Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Audero


__ADS_3

Namun, beberapa pasukan kuda lainnya datang dari depan.


" Wah wah, kau sepertinya tidak bisa lari dariku Kore "


ucap Audero dengan nada sombong


" kau memang benar Audero, Aku tidak akan bisa lari darimu. Kalau begitu mari kita satu lawan satu "


Tantang ibu Afra yang bernama Kore


" aku terima dengan dengan senang hati Kore, jika kau ingin mati di tanganku "


Kore membentangkan sayapnya sehingga beberapa tempat menjadi gelap oleh sayapnya itu.


" Kore, bisakah kita bertarung di bawah saja? Aku tidak bisa terbang terlalu tinggi karena aku bukan dari klan Flyx "


Audero tersenyum menyeringai


" Tidak akan, aku tau kau licik. orang-orang tahu bagaimana sifatmu Audero "


Kore mengepakkan sayapnya dan membuat angin berhembus kencang ke arah Audero


Audero dengan sigap menghilang begitu saja. Kore tampak khawatir dan bingung.


Audero memang bukan tandingan nya, bisa saja ia berada di belakang Kore dan menghantam kan nya ke tanah.


benar saja, Audero tiba di belakang Kore


" Kau tidak perlu takut Kore, aku tidak akan membunuhmu jika kau memberitahuku di mana kuncinya "


" Aku tidak percaya padamu Audero!! "


Kore mengeluarkan pedang dari bulu bulu sayap nya


" Oh tidak, itu pedang murni dari klan Flyx. sebegitu takut kah kau dengan ku Kore? Sampai sampai kau mengeluarkan senjata asli dari klan Flyx. "


Audero masih tersenyum menyeringai dan mendekati Kore


" Jangan mendekat, atau tidak... "


" Atau tidak apa? mau menebas kepalaku?.. aku sudah berbaik hati padamu menawarkan pilihan yang bagus. tapi kau menolak nya, baiklah kau mungkin ingin benar benar mati ditangan ku Kore "


Audero menghilang lagi


Kore sangat ber was was dan ketakutan


Tiba tiba Audero berada tepat di atas kepala Kore dan menusuk kepalanya dengan tombak.


Kore tidak sadarkan diri dan jatuh dari ketinggian


Audero menghilang lagi dan tiba di tanah menunggu mayat Kore jatuh.


Kore terhempas ke batu runcing yang sudah di manipulasi Audero dan inilah akhir dari hidup Kore, Ibu nya Afra.


" sangat bodoh, kau begitu bodoh Kore. aku telah memberimu penawaran yang bagus, tapi kau menolaknya "


Audero berjalan dan meninggalkan mayat Kore dari klan Flyx


***


pasukan kuda bayangan yang dipimpin oleh Audero begitu sangat kejam. mereka tak segan-segan membunuh manusia yang mereka temui


sementara itu di sisi lain, ibu Dam berlari ke arah bukit membawa sebuah kotak kayu kecil.


dia berlari terengah-engah, dan mencoba sesekali melihat kebelakang. keadaan desa begitu kacau terlihat dari beberapa kuda masih berlari dan membunuh manusia yang ditemui.


ibu Dam terus berlari menanjak bukit, namun beberapa pasukan melihatnya. dan mengejar ibunya Dam.


" Dasar kuda kuda brengs*k, "


umpat ibunya Dam


kuda-kuda itu terus mengejar,


sementara itu di sisi lain nya juga, Dam dan Ted berlari ke arah air terjun. di atas mereka ada Afra yang terbang mengawasi mereka berdua. Dam mengingat sesuatu dan berhenti


" kenapa kakak berhenti? ayo Kak kita harus pergi dari desa. "


Ted tampak ketakutan dan trauma sehingga nada bicaranya sangat kaku


" kita melupakan Philo, dia masih ada di desa. "

__ADS_1


Dam kemudian berlari kembali ke desa


namun Afra turun ke tanah untuk menghampiri Dam


Afra membuat Dam terkejut dan tersungkur ke tanah


" Tenang Dam, aku tidak bermaksud menyakiti mu. Aku bukan bagian dari pasukan Audero "


ucap Afra menjelaskan nya pada Dam


" kakak cantik bersayap, !"


ucap Ted menghampiri Afra


Afra memeluk Ted dan berkata


" iya ini kakak, kamu tidak perlu khawatir "


" Jadi siapa kau sebenarnya? lalu mengapa kau kenal dengan Ted? "


Dam berusaha berdiri


" Tidak ada waktu untuk menjelaskan nya. Kau ingin menyelamatkan sahabat mu kan? biar aku saja yang kembali ke desa. kalian berdua lebih baik secepatnya meninggalkan desa. "


ucap Afra


lalu ia mengepakkan sayapnya dan pergi ke desa


Dam masih tidak percaya apa yang ia lihat. dia melihat sosok gadis muda bersayap, Dam pikir ini cuma mimpi.


" kakak tidak perlu takut, kakak cantik bersayap tadi itu namanya Afra. dia yang membantu aku dan Philo mencari bunga gold "


si kecil Ted mencoba menjelaskannya kepada Dam


" apakah kakak tidak pernah melihat manusia bersayap seumur hidup? "


tanya si kecil Ted dengan polos


" kakak ingat, waktu kakak seumuran dengan mu dulu, ayah pernah menceritakan bahwa ada 5 klan di dunia ini. yang pertama itu klan Flyx, mereka manusia bersayap dan bisa terbang. lalu klan Swimx, mereka seperti ikan berenang di air. setelah itu klan Wood, mereka ini manusia pohon dan punya pedesaan yang indah. lalu klan dark reptix, mereka ini bersisik dan mampu menjadi bayangan. lalu yang terakhir adalah kita klan manusia. "


Dam mencoba menceritakan apa yang ia ingat


tanya Ted


" entahlah Ted, yang kakak tahu ayah adalah orang yang hebat dan pintar "


" Aku ingin sekali bertemu ayah, aku tak pernah melihat seperti apa ayahku sendiri. "


Ted nampak tertunduk.


Dam melihat Ted lalu menggendong nya


dan berkata


" ayo kita kembali berjalan, kita harus mencari tempat aman dan bertemu dengan ibu. "


mereka berdua kembali berjalan ke arah air terjun


***


Dan sampai lah Afra di pedesaan. Afra melihat semua rumah sudah hancur dan mayat manusia bertebaran dimana-mana. desa dipenuhi dengan mayat dan darah, bau darah murni begitu tercium oleh Afra


" Semoga saja Philo tidak apa apa "


Afra terus memantau kondisi dari atas, berharap ada seseorang yang masih hidup.


namun apa yang Afra dapatkan, dia malah menemukan mayat ibunya di sebelah batu runcing


bergegas Afra turun dan melihat kondisi ibunya


" Ibu...... Bagaimana ibu bisa seperti ini? "


dia merasakan denyut nadi ibunya dan ternyata ibunya sudah tidak bernyawa.


" TIDAKKKKKKKKKK "


Afra berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.


" Ibu, kenapa bisa? aku belum sanggup tanpa ibu.. Dulu Ayah juga meninggal seperti ini, Ini perbuatan siapaaa?"


Afra memeluk mayat ibunya dan meneteskan air mata di atas pedang yang digenggam ibunya.

__ADS_1


air mata nya tidak bisa di bendung, kekesalan Afra membuat sayapnya terbentang.


Dibalik papan kayu rumah yang hancur seseorang bersembunyi menyelamatkan diri disana. ternyata itu adalah Philo, Philo menghampiri Afra.


" Afra kau kah itu? "


tanya Philo


Afra membalikkan badannya, dengan refleks sayap nya kembali seperti biasa


" Philo? " jawab Afra.


Afra mencoba menghapus air mata nya,


" apakah wanita itu ibumu? tadi aku menyaksikan pertarungan mereka. ibumu bertarung dengan seorang laki-laki yang bersisik, laki-laki itu menikam kepala ibumu dengan tombak. dan ibumu terhempas ke tanah "


ucap Philo menceritakan nya dengan duka


" kau serius melihat mereka bertarung? "


Afra bertanya dan mencoba untuk tegar


" iya, Aku tidak tahu siapa laki-laki bersisik itu. "


" Dia adalah Audero, dialah yang membuat semua kekacauan disini "


ucap Afra sambil berdiri


" Audero? "


" Ya, dia sedang mencari pemilik kekuatan mentari yang tak lain adalah Dam "


Afra mengambil pedang ibunya lalu menarik tangan Philo dan membawanya terbang


" Hai tunggu, "


Philo tampak ketakutan pada ketinggian,


" Turunkan aku Sekarang "


Philo membentak dan melepaskan pegangan dari tangan Afra sehingga itu membuatnya jatuh


" PHILOO! "


teriak Afra


jatuh Philo sangat cepat sehingga Afra Sulit mengejar nya diatas ketinggian


" Tidak, siapapun tolong aku "


Philo berteriak histeris


Afra mencoba untuk menangkap tangan Philo namun itu sulit karena pedang ada di tangan kirinya.


Philo jatuh di sebuah rerumputan, yang beberapa rerumputan itu mencoba membuat tumpukan untuk Philo mendarat. Afra yang melihat itu tercengang dan segera menghampiri Philo


" Bagaimana bisa? "


ucap Afra terkejut


" apanya ?"


Tanya Philo heran


" rerumputan itu, kau tidak melihat nya?"


jawab Afra


" yang aku lihat cuma kematian ku Afra "


Philo tampak trauma dan mencoba untuk berdiri


" Rerumputan itu menolongmu. dan kau tidak tahu sedikitpun tentang dirimu "


Afra kesal dan menodongkan pedang ke wajah Philo


" tunggu Afra, apa yang kau lakukan? Jangan coba untuk membunuhku "


" jangan tidak tahu Philo, kau itu dari klan Wood... "


( bersambung )

__ADS_1


__ADS_2