendam bukanlah jalan yang benar. " jawab Dam
Nenek Othello lalu mengangguk pada Dam dan berkata " Sekarang aku ingin kau melakukan hal yang sama seperti ku tadi "
Dam mengangguk, lalu ia mencoba memukul air sungai dengan tangan nya. Namun air itu tidak mau melayang. Dam terus mencoba memukul air sungai dengan sekuat tenaga nya. Walaupun dia memukul berkali kali itu tidak membuat apapun. Terlihat tangan nya kemerahan karena terlalu sering memukul.
" Apakah kau ingin menyerah Dam? " tanya nenek Othello
" Tidak, aku tidak akan berhenti. " Dam lalu kembali mencoba nya. Sepanjang Dam melakukan apa yang disuruh nenek Othello. Nenek Othello pergi duduk di bawah pohon yang tinggi dan terus mengawasi Dam.
Terlihat Dam terus mencoba dan tidak putus asa. lalu terlihat Afra terbang di atas dan mendarat di tempat nenek Othello.
" Ternyata nenek dan Dam sudah di sini. Kami tadi mencari Dam kemana mana, namun ternyata dia sudah berada disini " Ucap Afra pada nenek Othello.
" Ssssst, Diam lah Afra. Lihat Dam, dia terus berlatih dengan keras " Jawab nenek Othello sambil menunjuk ke arah Dam
Tak lama setelah itu Philo dan Othello tiba juga di tempat Afra
" Kau curang, Aku lelah berjalan Afra dan kau seenaknya terbang meninggalkan kami? " terlihat Philo mengomel omel kepada Afra
" Makanya pasang sayap juga di punggung mu bodoh " Jawab Afra
" Kalian kesini mau berlatih atau bertengkar ? " tanya Othello
" Sudah sudah, jika kalian seperti ini terus maka kalian tidak akan bisa mengalahkan raja Alto " jawab nenek Othello pada mereka bertiga
Nenek Othello pun meninggalkan mereka bertiga dan pergi menemui Dam.
" Jangan ganggu aku lagi Philo " Afra pun juga pergi mengikuti nenek Othello
" Tunggu aku " Disusul oleh Othello dari belakang
" Jangan tinggalkan aku, " Philo tampak kesal dengan Afra.
__ADS_1
....
Dam sudah sangat lelah dan dia beristirahat di pinggir sungai yang mengalir tersebut.
" Sudah Dam, kau kelihatan nya sangat lelah. " Nenek Othello datang dari belakang
" Nenek, mengapa aku tidak bisa? " tanya Dam
" Kau tidak memiliki tekad Dam, kau hanya fokus pada keberhasilan tidak dengan usahanya. Kau harus memahami lagi usaha yang kau lakukan Dam " nenek Othello lalu menghantamkan tongkatnya ke batu yang berada di sungai. batu itu lalu pecah dan mengeluarkan seekor ikan. Ikan itu lalu melompat masuk ke air.
" Wow, ikan itu keluar dari batu itu " Philo sangat terkesan dengan apa yang ia lihat
" Aku sudah sering melihat hal ini. " sambung Othello
" Bagaimana bisa itu terjadi ?. Ikan itu berada di dalam batu? itu mustahil " Afra sangat keheranan
" itu mudah saja Afra, Tidak ada yang mustahil di dunia ini. " Nenek Othello pun mengajak mereka semua untuk duduk bawah pohon. Dam keluar dari air sungai dan mengikuti mereka.
....
Mereka semua Sekarang duduk di bawah pohon yang rindang ini
" Ini sangat sulit untuk nenek cerita kan, Tapi kalian harus mendengarkan hal ini. " Nenek pun berhenti sebentar dari cerita nya
" Ada apa nenek, cerita kan lah. kami akan siap untuk mendengarkan nya. " jawab Dam sambil mengusap rambutnya yang basah oleh air
" Baiklah, Nenek harap kalian tidak akan terkejut mendengar ini. " nenek pun berdiri dan menghentak kan tongkat nya ke tanah. Dari dalam tanah muncul sebuah layar yang menampilkan sebuah kejadian dari masa lalu.
Di layar tersebut Philo melihat seorang sepasang kekasih yang sedang mengurus ke lima orang anaknya, Dua perempuan dan tiga laki laki.
" Siapa dua pasang kekasih itu nenek? " tanya Philo yang melihat ke arah layar.
" mereka berdua adalah orang tua dari masing masing penguasa klan. " jawab Nenek
" Berarti anak anak kecil itu adalah raja dan ratu kelima klan? " sekarang giliran Afra yang bertanya
" Benar, mereka berlima adalah penguasa klan klan dulunya. Mereka berlima memiliki kemampuan yang tidak di duga. orang tua mereka waktu itu sungguh terkejut melihat ke lima anaknya, " Nenek tersebut memutarkan tongkat dan layar pun memperlihatkan kelima anak anak itu yang sudah tumbuh remaja.
" Ini penguasa klan manusia, Namanya raja Mezzo Sopran. dia adalah anak pertama dari sepasang kekasih itu. Dia tidak seperti keempat adik nya. Dia tidak punya keunikan, tapi dia mampu memberikan jalan keluar atas masalah masalah adiknya. Dia adalah kakak yang sangat perhatian. " Nenek Othello memperlihatkan masa muda raja Mezzo Sopran yang sedang melerai adiknya yang bertengkar
__ADS_1
Lalu nenek pun menggeser layar dan memperlihatkan seorang anak yang memiliki ekor panjang dan kuku yang tajam seperti seekor harimau. " Ini adalah ratu Tenor dia anak kedua dari sepasang kekasih tersebut. Dia sungguh baik pada adik adiknya. Begitu juga pada kakaknya Mezzo Sopran. Mereka berdua selalu perhatian pada adik adiknya. "
" Aku tahu dimana dia memimpin " Jawab Philo semangat
" Aku juga tahu dimana ratu Tenor memimpin. itu mudah sekali di tebak, Ratu Tenor memiliki ekor sama seperti nenek dan Othello. Begitu juga dengan penduduk klan Wood, Sudah pasti Ratu Tenor memimpin wilayah klan Wood " Afra tersenyum kepada Philo seolah olah meledek Philo.
Nenek tersenyum kepada Afra dan Philo " Kalian benar, Ratu Tenor memimpin wilayah ini. namun sekarang dia sudah tidak ada " nenek pun terlihat bersedih
" Ada apa dengan nya? " tanya Dam keheranan
" Dia sudah lama pergi dan tidak akan kembali lagi " jawab Othello
" Sudah lupakan saja, kita memang tidak punya pemimpin lagi " Nenek pun kembali menggeser layar
Di layar itu terlihat seorang anak laki-laki yang memiliki sisik disekitar tangan nya. Dia memiliki bola mata yang besar. " Ini adalah raja Alto, kalian pasti sudah tau dengan nya "
Dam menatap panjang ke layar yang memperlihatkan raja Alto muda pada masa itu.
" Raja Alto adalah anak terakhir dari sepasang kekasih itu. Raja Alto sangat dingin, dia membenci orang tua nya sendiri. Nenek tidak tau kenapa dia sangat membenci orang tua nya. "
" Mungkin alasannya karena dia adalah anak bungsu dan tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua nya " sambung Othello
Philo setuju dan mengangguk dengan pendapat Othello.
" Nenek juga kurang tau, " jawab nenek
Lalu nenek kembali menggeser layar
" ini adalah raja Sopran sang penguasa klan Flyx. Afra pasti tau dengan raja Sopran, Dia adalah anak ke tiga dari sepasang kekasih itu. raja Sopran sangat berwibawa dan tegas. namun, dia sangat rentan tentang orang orang yang ia cintai " Nenek pun melihat kepada Afra
" Aku tau yang nenek maksud, Raja Sopran kehilangan anak nya dan sekarang dia juga kehilangan istrinya. Sekarang raja Sopran sakit sakitan dan tidak mampu lagi memimpin klan kami " jawab Afra
Mereka tampak termenung sebentar.
" Itu semua ada alasannya, nanti nenek cerita kan semua alasan nya " jawab nenek
Kembali nenek menggeser layar
" dan anak keempat adalah ratu Bass, " terlihat seorang anak perempuan remaja yang sangat cantik dan terlihat baik. " Ratu Bass adalah penguasa klan Swimx, untung nya sekarang dia masih hidup dan memimpin wilayah klan Swimx. wilayah klan Swimx sangat sulit dijangkau karena berada di dalam danau Kamarie. Raja Alto tidak akan mampu menggangu wilayah kakaknya itu.
__ADS_1