
Sudah lama sekali mereka terbang. diatas kapal Philo membaca buku yang diberikan oleh kakek tadi.
sementara itu Afra masih tertekan dengan kejadian tadi. Harsa pun mendekati Afra dan bertengger disalah satu bagian kapal terbang.
" Aku tau bagaimana perasaan mu Afra, " ucap Harsa pada Afra
Afra hanya diam dan tidak menjawab sepatah kata pun dari Harsa
" Aku juga pernah kehilangan seseorang yang aku cintai, sama seperti dirimu. Aku kehilangan ibuku, itu semua gara-gara diriku " Harsa si burung hantu itu menceritakan tentang dirinya
" jika aku tidak pergi, mungkin ibuku masih ada. Aku sangat benci pada diriku sendiri ''
" Bagaimana bisa kau kehilangan Ibu Harsa? " tanya Afra, sekarang Afra tertarik pada cerita Harsa
" Itu semua gara gara diriku, seandainya aku tidak pergi meninggalkan rumah. Ini semua tidak akan terjadi. setelah pergi meninggalkan rumah aku pergi menuju ke wilayah kekuasaan klan dark reptix. Aku pikir disana aku bisa melupakan ibuku. Aku bekerja untuk raja Alto dan istrinya Vexana " Cerita Harsa ini membuat Dam dan Philo juga tertarik. mereka berdua mendekati Harsa dan Afra yang bercerita.
" Setelah itu Raja Alto menjadikan ku sebagai pekerja di kerajaan bawah tanahnya " ucap Harsa
" Jadi kau dulu pernah ke wilayah kekuasaan Raja Alto?. ini sungguh menarik " ucap Philo sambil tersenyum
" Kau pikir bagaimana aku bisa dikutuk jika aku tidak ke sana " ucap Harsa
__ADS_1
" Bagaimana bisa ceritanya kau dikutuk Harsa? " tanya Afra
" Ini semua berawal ketika aku masuk ke sebuah ruangan dimana terdapat banyak buku juga. sama seperti perpustakaan tua klan Flyx. Aku selalu diam diam masuk ke sana, aku membaca sebuah buku bersampul abu abu, buku itu memiliki halaman yang kosong. tidak ada isinya " ucap Harsa bagaimana ia menggambarkan itu terjadi
" Setelah itu bagaimana? " tanya Dam penasaran
" aku mengambil buku itu dan membawanya ke ruang bawah tanah. Aku tidak tahu bahwa buku itu terlalu penting untuk raja Alto. buku itu bisa di terjemahkan jika kita membawanya ke tempat yang gelap, dan tidak ada cahaya sedikitpun. semua hal yang aku ketahui berasal dari buku itu. Seperti kelemahan sihir bola hitam milik pangeran Anan tadi " Harsa menghadap ke arah Dam yang sedang duduk
Harsa menyambung ceritanya
" aku membaca semua isi dari buku itu. Di sebuah halaman buku itu tertulis Gerbang pohon tua. Aku membacanya dan mengetahui sesuatu hal yang sangat penting. yang mungkin kalian berdua akan terkejut Dam Philo"
Harsa lalu menyambung lagi ceritanya
" ternyata ratu vexana mengetahui kalau aku menyembunyikan buku tersebut. dia sangat marah lalu mengutuk ku menjadi seekor burung hantu. pada saat itu aku sungguh terkejut dan melarikan diri dari mereka. lalu aku hidup di sebatang pohon tua nan jauh. yaitu tempat kalian berdua beristirahat " ucap Harsa sambil melihat ke arah Dam dan Philo
" Kenapa aku memilih hidup disana? Karena aku mengetahui gerbang masuk pohon tua. " ucap Harsa
" Jadi kau juga tau mitos itu? " tanya Afra
" Itu bukan mitos Afra, itu nyata. aku sering melihat mu dan ibumu berada di pohon tua itu. mungkin kau tidak menyadari keberadaan ku karena mungkin kau pikir aku hanyalah seekor burung hantu biasa. " Jawab Harsa
__ADS_1
" Bagaimana kau tau? '' tanya Afra penasaran
" Aku yang menjaga gerbang itu Afra. karena aku tau kebenaran dibaliknya. Apalagi waktu Dam tertimpa ranting pohon tua itu. itu aku yang melakukan nya dengan menjatuhkan ranting itu " ucap Harsa lagi
" Jadi kau yang membuat ranting itu jatuh " ucap Philo
" Aku lakukan itu demi kebaikan Dam, jika kalian tidak pergi dari tempat itu secepatnya. Pasukan Audero melewati tempat itu untuk mencari kunci batu. untungnya Dam dibantu oleh ibu Afra. lalu ibu Afra mengambil kunci batu itu dan memberikannya pada ibu Dam " Harsa mengetahui semua nya.
" Cerita kan bagaimana kau bertemu dengan Ted " ucap Dam
" waktu itu aku melihat pasukan Audero terbang melintasi pohon tua. lalu pergi ke arah pedesaan. aku juga pergi mengikuti pasukan Audero dan aku berhenti di air terjun. karena menurut buku bersampul abu abu itu, pasukan Audero akan mencari pemilik kekuatan mentari. jadi aku tidak ingin mengambil resiko. oleh karena itu aku menunggu di dekat air terjun. dan benar saja aku melihatmu Dam bersama Ted sampai di air terjun. ketika itu aku melihat Ted tidur di pangkuan mu, dia tampak sangat kelelahan. ketika Ted tertidur, cahaya biru menyerap mu kedalam. Aku tidak tahu kau pergi ke mana, yang pasti kau meninggalkan adikmu " Harsa menceritakan dengan sangat detail
" aku mengerti, cahaya biru yang menyerap ku itu adalah panggilan dari Afra " jawab Dam
" maafkan aku Dam, aku tidak bermaksud untuk memanggilmu waktu itu " Afra sangat merasa bersalah
" setelah itu bagaimana? " tanya Philo
" si kecil Ted bangun dari tidurnya. lalu dia kebingungan karena kau tidak ada waktu itu, dia tampak ingin menangis jadi aku mencoba untuk mendekatinya. Aku berikan dia sebuah bunga gold. karena dia adalah anak yang pintar dia mengikutiku dan sampailah kami di atas bukit. kami melihat kau ada disana. "
setelah Harsa bercerita begitu lama, akhirnya mereka sampai di gerbang sebuah batu. kapal terbang itu berhenti di sana. tampak beberapa pasukan berekor hewan pemanjat sudah menunggu keberadaan mereka.
__ADS_1