
keesokan harinya nya Dam sadar dari pingsan
" Ibu... kakak sudah sadar "
ucap seorang anak kecil yang tak lain adalah adiknya Dam
ibunya menghampiri anak kecil itu dan duduk disisi Dam
" Syukurlah, kau sudah sadar ''
ucap ibunya
Philo juga menghampiri Dam dan berkata
" Dam maafkan aku, aku benar benar khawatir dengan mu "
" itu bukan salah mu Philo, ranting kayu itu menimpaku "
" sudah sudah yang penting Dam sudah sadar.
Philo bisa bantu bibi untuk mencarikan bunga gold ?"
ucap ibunya Dam
" seperti apa bunga itu ?"
Philo tidak mengetahui seperti apa bentuk bunga itu.
" Bunga itu berwarna jingga keemasan "
ucap Dam sambil mencoba untuk duduk
" Ted akan menemani mu, bunga itu berada di kebun bunga nan jauh. kalian berdua pernah melalui kebun itu. "
ucap ibunya Dam sambil mengaduk secangkir teh
" oh aku tahu kebun itu, kebun itu berada setelah kita melalui air terjun, bukankah begitu? "
tanya Philo
ibunya dam mengangguk
Philo segera bergegas untuk mencari bunga gold, agar sahabatnya Dam dapat cepat sembuh.
" Ayo Ted, kita akan mencari bunga itu untuk kakakmu "
Si kecil Ted segera mengambil keranjang dan pergi bersama Philo..
***
di sepanjang perjalanan Ted dan Philo bercerita
panjang.
Ted bertanya pada Philo Bagaimana kakaknya Dam bisa terluka
" Philo, bagaimana kakak Dam bisa terluka? kakakku itu sangat kuat, mustahil dia bisa terluka dan tak sadarkan diri "
" menurutmu bagaimana? "
Philo berbalik tanya pada si kecil Ted
" entahlah, mungkin kau sengaja melakukannya "
si kecil Ted terlalu polos untuk setiap kata-kata yang diucapkannya.
jawaban Ted membuat Philo berhenti berjalan
dan melamun sebentar.
Philo tahu Ted berumur 9 tahun dan masih kecil untuk mengucapkan sesuatu tanpa memikirkan rasa sakit hati orang lain. Philo tak mengambil pusing, dia hanya tersenyum kepada Ted dan mengacak-ngacak rambut anak kecil itu
" Philo kau membuat rambutku berantakan. "
ucap si kecil Ted dan merapikan kembali rambutnya
tak lama setelah itu mereka berdua sampai di air terjun.
" Philo bisakah kita berhenti sebentar? "
tanya si kecil Ted
" tidak bisa Ted, kita harus segera pergi ke kebun bunga nan jauh dan kembali membawa bunga gold untuk kakakmu. "
__ADS_1
" tapi aku sangat lelah berjalan se jauh ini. "
si kecil Ted memang tampak kelelahan. ini bukanlah perjalanan untuk anak seusianya
" Baiklah Ted, kau bisa naik ke punggung ku Kalau kau mau "
" benarkah? tapi, apakah kau tidak lelah "
tanya si kecil Ted
" tentu tidak, aku ini laki-laki yang kuat. tidak seperti dirimu Ted. hahahahahaha"
Philo tertawa usil pada Ted
" hei, aku masih kecil. aku juga kuat jika aku sudah tumbuh dewasa nanti "
ucap si kecil Ted sambil naik ke punggung Philo.
mereka berdua telah berjalan selama beberapa jam. dan akhirnya sampai di kebun bunga nan jauh.
" akhirnya kita sampai Ted. "
" wow betapa luas dan indahnya kebun bunga ini. tapi, yang mana bunga gold? "
tanya si kecil Ted kebingungan karena begitu luasnya kebun bunga ini. seluruh bunga di penjuru dunia ada di sini. Ted turun dari punggung Philo dan kemudian memetik bunga berwarna putih
" apakah ini bunga gold? "
Ted memperlihatkan bunga berwarna putih yang dia petik ke pada Philo
" bukan yang ini, kata Dam bunga itu berwarna jingga keemasan. sedangkan bunga yang kau petik ini berwarna putih "
jawab Philo sambil melihat kebun bunga yang luas ini
" ada begitu banyak bunga berwarna jingga keemasan di sini, tapi yang mana Philo? "
" entahlah Ted, aku juga kebingungan. seandainya ada kekuatan alam yang membantu kita "
ucap Philo sambil duduk di di rerumputan bunga
tidak lama setelah itu ada sosok gadis muda yang terbang di atas langit. Ted terkejut dan memeluk Philo
" Philo apa itu? "
tanya si kecil Ted ketakutan
gadis itu menghampiri Philo yang setengah ketakutan.
" Tenang Philo kau tidak perlu takut pada ku "
ucap gadis muda bersayap itu
" Bagaimana aku tidak takut pada mu, kau manusia tapi di punggung mu ada sayap "
jawab Philo
" tenanglah dulu, Aku mencoba untuk membantu mu Philo "
" bagaimana kau tau nama ku? "
Philo tidak melepaskan pelukannya Ted
dia berusaha untuk menjaga adik sahabat nya
" Sudah lah, kau sahabat nya Dam bukan? jadi aku disini untuk membantu mu mencarikan bunga gold "
ucap gadis bersayap itu
" siapa nama mu? "
tanya Philo, sikecil Ted mencoba untuk melihat gadis bersayap itu
" Namaku Afra sang pengintai "
" Afra? "
tanya Ted
" ya adik kecil, nama ku Afra. namamu pasti Ted dan kau adalah adik si pemilik kekuatan mentari "
" apa maksudmu pemilik kekuatan mentari ?"
tanya Philo
__ADS_1
" lupakan saja kau tidak akan mengerti. lagipula ceritanya juga panjang. sebaiknya kita bergegas mencari bunga gold ."
ucap Afra si gadis bersayap
Afra menunjuk ke arah dimana bunga berwarna jingga keemasan berada. bunga gold memang sedikit rendah, berbeda dengan bunga lainnya yang agak tinggi. ini alasan mengapa bunga gold sulit ditemukan.
sekarang si kecil Ted tidak takut lagi pada Afra. dia berlari ke arah bunga gold dan memetik nya lalu memasukkannya ke keranjang.
" bagus adik kecil, tapi kau tidak perlu memetik nya terlalu banyak. bunga gold sedikit sulit tumbuh jadi sisakanlah beberapa bunga"
ucap Afra pada si kecil Ted
" baiklah kakak bersayap "
setelah Ted memetik beberapa bunga, dia
memberikannya Kepada Philo.
" Philo ayo kita pulang kita sudah mendapatkannya. "
ucap si kecil Ted
" ayo Ted. ''
Ted naik ke punggung Philo
'' terima kasih gadis bersayap "
Philo pergi meninggalkan Afra, ia berjalan kembali menuju desa. Ted yang berada di atas punggung Philo melambaikan tangan pada Afra
Afra hanya bisa tersenyum kepada Ted
dan berkata
" sungguh manusia makhluk yang sangat menarik "
tidak hanya berhenti di situ, Afra mengepakkan sayapnya dan mencoba untuk membuntuti Philo dan Ted. dia terbang diatas Awan Dan dan mengawasi mereka berdua
selang beberapa jam Philo dan Ted sampai di air terjun. mereka berdua berhenti sejenak dan menyegarkan pikiran.
Afra mendarat di balik ranting pohon, dia mencoba untuk bersembunyi dari Philo agar Philo tak melihatnya dan menguping pembicaraan Philo
Philo berkata pada Ted
" Ted, aku mohon pada-mu untuk tidak memberitahukan apa yang kau lihat tadi pada ibumu "
" memangnya kenapa? "
tanya Ted dengan polos
" sebaiknya kita merahasiakan ini. kakak bersayap itu telah menolong kita. jadi kita rahasiakan keberadaannya. kau setuju?"
ucap Philo dengan menyakinkan anak kecil berumur 9 tahun itu
" baiklah "
*
mereka berdua kembali berjalan menuju desa. dan akhirnya mereka berdua sampai kembali di bawah kaki bukit walaupun hari mulai gelap.
" ibu aku berhasil menemukan bunganya "
ucap si kecil Ted dan memberikan bunga itu pada ibunya
" bagus, kamu sangat pintar"
ucap ibunya memuji
ibunya mencampurkan bunga itu dengan secangkir teh dan madu. lalu memberikannya pada Dam untuk diminum
" minumlah Dam, dengan bunga ini semoga keadaan mu pulih "
" benar Dam, Agar kau kembali pulih dan kita bisa lagi ke pohon tua itu "
ucap Philo pada dam dengan tersenyum
Dam kemudian meminum teh itu dan berkata
" Ini resep kekuatan alam "
Afra yang mengintip di balik jendela terkejut oleh pancaran energi dari tubuhnya Dam.
sekarang dia percaya bahwa
__ADS_1
Dam adalah pemilik kekuatan mentari
( bersambung )