
" Selamat datang di wilayah klan wood. " ucap seorang wanita yang memiliki ekor tupai Kepada mereka
Dam dan teman teman nya turun dari kapal terbang itu. Mereka tersenyum kepada Dam dan teman temannya.
" Ayo, kita masuk ke dalam. takutnya pasukan raja Alto membuntuti kalian. " Wanita itu mengajak Dam untuk masuk ke wilayah klan Wood
" Siapa diantara kalian yang namanya Philo ?" tanya seorang pemuda lainnya. pemuda ini juga memiliki ekor seperti tupai. Ekornya mengibas ngibas ke kanan dan ke kiri.
" Hentikan gerakan ekor mu itu Othello, " ucap wanita itu pada pemuda tersebut
" Maaf ibu " ucapnya lagi
" jadi siapa yang namanya Philo diantara kalian? " tanya ibu Othello
" Aku " jawab Philo
" Oh ternyata kau pemuda tampan. mari kita semua masuk ke wilayah klan Wood. " ibu Othello membawa mereka masuk
gerbang masuk ke wilayah kekuasaan klan wood ini seperti batu yang melengkung.
" perjalanan kita hanya sebentar. Tiba disana kalian akan aman dari pasukan raja Alto. " ucap ibu Othello tersebut
" jadi kau Philo itu, kakek dari klan Flyx memberitahu kami bahwa kau adalah anak dari sepasang kekasih yang berbeda klan. " Othello menjabat tangan Philo.
" Siapa nama mu? " tanya Afra di perjalanan
" namaku Othello, aku sejenis tupai. kau pasti dari klan Flyx jelas sekali oleh sayap mu itu.
siapa namamu dan jenis burung apa kau? " tanya Othello pada Afra
" Nama ku Afra, aku sejenis Elang ekor putih. Ya kau juga jelas sekali dari klan Wood karena ekor mu itu " jawab Afra
Othello pun tertawa karena jawaban Afra
" Serius kau itu sejenis Elang ekor putih? aku baru tau itu Afra. " ucap Philo disela sela mereka tertawa
" Kau tidak tau Philo? " tanya Othello
" Tidak sama sekali "
ibu Othello memimpin di depan dan menceritakan sesuatu kepada mereka
" di dunia ini ada lima klan, yang pertama adalah klan Flyx mereka ini sejenis unggas sama seperti Afra memiliki sayap unggas. yang kedua adalah klan Swimx mereka ini sejenis ikan dan memiliki wilayah kekuasaan di air. yang ketiga klan dark reptix, mereka mirip dengan reptil. kalian tau seperti ular, kadal dan sejenis hewan bersisik lainnya. sementara itu kami klan wood adalah sejenis mamalia kecil pemanjat. dan terakhir manusia, Mereka tidak punya bentuk tubuh unik namun manusia adalah klan paling pintar dan berbakat. "
__ADS_1
Ibu Othello menjelaskan sama seperti kakek tua menceritakannya kepada anak anak yang malang
" Oh aku baru tau, Jika tak ada yang menceritakan nya mungkin aku tidak akan pernah tau " jawab Philo
" Iya aku melihat tangan putri Anin memiliki sisik seperti ular " sambung Dam
" Apaa? " Othello dan ibunya terkejut
" Kau bilang putri Anin? anak raja Alto. " ibu Othello tampak terkejut mendengar ucapan dari Dam
" Kalau begitu mari kita cepat ke wilayah kami. " Othello membawa mereka pergi secepatnya
sekarang mereka berjalan dengan cepat, Dan sampailah mereka di tempat pohon pohon yang besar. pohon pohon ini seakan menutupi sesuatu dibalik nya.
" Jalan buntu " ucap Afra
" tidak ini tidak jalan buntu. pohon pohon ini berfungsi untuk melindungi peradaban kami dari bahaya. dibalik pohon ini terdapat peradaban kami " ibu Othello lalu memanjat pohon itu dengan mudah dan berkata " ayo cepat kesini ".
beberapa pasukan klan Wood yang menyambut mereka di gerbang tadi pun ikut memanjat
" pohon ini terlalu besar dan tinggi " ucap Philo
" Kalau begitu naiklah ke punggung ku " jawab Othello
" Apa yang kalian tunggu, ayo kita susul mereka ke atas " ucap Harsa
Afra menatap Dam dengan meledek.
" Aku tidak punya sayap Afra. " ucap Dam sambil membalas ledekan Afra
" kalau begitu akan aku gendong kau ke atas. " jawab Afra
Dam hanya bisa diam dan menatap Afra " Apakah kau malu Dam? " tanya Afra
" Tidak ada yang perlu di malu kan bodoh " ucap Harsa yang terbang meninggalkan mereka berdua
" Baiklah " Dam memeluk Afra, lalu Afra mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas. pohon ini cukup tinggi juga, Dam melihat kebawah ternyata mereka sudah cukup tinggi dari permukaan.
Dam dan Afra sampai di atas pohon mereka melihat apa yang ada dibalik pohon pohon ini. ternyata peradaban klan Wood sungguh menakjubkan juga.
Ilustrasi wilayah kekuasaan klan wood. sumber Pinterest
__ADS_1
Afra sangat terpukau dengan apa yang ia lihat. peradaban klan Wood juga tidak terlalu buruk. banyak sungai sungai indah yang mengalir disini. Philo Afra dan Dam begitu takjub dengan apa yang mereka lihat.
" Jadi bagaimana cara kita untuk turun? " tanya Philo
" Kau hanya perlu melompat " ucap Othello yang langsung melompat kebawah
" Ini menyenangkan " ucap Ibu Othello yang juga melompat dari ketinggian
" Sungguh ini gila " ucap Philo
beberapa orang lainnya juga melompat kebawah. disusul Dam yang juga melompat dari atas pohon tinggi itu.
" Dam,,,, " teriak Philo
" Dasar penakut. " Afra lalu terbang kebawah
Philo kebingungan, dia tidak ingin lagi melompat. dia sudah lelah dengan melompat dari ketinggian.
" Apakah aku perlu menggunakan cara kasar ku lagi? " tanya Harsa pada Philo
" Cukup, aku bisa melompat sendiri " jawab Philo.
Philo mencoba untuk melihat kebawah, ternyata pohon ini terlalu tinggi. Philo tidak punya nyali untuk melompat.
Harsa lalu menukik ke arah Philo, hal ini membuat Philo terdorong ke bawah dan jatuh
Philo berteriak, dari ketinggian tersebut. Dam dan Afra yang sudah sampai di bawah melihat Philo jatuh.
" Tolong tangkap aku " ucap Philo histeris
Dan tepat dia di tangkap oleh Othello.
" Kau baik baik saja? " tanya Othello
Philo tampak masih terkejut dan dia tidak bisa berkata kata. " terimakasih Othello " ucap Philo yang masih trauma
" Sungguh memalukan " ucap Afra
..
" Baiklah, mari kita sekarang ke rumah ku " ucap ibu Othello.
mereka pun pergi ke rumah ibu Othello, Dan beristirahat disana
__ADS_1