
" Siapa kau? " tanya Audero kepada ibu Othello
" Kau tidak perlu tau siapa aku. Sebaiknya kau cepat pergi dari wilayah kami. " ibu Othello tampak mengancam Audero
Audero hanya tersenyum kepadanya, sekilas tombak Audero hampir saja menembus jantung ibu Othello.
" Kau tau siapa aku? aku adalah pemilik tombak terkuat diantara semua klan " ucap Audero kepada ibu Othello
" Aku tidak peduli siapa kau, aku hanya ingin kau cepat meninggalkan wilayah kami " ibu Othello lalu mencakar wajah Audero. Wajah Audero sedikit tergores oleh kuku nya.
Audero hanya membalas dengan tersenyum pada ibu Othello. Tatapan Audero begitu tajam, Sontak mata ibu Othello berubah menjadi hitam.
***
Dam dan Othello yang bersembunyi dibawah masih bisa melihat kejadian antara Audero dengan ibunya.
" Apa yang terjadi pada ibu? " tanya Othello
" Aku juga tidak tau, " Dam melihat ke atas. Ibu Othello tampak terhipnotis dengan tatapan dari Audero.
mereka berdua kini bingung harus melakukan apa?. Seharusnya Dam di teleportasi kan secepatnya ke danau Kamarie. Sementara itu nenek Othello masih terbaring lemah karena kekuatan nya sudah semakin redup.
" Sekarang dengarkan perintah ku wahai penduduk klan Wood. Secepatnya kau cari dimana Pemilik kekuatan mentari bersembunyi. "
ibu Othello mengangguk kaku, Sekarang dia memang sudah benar benar terhipnotis oleh Audero.
" Othello, Dam bagaimana dengan kalian? " suara Afra terdengar dari bunga yang berada di telinga Othello.
" Afra, " ucap Dam
" Dam, bagaimana dengan mu? " sekarang terdengar suara Philo
" Afra, Philo disini kejadian nya sangat kacau. Audero sudah sampai disini sementara itu kekuatan nenek sudah redup " jawab Othello
" Othello ada yang salah dengan alat teleportasi nya " ucap Afra
" Ada apa? " tanya Dam
" kami sekarang tidak berada di Danau Kamarie. Kami berdua berada disebuah tempat yang sangat gelap. Tidak ada cahaya disini " Afra dan Philo tidak berada di Danau Kamarie. Lalu dimana mereka sekarang?
Dam dan Othello saling menatap keheranan. Mereka berdua kebingungan kenapa alatnya mengantarkan mereka ke lokasi yang berbeda.
__ADS_1
Tubuh nenek yang tadinya terbaring lemah seketika berubah wujud menjadi Pangeran Anan.
" Anan, " Othello tercengang melihat nenek berubah menjadi pangeran Anan.
" Apa yang kau lakukan pada nenek " ucap Dam, jarak mereka berdua tidak terlalu jauh dengan Anan. Othello lalu membuat tanaman merambat dan menjauh dari Anan.
" percuma kau menjauh. kalian berdua tidak akan bisa lari dari ku. "
Pangeran Anan lalu membuat sihir hitam di sekeliling Dam dan Othello. sihir itu membuat Dam dan Othello berdiri kaku.
" Nenek mu telah ku kirim ke surga, kau tenang saja. " ucap pangeran Anan dengan sombong. Dam tau kalau Anan hanya memanas manaskan Othello. Othello tidak terima, punggung nya mengeluarkan dedaunan yang panjang. Dedaunan itu merambat di sekujur tubuh Othello. Tampak Othello memiliki tubuh baru dengan dedaunan itu. Pangeran Anan yang melihat nya terkejut. Karena, sebelum nya tidak ada penduduk klan Wood yang bisa melakukan transformasi seperti ini sebelumnya.
" Bagaimana kau bisa punya bentuk seperti itu? " tanya pangeran Anan
Othello tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia lalu menyerang pangeran Anan dengan akar kayu yang ia kendalikan.
Melihat dirinya sedang diserang, pangeran Anan lalu melemparkan dirinya ke arah Othello. Othello dengan sigap kembali menyerang dan mencoba menusuk tubuh pangeran Anan dengan kayu kayu nya.
kayu itu seolah membentuk sebuah jarum tajam yang siap menusuk tubuh pangeran Anan. Sekejap tubuh pangeran Anan hancur dan kepingan hitam melayang di udara.
" Apakah dia sudah tewas? " tanya Dam penasaran
Terdengar suara seseorang tertawa dibelakang mereka. Dam menoleh ke belakang, ternyata itu adalah pangeran Anan bersama dengan nenek Othello.
" Kau pikir aku dengan mudah mati seperti itu? " Ucap pangeran Anan dengan tertawa keras.
" Bagaimana bisa? " tanya Dam
" Hahahaha, Yang kalian lawan tadi adalah Kloning ku. Aku tidak bodoh Othello "
" Lepaskan nenek ku... " teriak Othello
Pangeran Anan kembali tertawa dengan keras. Nenek Othello tampak tidak sadarkan diri.
" Teman teman mu sudah ku kirimkan ke wilayah klan Dark reptix. Aku mengubah titik koordinasi nya. Dan sekarang mereka akan di habisi oleh pasukan kuda bayangan "
" Tunggu, bagaimana bisa nenek bersama mu? " tanya Dam
" Kau pemilik kekuatan mentari, Ternyata kau tidak sepintar yang mereka katakan. " jawab pangeran Anan
Othello lalu berlari ke arah pangeran Anan dengan tubuh yang melemah. Namun, Sosok gadis yang merupakan kembaran pangeran Anan menghadang Othello.
__ADS_1
" Jika kau ingin ke sana, kau harus melewati ku dulu " Ucap putri Anin
Dam yang masih terkena sihir pangeran Anan hanya bisa kaku dan diam. tubuhnya tidak bisa digerakkan. Dia hanya bisa melihat Othello bertarung dengan Anin.
" Aku tidak suka menunggu. Aku akan melepaskan mantra itu dari mu wahai pemilik kekuatan mentari. Setelah itu, kau harus melawan ku " Pangeran Anan meletakkan nenek Othello di dekat aliran sungai.
Mantra yang mengikat Dam lalu lepas. Kini tubuhnya tidak terasa kaku lagi. Kaki nya sudah bisa digerakkan lagi. Tampa pikir panjang Dam menyerang pangeran Anan dengan air tembus yang kecepatannya tidak bisa di elakkan oleh pangeran Anan. Bahu nya sedikit terluka dan meneteskan darah.
Pangeran Anan hanya tersenyum melihat bahu nya yang luka tersebut. Dia menoleh ke arah Dam dan tersenyum.
" Sungguh aku terlalu meremehkan mu. " Dia lalu menghilang dan membuat Dam kebingungan. Dam tau ini adalah kekuatan yang sama persis yang dimiliki oleh Audero.
Dam membuat sebuah pusaran air di sekeliling tubuhnya. Hal ini membuat keberadaan pangeran Anan yang mencoba mendekati Dam diketahui karena air Dam membuat tubuhnya basah.
Dam lalu kembali melempar sebuah tetesan air ke wajah pangeran Anan. Namun, pangeran Anan bisa mengelakkan hal tersebut. Kini pangeran Anan yang melontarkan serangan. Sihir gelap nya mampu membaca gerakan Dam.
***
Sementara itu, Ibu Othello dengan Audero
" Siapa kau sebenarnya? " Tanya Audero
ibu Othello menggoyang kan ekor nya di hadapan Audero.
" Oh, penduduk Wood yang lemah " Jawab Audero.
Ibu Othello lalu memanjat tubuh Audero. Lantas ini membuat Audero kaget, dia lalu berteriak kesakitan karena ibu Othello menggigit leher nya.
" Dasar wanita bodoh " umpat Audero.
" Bagaimana bisa kau lepas dari pengaruh sihir ku arggggg " teriak Audero kesakitan.
Audero lalu melempar ibu Othello jatuh jauh kebawah. Setelah wajahnya digores sekarang lehernya yang terluka oleh ibu Othello.
Karena tidak terima, Audero lalu terbang ke arah ibu Othello terjatuh.
" Dimana wanita bodoh itu? " tanya Audero
" Aku disini, " jawab ibu Othello yang bersembunyi di balik semak semak
Audero lalu membakar semak belukar tersebut. Namun, keberadaan ibu Othello tidak ada disitu.
__ADS_1